Wah, Anggur Ternyata Bisa Menaikkan Gula Darah

4b0f65f4fa44c0a2a5b16729611cd160b7429416.jpeg

Segar, manis dan lezat saat dimakan, siapa sih yang tidak tergoda dengan buah anggur? Bukan hal baru, anggur menjadi favorit banyak orang. Sejak lama buah ini dikenal sebagai salah satu hidangan utama kerajaan. Seiring dengan perkembangannya, Anda pun kini juga dapat menikmatinya dengan leluasa. Terlepas dari kelezatannya, buah anggur juga dapat menyumbangkan gula dalam darah, manakala dikonsumsi secara berlebihan.

Meski anggur banyak mengandung air, namun menurut Jessica Bruso, praktisi kesehatan yang juga Editor kesehatan di SFGate, dalam satu cangkir sajiannya, anggur dapat menyumbangkan karbohidrat sebesar 16 gram. Dalam satu gramnya, karbohidrat mengandung 15 gram gula. Bila angka ini dijumlahkan maka setiap sajian anggur mampu menyumbangkan gula sebesar 240 gram gula.

Dari jumlah tersebut Anda tentu memahami jika buah yang berbentuk bulatan kecil ini juga dapat menyumbangkan gula yang cukup besar bagi tubuh. Walau secara umum, dengan jumlah seperti ini gula darah bisa mudah untuk naik. Namun, kandungan gula dalam anggur memiliki makna berbeda jika dilihat dari indeks glikemiknya.

Seperti diketahui indeks glikemik menjadi acuan tentang pengaruh suatu makanan dengan kenaikan kadar gula dalam tubuh. Indeks glikemik dikatakan rendah bila jumlahnya di bawah 55. Sedangkan dikatakan memiliki indeks glikemik tinggi bilamana jumlahnya 76 ke atas. Menurut Jessica, buah anggur memiliki indeks glikemik sebesar 46.

Dari sini sudah barang tentu, jika anggur masuk kategori makanan yang rendah glikemiknya. Dalam penjelasan lain, Journal of Nutrition memaparkan konsumsi anggur yang tepat dan tidak berlebihan justru dapat membantu mengurangi risiko gula darah naik. Di samping itu, konsumsi buah anggur yang tepat juga dapat membantu meningkatkan produksi insulin yang sangat berperan dalam mengontrol gula darah.

Sedangkan untuk porsi yang tepat Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Sebab, porsi asupan masing-masing kelompok orang memiliki perbedaan dari sisi usia, gender hingga riwayat penyakit diabetes yang diderita. Jadi, mulai makan buah anggur dengan bijak ya.