Kenali Apa Itu Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Keluarga

Kenali Apa Itu Fortifikasi Pangan dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Keluarga.jpg

Ibu tentu pernah mendapati produk yang pada kemasannya tertera tulisan “difortifikasi” yang kemudian diikuti dengan zat gizi mikro tertentu. Misalnya, “difortifikasi dengan zat besi”. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan fortifikasi pada produk pangan? Dan apa manfaatnya bagi kesehatan keluarga? Yuk Bu, baca penjelasan singkatnya di bawah ini untuk membantu Ibu dalam memilih produk pangan yang baik bagi keluarga.

 

Apa yang dimaksud dengan fortifikasi?

Dalam penjabaran dari WHO, fortifikasi adalah menambahkan zat gizi mikro tertentu, misalnya vitamin dan mineral, di dalam bahan pangan yang tujuannya dalah meningkatkan kualitas zat gizi pada makanan atau minuman tersebut.

Istilah “difortifikasi dengan” pada kemasan produk biasanya diikuti dengan zat gizi tertentu. Ini artinya, produk makanan atau minuman tersebut sudah difortifikasi, atau ditambahkan, zat gizi yang disebutkan. Biasanya ini dilakukan untuk menambahkan kandungan gizinya atau karena zat gizi tertentu bisa hilang pada saat proses pengolahan.

 

Apa saja yang biasanya difortifikasi?

Beberapa produk yang biasanya difortifikasi adalah susu,sereal sarapan, roti, telur, jus buah, susu nabati, yogurt, garam, dan sebagainya.

 

Zat gizi apa yang umumnya difortifikasi pada produk pangan?

Zat gizi yang umum ditambahkan dalam produk pangan adalah vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, vitamin E, zat besi, iodin, folic acid, dan sebagainya. Umumnya adalah zat-zat gizi yang diperlukan oleh target usia tertentu sesuai dengan kategori produknya. Misalnya pada produk anak, maka target fortifikasi adalah zat-zat gizi yang berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode usianya tersebut.

 

Apa manfaat fortifikasi?

  • Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi harian keluarga dan juga masyarakat pada umumnya.
  • Membantu mencegah penyakit yang diakibatkan kekurangan zat gizi tertentu, misalnya anemia akibat kurang zat besi, osteoporosis, diabetes tipe2, dan sebagainya.
  • Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi ibu hamil.
  • Membantu memenuhi zat gizi anak usia dini agar tumbuh kembang berjalan optimal, terutama untuk zat gizi penting yang dibutuhkan anak dalam pertumbuhannya.
  • Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi bagi anak yang memiliki alergi atau intoleransi terhadap bahan pangan tertentu.

Pada usia lebih muda, fortifikasi produk pangan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi. Sebagai contoh adalah dalam pemenuhan kebutuhan zat besi anak. Untuk mendapatkan jumlah zat besi yang dibutuhkan anak, ia perlu mengonsumsi, misalnya, daging sapi dalam jumlah yang cukup banyak. Hal yang sulit dilakukan mengingat kapasitas lambung anak yang kecil. Nah, makanan bergizi yang Ibu buat di rumah bisa dikombinasikan dengan produk pangan yang difortifikasi zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi anak.

Bu, ayo selalu pastikan keluarga tercinta mendapat asupan gizi seimbang agar selalu sehat dan siap beraktivitas.

 

Sumber:

https://www.who.int/elena/titles/rice_fortification/en/

https://www.webmd.com/diet/what-to-know-about-fortified-foods#1 

https://www.verywellfit.com/what-is-enriched-food-3496104 

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20190219/1729527/perbaiki-gizi-pemerintah-lakukan-fortifikasi-pangan/ 

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/apakah-makanan-pendamping-asi-mpasi-komersil-berbahaya-buat-bayi