Melindungi Si Kecil dari Alergi Sedari Dini

4144b520b597269224c6d4014e3d8807101f27e8.jpeg

Menjaga tubuh dari munculnya alergi memang gampang-gampang susah. Tahukah Ibu, ternyata penyebab alergi juga berasal dari pola hidup yang sering berubah dan menciptakan lingkungan yang rentan menimbulkan alergi.

Selain itu, anak dengan kedua orang tua yang memiliki alergi memiliki kecenderungan yang besar untuk memiliki alergi juga. Jika salah satu orang tua memiliki satu alergi, anak berisiko 33% atau 1:3 akan memiliki alergi tersebut. Bahkan anak-anak yang tidak memiliki sejarah keluarga yang alergi juga berisiko alergi.

Maka dari itu, diperlukan pencegahan sedini mungkin untuk mengendalikan alergi. Inilah cara melindungi si kecil dari alergi.

 

Sejak dalam Kandungan

Ternyata Ibu bisa melindungi si kecil dari alergi bahkan sejak dalam kandungan. Ibu hamil dilarang merokok dan menjadi perokok pasif. Sebaiknya Ibu hindari paparan asap rokok karena berisiko memiliki alergi pada saluran pernapasan, seperti asma. Oleh karena itu, ingatkan para anggota keluarga yang merokok untuk berhenti atau tidak merokok di dekat ibu hamil.

Menurut Ulrich Wahn dari klinik anak bagian pulmonologi dan imunologi di Berlin, zat asam yang terkandung dalam asap rokok akan memicu zat-zat dalam tubuh yang menyebabkan alergi.

Berikan ASI Eksklusif

Memberikan ASI pada bayi selama 6 bulan pertama merupakan cara pencegahan paling sederhana dan efektif untuk melindungi si kecil dari berbagai alergi.

Menurut dokter spesialis anak sub-spesialis alergi imunologi Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA,  manfaat ASI sangatlah besar dalam melindungi bayi terhadap penyakit. Di dalam kolostrum ASI, yakni cairan awal yang keluar setelah melahirkan, terdapat anti bakteri dan anti virus dengan komposisi vitamin A yang tinggi.
 

Jangan Berikan Makanan Padat Terlalu Dini

Idealnya, makanan padat diberikan setelah bayi berumut 6 bulan. Namun tak jarang Ibu memberikannya sebelum berumur 6 bulan. Padahal hal tersebut dapat memicu alergi pada di kecil. Biasanya ditandai dengan dermaritis alergi, atau iritasi kulit.

Dengan memberikan makanan padat terlalu dini, tanpa sadar Ibu juga memberikan kesempatan untuk kuman masuk ke dalam tubuh si kecil, padahal daya tahan tubuhnya belumlah sempurna.
 

Jauhkan Si Kecil dari Benda dan Hewan Berbulu

Sebenarnya bulu binatang bukan menjadi penyebab utama alergi, namun bulu tersebut menjadi media bagi debu, jamur dan penyebab alergi lainnya. Selain itu, pikirkan lagi ya Bu jika ingin memasang karpet bulu di lantai rumah. Menurut James L. Sublett, MD, Ketua American College of Allergy, Asthma and Imunology (ACAAI) karpet berbulu yang tebal adalah tempat favorit bagi kutu debu dan tungau hinggap. Hewan ini berkembang dengan baik di tempat dengan kelembapan yang tinggi. Tungau hidup dari memakan kulit mati manusia. Hewan ini sangat berbahaya karena mengeluarkan kotoran dalam bentuk debu yang kemudian beterbangan. Inilah yang menjadi penyebab utama asma dan gatal-gatal pada kulit.

Letakkan Sepatu di Luar Rumah

Ibu perlu mengajak seluruh anggota keluarga untuk membiasakan mencopot sepatu dan meletakkannya di luar rumah. Dengan cara ini Ibu memperkecil masuknya debu ke dalam rumah.

Menjaga Kesegaran Udara di Rumah

Bukalah selalu jendela rumah saat pagi dan siang hari, untuk membiarkan sinar matahari dan udara segar masuk ke dalam rumah. Ibu juga bisa pasang kipas kecil di tembok sebagai saringan  sirkulasi udara. Larang siapapun untuk merokok di dalam ruangan.

Biarkan Si Kecil Bereksplorasi

Ternyata lingkungan yang sangat steril juga tidak baik bagi tumbuh kembang si kecil lho Bu. Menurut penelitian Journal of Allergy and Clinical Immunology, anak yang tumbuh di lingkungan terlalu steril kurang mendapat paparan dari berbagai bakteri dan allergen, sehingga ia tidak dapat mengembangkan daya tahan tubuhnya dengan maksimal dan mudah terkena alergi. Oleh karena itu, Ibu harus membiarkan anak-anak untuk bereksplorasi di luar ruangan untuk melatih imunitas tubuhnya dengan maksimal.