Tetap Aktif Semasa Hamil dengan Olahraga yang Tepat

f7c8eb804f6647b08c76c011c84c351f845f0f25.jpeg

Banyak ibu hamil khawatir dengan berolahraga, karena membahayakan janinnya sehingga memutuskan tidak berolahraga selama masa kehamilan. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar mengingat sudah banyak penelitian membuktikan bahwa dengan berolahraga maka masa-masa kehamilan bisa dilalui dengan lebih nyaman.

 

1. Jalan kaki

Jalan kaki ringan dan tidak dalam jarak tempuh yang jauh tidak memiliki kontradiksi bagi kehamilan. Agar olahraga ini bermanfaat optimal, perhatikan intensitannya, yakni 50% - 70% dari denyut jantung kita. Cara menghitungnya: 220 (denyut jantung maksimal) dikurangi usia kali 100%.

Manfaat yang didapatkan sangat banyak, mulai dari memperkuat kesehatan paru-paru, jantung, melancarkan aliran darah hingga meningkatkan stamina. Dari segi psikis, berjalan sambil menghirup udara segar bisa menghilangkan stres.

 

Baca juga: Kiat Bekerja di Kantor Selagi Hamil

 

2. Olahraga Air

Bergerak di dalam kolam renang akan terasa lebih ringan karena bobot tubuh disokong oleh tekanan air. Perlu diperhatikan area kolam renang yang licin mungkin berbahaya bagi ibu hamil yang kandungannya menginjak 7 bulan atau lebih karena risiko terpeleset. Jadi lakukanlah di trimester pertama sampai kedua. Manfaatnya pun beragam, mulai dari membantu tidur lebih nyenyak, meringankan rasa mual hingga memperkuat otot-otot di sekitar panggul yang bisa membantu memudahkan proses persalinan.

 

3. Angkat Beban

Mungkin terdengar berisiko namun jika dilakukan dengan benar di pusat kebugaran maka manfaatnya juga terasa seperti menguatkan otot dan mengurangi keluhan rasa nyeri selama hamil.  Raul Artal, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas St Louis, Washington, Amerika Serikat, menyatakan batas aman berat yang diangkat oleh wanita hamil adalah 13 kilogram.

Pastikan latihan diawali dan diakhiri dengan peregangan. Gerakkan seluruh tubuh agar semua otot bergerak. Lakukan dari intensitas ringan sampai sedang. Jangan mengerahkan tenaga berlebihan karena akan mengganggu sirkulasi darah janin.

 

4. Yoga

Secara fisik dan emosional, yoga akan membantu ibu hamil mengurangi tekanan yang datang. Gerakan yoga memberikan relaksasi dan kelenturan bagi otot ibu yang mulai kaku dan sedang beradaptasi dengan janin yang sedang tumbuh kembang. Manfaat teknik pernapasan selain untuk merelakskan diri juga berguna untuk persiapan proses persalinan.

 

5. Pilates

Gerakan pilates mengutamakan fleksibilitas, kekuatan otot dan keseimbangan yang bagus untuk proses persalinan maupun menghindarkan diri dari rasa nyeri berlebihan. Pilates yang terkonsentrasi pada latihan di perut ini jangan dipaksakan dengan gerakan yang terlalu kompleks, cukup pelajari teknik pernapasan saat melatih perut.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini