Bahaya Kekurangan Zat Besi Bagi Tubuh

76e67fc538971cbc5cb6e492e2fe9277adb6997d.jpeg

Seberapa pentingkah asupan zat besi bagi tubuh? Zat besi sangatlah penting bagi perkembangan otak anak. Menurut Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K) zat besi merupakan nutrisi terpenting untuk perkembangan mielin.

Apakah mielin itu? Mielin adalah pembentuk selubung syaraf yang sangat penting bagi kerja otak. Otak manusia berisi kumpulan saraf yang kerjanya berdasarkan aliran impuls dari saraf yang satu ke yang lain. Tanpa mielin impuls tersebut tak akan  berjalan optimal.

Para ahli berpendapat zat besi  adalah unsur penting dalam produksi dan pemeliharaan mielin serta mempengaruhi aktivitas saraf. Selain itu, zat besi membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf.

Lalu apa yang akan terjadi jika tubuh kekurangan zat besi?  Pertama, proses mielinasi akan terganggu. Nah, terganggunya proses mielinasi ini akan menyebabkan fungsi pendengaran dan pengelihatan menurun. Kemudian, pembentukan zat kimia penunjang kerja otak (neurotransmitter) akan terhambat. Semua sel saraf diatur oleh zat kimia yang disebut neorotransmitter. Jika tubuh kekurangan zat besi akan mengakibatkan terhambatnya proses produksi zat kimia penunjang otak tersebut.

Sistem kerja otak pasti berhubungan dengan kecerdasan dan kemampuan belajar anak. Hal ini merupakan akibat kekurangan zat besi yang terlihat. Kekurangan zat besi pada usia sekolah juga menyebabkan sulit konsentrasi dan gangguan kecerdasan terutama untuk pelajaran matematika. Selain itu, dapat juga menyebabkan penurunan nilai tes psikologi, tes konsentrasi, mengurangi kemampuan belajar konsep, dan menurunkan daya ingat.

Selain penting bagi sistem kerja otak, zat besi juga penting bagi pembentukan sel darah merah. Sehingga, kekurangan zat ini bisa menimbulkan anemia atau penyakit kurang darah. Sel darah merah punya tugas mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi kekurangan, anak akan kekurangan oksigen secara kronis. Hal ini berbahaya jika anemia terjadi lalu ditambah efek kekurangan zat besi yang lain, anak bisa mengalami berbagai penyakit.

Mengingat pentingnya konsumsi zat besi pada tubuh, sebaiknya asupan zat besi ini dipenuhi ketika anak masih di dalam kandungan. Perlu diingat bahwa perkembangan otak anak sudah dimulai sejak masih berbentuk janin. Kemudian, lakukan deteksi dini anemia kekurangan zat besi pada bayi, jika kadarnya kurang dari 11 mg/dl pada usia 9 bulan berarti dibutuhkan terapi zat besi sedini mungkin.

Banyak orang tua yang belum mengetahui pentingnya asupan zat besi pada anak. Oleh karena itu, demi terwujudnya generasi bangsa yang aktif dan cerdas, diperlukan pengetahuan tentang pentingnya asupan zat besi sejak dini.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini