Mengenalkan Makanan Padat pada si Kecil

bec44ff1ad781819841387b3da3b22640176e605.jpeg

Makanan pertama si Kecil diawali dengan ASI. Namun ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil saat ia menginjak usia 6 bulan, sehingga pada usia ini penting mulai mengenalkan makanan padat pendamping ASI.

MAKANAN padat pertama diberikan mulai si Kecil berumur 6 bulan. Tidak perludiberikan sebelum umur itu. Selain sistem pencernaan si Kecil belum siap, tubuh si Kecil cukup memperoleh kebutuhan gizi hariannya hanya dari ASI.

Kebiasaan memberikan makanan padat yang kelewat cepat pada si Kecil, selain tak ada gunanya, malah merugikan pencernaan si Kecil nantinya. Selain itu, si Kecil dapat menjadi kelebihan berat badan ketika makanan padat ditambahkan sebelum waktunya.

Tak selalu mudah memberi makanan padat

Tidak serta merta mudah memberikan makanan padat pertama pada si Kecil. Makanan pendamping ASI sebaiknya padat nutrisi untuk memenuhi kebutuhan si Kecil yang meningkat seiring dengan perkembangannya, namun tetap sesuai dengan ukuran lambungnya yang masih kecil.

Mulai dengan bubur susu untuk memberikan ragam tambahan makronutrisi (karbohidrat, protein dan lemak) dan mikronutrisi (berbagai vitamin dan mineral), manakala kandungan nutrisi dalam ASI sudah tak memadai lagi untuk umur enam bulan keatas itu.Disamping itu, bubur susu juga hendaknya mudah dicerna dan disesuaikan dengan kemampuan mengunyah si kecil.

Si Kecil juga mulai dapat diperkenalkan pada buah dan sayuran yang telah dihaluskan. Selain kaya akan vitamin dan mineral, buah dan sayuran juga mengandung komponen antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikanlah buah dan sayuran yang bervariasi pada si Kecil sebab setiap jenis buah dan sayuran memiliki komposisi nutrisi dan manfaat yang berbeda-beda.

Makanan padat yang diberikan selanjutnya adalah nasi tim ketika si Kecil berumur 8 bulan. Kualitas nasi tim sangat berperan bagi laju pertumbuhannya. Makin lengkap isi nasi tim, makin optimal si Kecil bertumbuh. Bukan saja ikan, daging, telur, tahu dan tempe, namun aneka jenis sayur mayur, kacang-kacangan, juga dapat disertakan di dalamnya. Kelengkapan isi nasi tim akan memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

Setelah lewat umur setahun, si Kecil mulai duduk di meja makan rumah. Di situ si Kecil bertemu dengan semua menu orang dewasa. Makin beragam menu harian di meja makan ibu, makin sempurna si Kecil bertumbuh. Upaya memperkenalkan aneka jenis menu sejak awal di meja makan rumah, turut menentukan apakah kelak si Kecil akan menjadi penyuka segala. Ketidaksukaan terhadap ikan, misalnya, kemungkinan dipicu karena buruknya kesan pertama si Kecil terhadap ikan di awal perkenalannya.

Pentingnya kesan pertama terhadap jenis makanan baru

Apa pun jenis makanan padatnya yang akan si Kecil terima di awal, memerlukan kesan positif pada setiap kali perkenalannya. Pertama, si Kecil perlu dalam kondisi tidak kenyang. Maka jadwal makan perlu dibangun tertib, ada jamnya kapan waktunya makan. Pada jam itulah si Kecil diperkenalkan dengan menu barunya.

Mungkin akan ada sikap penolakan terhadap makanan  karena cita rasanya atau cara penyajiannya. Suasana makan sama pentingnya dengan menunya. Maka perlu dibangun suasana makan yang menyenangkan juga agar tak muncul kesan buruk terhadap suatu menu.

Dalam menyiasati kesan melihat terhadap suatu menu, si Kecil lebih memerlukan bentuk dan rupa menu yang menarik. Menyiasati dengan membentuk ikan-ikanan dari wortel, kelereng dari labu, burung-burungan dari pepaya, dan merangkai sayur menjadi bentuk tertentu lebih memikat si Kecil untuk mau menerimanya.

Makanan padat pendamping ASI juga hendaknya jauh dari kesanmembosankan dan tidak disajikan dengan suhu yang terlalu panas atau dingin ketika awal perkenalannya. Tambahkanlah bumbu secukupnya saja, sebab cita rasa yang di lidah orang dewasa dirasa normal, belum tentu demikian di lidah si Kecil. Pastikan juga tesktur makanan padat sesuai dengan kemampuan mengunyah dan menelannya.

Ketepatan waktu pemberian, pengolahan menu serta penyajiannya, serta suasana makan, menentukan selanjutnya apakah si Kecil akan menerima sebuah menu menjadi bagian dari makanan kesehariannya. Dan tentu tak selalu mudah untuk mencapai keadaan seperti itu.

Hambatan pemberian makanan padat– Kenalilah tanda-tanda kesiapan si Kecil

Tak jarang terjadi hambatan dalam pemberian makanan padat pada si Kecil. Bukan karena faktor kekeliruan dalam memperkenalkan makanan padat, melainkan disebabkan adanya kesulitan yang dihadapi si Kecil, misalnya dalam hal menelan makanan.Ada dua kemungkinan yang menyebabkan si Kecil menahan makanan yang disuapkan ke mulutnya lebih lama dari biasa atau mengemut, yaituia sedang kenyang atau tak mampu menelan karena bentuk makanannya kelewat kasar.

Adakalanya bila perkembangan kematangan saluran tenggorokan si Kecil belum sempurna, penampangnya belum cukup besarnya untuk menelan bentuk makanan yang masih kasar. Pada kasus demikian si Kecil memerlukan makanan yang perlu  dilembutkan terlebih dulu. Makanan yang dilembutkan tidak akan mengurangi nilai gizi yang dikandungnya.

Jangan paksa si Kecil untuk menelan bila memang kemampuan menelannya yang masih belum sempurna. Namun tidak harus berarti menyerah dengan hanya memberikan ASI padahal sudah waktunya mendapat makanan padat pendamping ASI, sekadar karena si Kecil tak mau menelan. Ketika si Kecil sudah membutuhkan makanan padat, maka nutrisi ASI tidak lagi cukup memenuhi kebutuhan untuk si Kecil bertumbuh optimal .***

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini