Dampak Jika si Kecil Tidak Sarapan

a0ec1646f2baca10b335f339ba62b540a356f500.jpeg

Seiring bertambahnya usia, kegiatan si kecil menjadi kian bertambah. Dimulai dengan belajar di sekolah, ekstrakurikuler, kursus, kemudian bermain bersama teman-temannya. Sebagai orangtua, Ibu tentunya menginginkan kondisi si kecil tetap sehat sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-harinya dengan baik.

Salah satu cara agar si kecil tetap bersemangat dan mampu menerima pembelajaran dengan baik di sekolah adalah asupan gizi yang cukup pada saat sarapan pagi. Ingin mengetahui seberapa besar dampak sarapan? berikut beberapa hal yang dapat dialami oleh si kecil apabila melewatkan sarapan pagi.

  1. Menurunkan daya konsentrasi

Menerima pembelajaran di sekolah tentunya membutuhkan mood yang baik agar tetap berkonsentrasi. Jika Ibu menginginkan hasil belajar si kecil semakin optimal, jangan biarkan gula darah si kecil menurun. Apabila si kecil enggan menyantap sarapan paginya, gula darah dalam tubuhnya akan menurun. Gula darah yang menurun akan berpengaruh terhadap daya konsentrasi si kecil.

  1. Peningkatan berat badan

Terdapat keterkaitan antara resiko peningkatan berat badan dengan sarapan pagi. Sarapan pagi justru akan menekan rasa lapar yang dialami oleh si kecil. Ketika sarapan pagi terlewatkan, rasa lapar akan semakin dirasakan sehingga resiko si kecil untuk jajan meningkat. Dengan mengonsumsi camilan yang mengandung gula dan lemak berlebihan, si kecil dapat lebih mudah mengalami kenaikan berat badan.

  1. Kesehatan dan stamina anak menurun                    

Menurut Kristi King, seorang ahli diet di Texas Children’s Hospital, sarapan pagi dapat membantu mengoptimalkan pembakaran kalori. Salah satu kegunaan sarapan pagi adalah meningkatkan metabolisme tubuh sehingga melewatkan sarapan hanya akan membuat si kecil mengalami metabolisme yang tidak stabil yang dapat berujung pada kesehatan serta stamina si kecil yang menurun.

  1. Menggagalkan penanaman kebiasaan gizi seimbang & pencapaian prestasi optimal

Si kecil yang mulai belajar sejak pagi hari membutuhkan karbohidrat, protein, vitamin, dan juga mineral yang cukup untuk diubah menjadi energi. Semakin banyak asupan bergizi yang masuk ke dalam tubuh, maka semakin banyak energi yang dapat diproduksi. Ketika si kecil melewatkan sarapan paginya, tubuh akan mengambil persediaan energi dari glukosa yang ada di dalam tubuh. Hasilnya, tubuh menjadi lemas, kekurangan energi serta sulit untuk menerima pelajaran secara optimal ketika sedang belajar di sekolah.

  1. Menghambat peningkatan kualitas SDM

Seperti yang tertera pada poin sebelumnya, sarapan dapat meningkatkan konsentrasi. Walaupun tidak mempengaruhi kecerdasan manusia secara langsung, tetapi sarapan pagi dapat mendukung adanya peningkatan prestasi serta tumbuh kembang anak yang optimal. Dalam jangka panjang, kebiasaan tidak sarapan di pagi hari dapat menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia.