Mempersiapkan Anak Sehat

alt-1b.jpg
Pola hidup sehat bukan hanya suatu "tren" namun sebagai hal yang selayaknya diterapkan di tiap kalangan keluarga. Sehat bukan sekadar tidak sakit secara fisik, akan tetapi juga harus bugar dan fit. Untuk mewujudkannya, beri anak kesempatan banyak gerak. Antara lain mengikutsertakan anak berbenah rumah.

Kombinasi pola makan yang baik dan benar, olahraga teratur, tidur cukup serta bijak mengelola stres adalah pola hidup sehat yang jangan diabaikan. Makan memadai adalah cara alamiah agar tubuh mendapat kecukupan energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh, hidup dan beraktivitas. Menjadi contoh bagi anak adalah hal yang harus dilakukan orang tua, dalam menerapkan pola hidup sehat.

Energi untuk tumbuh dan aktivitas
Untuk tumbuh dan berkembang sehat dan aktif, selain makan ternyata anak yang cukup gerak fisik dan terpapar sinar matahari pertumbuhannya lebih baik. Ya; karena manfaat cukup gerak-badan sangat banyak antara lain:

  • Metabolisme yang lebih baik sehingga penyerapan nutrisi oleh tubuh juga baik untuk pertumbuhan tulang dan otot kuat
  • Membantu anak-anak tidur nyenyak. Ternyata tidur nyenyak membantu melancarkan pengeluaran hormon pertumbuhan.
  • Membuat anak menjadi lapar sehingga membangun keinginan mau makan.
  • Daya tahannya lebih kuat.
Untuk hidup, tumbuh dan aktivitas, tubuh butuh cukup energi. Energi diperoleh dari makanan penghasil energi yaitu karbohidrat, lemak dan (bila perlu) protein. Satuan ukuran energi itu disebut kalori.

Energi terkait erat dengan pertambahan atau penurunan berat badan. Melihat energi dari suatu makanan jangan hanya dilihat dari satu jenis gizinya saja. Lemak contohnya. Namun harus dilihat secara keseluruhan total kalori yang terkandung, agar tidak salah persangka. Misal kita sering berprasangka susu menyebabkan gemuk. Mari kita tengok energi segelas (200 ml) susu lebih rendah (120 – 135 kalori) dibanding energi segelas jus jeruk manis (140 – 180 kalori).

Sebab itu perlu dipahami istilah keseimbangan energi yaitu:
Makan sebagai energi masuk. Aktivitas sebagai energi keluar

  • Energi masuk > energi keluar -> berat naik
  • Energi masuk = energi keluar -> berat tetap
  • Energi masuk < energi keluar -> berat turun
Catatan: Energi masuk yang berlebih dan tidak dikeluarkan akan disimpan tubuh dalam bentuk lemak

Masukan nutrisi dan energi yang sesuai dengan kebutuhan serta gerak badan cukup menghindari terjadinya kelebihan berat badan. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak. Lalu seberapa normalnya berat badan anak. Ada beberapa standar pertumbuhan dapat diikuti. Pemerintah telah menetapkan grafik pertumbuhan berat badan anak pada kartu menuju sehat (KMS), anak sehat bertambah tinggi dan berat sesuai usianya.

Bagaimana agar anak tidak kelebihan berat badan? Dunia anak adalah dunia bermain dengan aktivitas fisik. Normalnya anak itu banyak gerak. Mungkin lingkungannya yang tidak kondusif. Misal anak dilarang main diluar rumah, lebih banyak “disuguhi” tayangan monitor (TV, CD, DVD, PS, Komputer, dan sejenis).

Mengajak anak gerak dapat disiasati dengan melibatkannya dalam “urusan dewasa” dengan suasana bermain gembira (fun). Tentu saja orang tua dan para dewasa harus siap menyesuaikan kemampuan dan dunia bermain anak, termasuk pekerjaan tidak cepat selesai.

Bagi yang ingin tahu aktivitas tertentu berapa kalori terbakar dapat dilihat tabel sebagai berikut:
Aktivitas seorang dengan berat 55 kg dalam satu jam Kalori Keluar
Peregangan (stretching) 20
Tidur 46
Membaca, Duduk saja / dan berbicara 53
Berdiri 59
Mengemudi, Belajar 92
Menyeterika, mencuci piring, belanja 112
Billiard, main piano 125
Berbenah rumah 145
Menari (lambat) frisbee, bowling, main gitar 152
Main voli - santai 172
Bersepeda – santai, ping-pong, Lari-lari bermain dengan anak 198
Tenis dobel, Jalan cepat 5km/jam 215
Cuci mobil, badminton, "ngepel" 251
Baseball, bertaman/berladang 271
Mendaki, balet, Aerobic - low impact, golf, renang sedang, tennis single 302
Step Aerobic – Low Impact, Aerobic, jogging, sepak bola 350
Naik tangga 403
Lari 7 km/jam, mendaki gunung 422
Bersepeda 20 km/jam 436

Tips Memelihara Aktivitas Anak
  • Cukupi kebutuhan nutrisi dan energi dari ragam makanan bergizi
  • Batasi kebiasaan untuk bermalas-malasan di depan TV, main game di TV dan di depan komputer, serta di telepon genggam.
  • Ajak anak bermain yang penuh gerak diluar rumah.
  • Ajak anak berlatih olah raga yang sesuai usia dan disenanginya. Atau mengikuti kegiatan menari, bernyanyi, senam, dan lain sebagainya.
  • Libatkan anak di dapur dan meja makan. Mulai dari menata alat makan, atau sekedar mengocok telur atau memeras jus jeruk. Jaga keamanan anak antara lain dari api, air panas, benda tajam, dan sejenis.
  • Selama di dapur perkenalkan manfaat makanan & gizi secara sederhana.
  • Ajak anak berkebun, menyapu, membersihkan rumput liar, mencangkul, menanam tanaman, dan menyirami tanaman, kegiatan ini tak kalah sehat dibanding main kasti/baseball.
  • Biasakan secara berkesinambungan sebagai kegiatan harian.
  • Pujilah anak bila berbuat baik, jangan cela bila berbuat salah.