a5582e635cbb1243ea0394a40ed00c3dfe9b9d3f.jpeg

Anak-anak seperti sudah menjadi kesatuan dengan pemanis ini. Permen, cokelat, cupcake dan masih banyak lagi makanan favorit si kecil dengan bahan utama gula. Padahal anak masih butuh banyak asupan nutrisi lainnya. Sugar rush atau kebanyakan makan gula memiliki efek yang buruk bagi kesehatan anak-anak. Konsumsi gula yang tinggi pada anak-anak berisiko menyebabkan si kecil mengalami obesitas, kurang gizi dan hiperaktif.

Pada tahun 2008, The Lancet menerbitkan sebuah penelitian tentang hubungan antara obesitas dan konsumsi gula. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang mengonsumsi banyak makanan dan minuman manis memiliki kemungkinan besar mengalami obesitas. Hal ini karena kadar gula darah mereka yang tinggi dan kalori yang dihasilkan gula tidak langsung digunakan oleh tubuh melainkan disimpan sehingga menjadi lemak.

Sebenarnya belum ada penelitian yang bisa membuktikan kalau gula bisa membuat anak Anda mengalami hiperaktif. Mitos bahwa gula bisa menyebabkan hiperaktif pada anak timbul karena mereka cenderung menggila ketika dihadapkan pada suatu hidangan dengan taburan gula-gula dan pemanis di atasnya.

Konsumsi gula yang berlebihan pada anak-anak bisa membuat mereka mengalami batuk dan alergi. Gula dapat membuat anak-anak terserang gejala flu sebelum akhirnya menderita flu. Salah seorang otolaryngologoist dari Rumah Sakit Anak Nemours di Orlando mengatakan, bahwa pasiennya banyak yang mengeluhkan terkena pilek kronis, lendir berlebih, batuk dan gejala infeksi sinus.

Beberapa anak yang terlihat sehat menjalani kegiatan seperti biasa. Ketika malam tiba mereka naik ke tempat tidur dan terbangun tengah malam karena batuk berdahak, dan kesulitan bernafas. Setelah diperiksa, ternyata sebagian besar anak-anak ini memiliki kebiasaan minum susu cokelat manis. Kombinasi susu dan gula memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna karenaasangat asam. Ini berarti, ketika makanan masuk melalui kerongkongan, lalu menyentuh pita suara dan menyebabkan laringopasme.

Makanan tinggi gula menyediakan kalori kosong. Kalori kosong tidak memiliki nilai gizi. Anak-anak yang mengonsumsi kalori kosong cenderung kehilangan nutrisi penting, seperti vitamin, mineral dan antioksidan yang disediakan oleh makanan. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Awasi makanan si kecil dan mulai arahkan untuk mengonsumsi banyak makanan sehat lainnya yang rendah gula dan kaya akan nutrisi. Dengan begitu, si kecil tetap sehat dan bisa bermain dengan Anda sepanjang hari.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini