Serba-Serbi Cara Penyajian Kue Keranjang

9ff295a0c0a8ba49a015b248b26c6105bbf67651.jpeg

Menyajikan kue keranjang merupakan salah satu tradisi yang dilakukan saat tahun baru Imlek tiba. Di negara asalnya, Tiongkok, kue keranjang juga dapat dibuat dengan tidak menggunakan gula. Cara penyajiannya pun tegolong unik dan berbeda dengan yang ada di Indonesia. Di Tiongkok, kue keranjang atau niangao dapat disajikan dengan cara dioseng serta dipadukan dengan daging, jamur, bahkan sayuran. Untuk kue yang rasanya manis, dapat disajikan dengan cara dikukus ataupun digoreng.

Kue keranjang di Indonesia terbuat dari tepung beras ketan. Tepung beras yang dipilih umumnya yang baru saja digiling. Tetapi, terdapat cara lain dalam pembuatan kue khas Imlek yang satu ini, yaitu dengan menyimpan adonan selama satu minggu. Perbedaan proses di atas tentunya membawa perbedaan, seperti tekstur, rasa, dan warnanya. Kue keranjang yang difermentasi cenderung lebih lembut, legit, dan berwarna lebih cokelat.

Berbeda dengan di Tiongkok, di Indonesia rasa kue keranjang adalah manis. Penyajian kue ini dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan selera Ibu, seperti disantap langsung, digoreng dengan adonan telur dan tepung, atau dikukus dan disajikan dengan taburan kelapa yang diparut.

Oleh karena teksturnya yang lengket, hal yang cukup sulit saat menyajikan kue keranjang adalah memotongnya. Untuk menyiasati hal ini, Ibu dapat menunggu beberapa saat sembari kue tersebut berubah menjadi lebih keras saat dimasukkan ke lemari es. Agar kue keranjang tidak menempel di pisau saat hendak dipotong, Ibu dapat melumuri pisau dengan minyak goreng. Selain pisau, lumuri juga daun pisang agar potongan kue tidak mudah menempel pada piring ya, Bu.

Terakhir, Ibu perlu mengingat kandungan tepung beras serta gula yang tinggi dalam kue keranjang. Kue ini mengandung kalori yang tinggi sehingga kurang baik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, konsumsilah kue keranjang secukupnya pada tahun baru Imlek.