Waspada, Suasana hati yang Tidak Stabil Dapat Sebabkan penyakit Bipolar

411245b3410f5b99db5d7b28a24dc5643a92b61b.jpeg

Apakah Ibu sering merasakan suasana hati yang sering berubah dan terjadi tiba-tiba?  Dari merasa gembira sekali lalu berubah menjadi sedih tanpa alasan, atau begitu pula sebaliknya? Waspada ya Bu, bisa jadi itu adalah tanda-tanda Ibu mengalami gangguan penyakit bipolar.

Suasana hati yang sering berubah-ubah naik turun memang merupakan suatu hal yang wajar dan normal bagi semua orang. Suasana hati yang tidak stabil dapat dikatakan mengganggu apabila terjadi dengan sangat ekstrem. Misalnya, seseorang merasa menggebu-gebu, over-exciting akan sesuatu dan merasa sangat bahagia, lalu secara mengejutkan tak beberapa lama ia menjadi berubah tidak semangat, merasa sedih hingga depresi. Apakah sebenarnya yang terjadi?

Sayangnya, banyak sekali orang yang tidak memahami mengapa suasana hatinya bisa berubah dengan begitu cepat. Mereka tidak sadar bahkan mengabaikan bahwa mereka mengalami salah satu gejala gangguan suasana hati yang disebut bipolar. Gangguan penyakit bipolar bisa menyerang siapa saja, baik pria atau wanita, tua ataupun muda, semua memiliki kemungkinan yang sama terkena gangguan penyakit ini.

Kondisi suasana hati yang tak stabil, seringkali salah mendapatkan diagnosa dan sering disamakan dengan depresi. Kondisi suasana hati yang tidak stabil bukan merupakan tanda gangguan jiwa, melainkan berupa gangguan emosi yang lebih bersifat personal. Gangguan penyakit bipolar dan depresi keduanya merupakan gangguan suasana hati, namun mereka tidaklah sama. Gangguan penyakit bipolar terjadi karena adanya ketidakseimbangan cairan kimia di otak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami perubahan suasana hati secara mendadak dan berujung depresi berat yang disertai dengan perilaku ekstrem, tanpa sebab yang jelas.  Dan dampak terburuknya, penyakit bipolar bisa menyebabkan keinginan untuk bunuh diri.

Sebelum melakukan penanganan terhadap gangguan bipolar, terlebih dahulu Ibu bisa memerhatikan secara lebih seksama gejala-gejala dari penyakit bipolar, mulai dari tingkat ketakutan, durasi waktu, dan frekuensi. Dan salah satu gejala yang paling mudah untuk dikenali adalah gejala peralihan mood yang berubah drastis dan tidak berpola.

Penderita gangguan penyakit bipolar dapat menjalani peran dengan sangat hebat seperti aktor atau aktris profesional. Misalnya saja, mereka dapat tiba-tiba marah meletup-letup dan tak berapa lama kembali membaik tanpa terlihat adanya sisa kemarahan dalam beberapa menit kemudian. Pada penderita gangguan penyakit bipolar, seringkali kemarahan yang meletup-letup tersebut juga disertai dengan ritual tambahan seperti membanting gelas, piring, barang yang ada di dekatnya, dan lain sebagainya.

Tentu, perubahan suasana hati yang tak menentu ini perlu dikaji lebih lanjut lagi. Karena tak semua perubahan suasana hati yang tidak stabil menunjukkan terjadinya gangguan bipolar. Anak-anak dan orang dengan penyakit attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) juga memiliki perubahan suasana hati yang berubah dan dapat mengganggu. Bahkan, wanita pun sebenarnya juga sering mengalami suasana hati yang sering berubah selama kehamilan, saat mengalami PMS atau bahkan saat wanita akan memasuki masa menopause.

Oleh karena itu, jika Ibu seringkali merasakan suasana hati tidak stabil dan tak menentu, ada baiknya segera konsultasikan ke dokter atau para pakar ahli. Hal ini bertujuan agar Ibu mendapatkan diagnose yang tepat, penanganan yang cepat, serta diharapkan suasana hati tetap stabil sehingga tidak mengganggu rutinitas sehari-hari. Dukungan positif orang dari lingkungan sekitar, gaya hidup sehat dan pengaturan pola makan yang baik, juga sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas kondisi emosi agar menjadi lebih baik.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini