Seberapakah Penting Peran Ayah Dalam Perkembangan si Kecil?

ce97036485f13eac1c568b26ca72bdbaba3dd996.jpeg

Bulan November ini identik dengan perayaan hari Ayah. Walaupun tidak sepopuler hari Ibu, Hari Ayah dapat Ibu jadikan momen untuk memulai kedekatan antara si Kecil dan Ayahnya agar dapat membangun lebih ikatan emosional mereka. Jika pada tahun-tahun pertama dalam kehidupan si Kecil hanya mengenal Ibu sebagai figur sentral, kini Ibu dapat mendukungnya untuk memperluas kedekatannya dengan Ayah.

Ya, peran kedua orangtua tentunya sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Keberadaan Ayah sama pentingnya dengan keberadaan Ibu. Hal tersebut juga dibuktikan dalam penelitian tahun 1958 dalam jurnal Evolution and Human Behaviour, bahwa anak yang menghabiskan waktu dengan Ayah lebih banyak memiliki IQ yang lebih tinggi. Perubahan tersebut dapat dideteksi bahkan hingga usia 42 tahun.

Selain Ibu, Ayah juga perlu berperan aktif untuk mendorong dan mendukung si Kecil bereksplorasi serta menunjukkan peluang serta alternatif pada si Kecil. Di bawah ini, berikut Sahabat Nestlé rangkum beberapa tips agar Ibu dapat membantu Ayah untuk membangun ikatan emosional dengan si Kecil :

  1. Mendampingi bukan berarti terlalu mengawasi

Ayah, yuk sesekali bergantian dengan Ibu ketika mendampingi si Kecil beraktivitas. Namun, ketika mendampingi si Kecil sebaiknya jangan terlalu ketat mengawasinya serta mengkritik perilaku si Kecil, ya.

  1. Belajar mendengarkan cerita/opini si Kecil

Menjadi seorang Ayah yang tegas memang diperlukan agar meningkatkan kedisiplinan si Kecil. Namun, bukan berarti Ayah tidak dapat mendengarkan opini si Kecil, ya. Hindari sikap otoriter agar kedekatan dengan si Kecil dapat terjalin. Jangan ketinggalan juga untuk mengetahui keseharian si Kecil serta apa yang ia sukai dan ia tidak sukai.

  1. Menjadi fasilitator yang baik

Setelah mendengarkan si Kecil bercerita, ajak ia untuk berkomunikasi lebih. Misalnya, bertanya tentang suatu hal yang berkaitan dengan ceritanya. Apabila si Kecil merasa kesulitan menjawab, Ayah lebih baik tidak langsung memberitahu jawabannya. Ayah dapat memberikan petunjuk agar si Kecil dapat menemukan jawabannya sendiri. Dengan begitu, logika si Kecil akan terasah, begitu pula dengan kemampuannya berkomunikasi.

  1. Ajak si Kecil beraktivitas bersama

Tidak hanya Ibu yang dapat mengajak si Kecil membuat makanan bersama, Ayah pun juga bisa beraktivitas bersamanya. Luangkan waktu Ayah untuk menghabiskan waktu misalnya dengan mencuci kendaraan atau berolahraga bersama si Kecil.

Meskipun sehari-hari Ayah disibukkan dengan berbagai aktivitas dan hanya memiliki beberapa jam saja di rumah, bukan berarti kedekatan dengan si Kecil tidak dapat terjalin dengan baik. Berbagai cara seperti di atas dapat membantu Ayah untuk berperan penting dalam masa emas pertumbuhan si Kecil.