Trik Memilih Mainan Anak Perempuan Yang Aman dan Tepat Untuk Si Kecil

bf1553a5357539834ca682bf306cd23cf8a9fccd.jpeg

Memilih mainan untuk anak perempuan perlu diperhatikan oleh Ibu. Mainan aman dan tepat tentunya akan memberikan dampak yg baik bagi tumbuh kembang anak perempuan, misalnya mengembangkan kemampuan baru serta belajar menjalin komunikasi dengan orang lain. Menurut psikolog, Marie Hartweel Walker, memilih mainan yang tepat bagi anak perempuan dapat dilakukan dengan mengubah sudut pandang Ibu, misalnya memposisikan diri sebagai si kecil yang akan memainkan mainan tersebut.

Selain mengubah sudut pandang, cek bagaimana cara memilih mainan anak perempuan yang baik menurut psikolog anak, Mutiara Padmosantjojo :

  1. Menyesuaikan umur anak dan mainan yang dibeli

Kemampuan anak sulit berkembang apabila Ibu memberikan mainan yang tidak sepadan dengan umurnya. Untuk menghindari hal tersebut, Ibu dapat memberikan mainan yang sesuai dengan umur si kecil dengan mengamati label usia yang tertera pada kemasan mainan.

  1. Jangan mengukur dari harga

Pada saat memilih mainan anak, Ibu perlu mengingat bawa harga bukanlah segalanya. Harga yang mahal pada mainan tidak menjamin adanya nilai edukasi yang tinggi. Terlepas dari harganya, Ibu tetap perlu membeli mainan anak perempuan dengan cermat.

  1. Perhatikan bentuk dan keamanan mainan

Hal ini sangat perlu dilakukan oleh Ibu ketika memilih mainan bagi si kecil. Mainan yang baik tentunya tidak disarankan untuk memiliki ujung yang tajam serta kasar, mengandung racun, serta tidak mudah hancur. Kriteria tersebut tentunya diperlukan agar keselamatan si kecil tetap terjaga saat bermain. Selain itu, Ibu juga dapat memilih mainan untuk anak yang memenuhi standar SNI.

  1. Libatkan anak

Pada saat membeli mainan anak perempuan, usahakan untuk bertanya terlebih dahulu mengenai preferensi si kecil terhadap mainan. Dengan menanyakan pendapatnya, Ibu dapat mengetahui minatnya serta menyesuaikan keinginannya. Selain itu, si kecil pun akan merasa bahwa pendapatnya dihargai. Ibu pun dapat berperan lebih ketika si kecil bermain dengan mainannya, yaitu dengan melibatkan diri Ibu. Dengan bermain bersama si kecil, Ibu dapat mempelajari  kesukaannya serta pola perilakunya ketika bermain.