Ups, Hampir Semua Produk Kemasan Ada Lemak Jenuhnya Lho!

af1850a456c4848cc9e99ba5e42b907104b1fc9b.jpeg

Bagi yang sedang menjalani program diet atau sedang membiasakan pola makan yang sehat, lemak sepertinya menjadi momok yang harus dihindari. Padahal nutrisi ini juga diperlukan sebagai sumber energi ketika karbohidrat tidak tersedia. Selain itu, juga membantu menjaga suhu tubuh, melindungi organ-organ vital, dan membantu menyerap vitamin yang larut dalam lemak.

Walau baik bagi kesehatan, ada jenis lemak yang berefek negatif bagi kesehatan tubuh, yaitu lemak jenuh. Hampir semua produk kemasan mencantumkan lemak jenuh sebagai kandungannya lho. Sebelum panik, simak tips-tips di bawah ini agar tidak memberi risiko buruk bagi tubuh.

Kebutuhan lemak rata-rata dalam tubuh per harinya menurut Mayo Clinic Foundation, lembaga pengkajian kesehatan kenamaan Amerika, adalah sekitar 20-35% total kalori per hari. Jika rata-rata kebutuhan kalori yang dibutuhkan adalah sebesar 2000 kalori, maka membutuhkan 44-78 gram lemak total per hari.

Lemak yang buruk bagi tubuh adalah lemak jenuh dan trans, sehingga produsen makanan harus mencantumkannya dalam label nutrisi di kemasan produk. Menurut Food and Drug Administration, lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol, memicu penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Batasi lemak jenuh sebesar 10% dari total kalori, jadi untuk diet 2000 kalori, Anda dapat mengonsumsi hingga 22 gram lemak jenuh.

Pada produk Nestlé CERELAC ayam dan bawang untuk usia 6-24 bulan dapat diketahui kandungan lemak jenuh dalam 20 gram per sajian sebesar 2 gram. Dalam arti lain, dari jumlah 20 gram Nestlé CERELAC ayam dan bawang untuk usia 6-24 bulan yang disajikan dalam sekali makan menyumbangkan lemak jenuh sebanyak 2 gram dalam tubuh.

Lebih lanjut, Melodie Anne Coffman, M.Sc, ahli nutrisi Amerika, menyebutkan lemak jenuh mempunyai ciri khas, yaitu memadat pada suhu kamar. Untuk mengurangi asupan lemak jenuh, batasi olahan makanan yang mengandung sumber hewani, seperti daging dan susu, minyak sawit, dan minyak kelapa yang tercantum pada label makanan.

Jadi, Batasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, untuk menjaga kesehatan tubuh Anda ya.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini