aab7691a0e4f011ed33df1af0fababab730ef09d.jpeg

Siapa bilang yoga hanya untuk orang dewasa? Yoga bisa dilakukan oleh anak-anak. Bahkan yoga bisa dilakukan berpasangan anatara Ibu atau Ayah dengan anak. Bukan hanya itu, yoga pun bisa dilakukan bersama-sama seluruh anggota keluarga. Seru dan manfaatnya juga banyak.

Yoga untuk Anak-anak

Tina Maladi dari Kids Yoga Jakarta menjelaskan berbagai manfaat yoga bagi anak-anak. Tina yang awalnya mendalami yoga anak-anak, atau kids yoga,  untuk mengajar anaknya sendiri, kemudian memutuskan untuk berbagi ilmunya ke anak-anak lain. Melalui program workshop yang diadakan Kids Yoga Jakarta, Tina memperkenalkan manfaat yoga bagi anak-anak kepada orangtua maupun terapis anak-anak berkebutuhan khusus.

Tina menyatakan bahwa kids yoga pastinya berbeda dengan yoga untuk orang dewasa. Jangan mengharapkan kelas yang sunyi dengan alunan musik syahdu, di kelas kids yoga anak-anak akan masuk ke dunia khayalan penuh keseruan. Satu sesi mereka ada di tengah hutan rimba, di sesi lainnya mereka akan berpetualang menjadi pahlawan super.  Kids yoga, khususnya bagi anak-anak yang kecil biasanya akan melibatkan lagu dan nyanyian, permainan, cerita dan berbagai perlengkapan yang bisa membuat suasana tetap seru dan menarik bagi anak. Salah satunya dengan memanfaatkan kartu yoga seperti yang dikeluarkan oleh Kids Yoga Jakarta.

Manfaat dari kids yoga menurut Tina adalah meningkatkan kemampuan anak untuk fokus dan konsentrasi, meningkatkan self-awareness, dan yang utama adalah melatih pernapasan anak. Tina menyatakan bahwa inti yoga adalah napas, jadi ini yang perlu jadi fokus utama ketika anak melakukan yoga, benar atau tidaknya pose yang dilakukan anak bukan hal yang utama. Bukankah ketika anak lahir ke dunia yang pertama kali diperiksa juga pernapasannya? Ketika napas anak sudah benar, kaitannya akan kepada kemampuan bicara mereka menjadi lebih baik, fokus mereka juga jadi lebih baik. Selain itu anak-anak tubuhnya masih berkembang terus, sehingga urusan pose memang jadi nomer kesekian dalam kids yoga. Memang lebih lanjutnya melalui yoga anak bisa lebih mengenal tubuhnya yang nanti berkaitan dengan kemampuan spasial mereka.

Selain itu, yoga juga banyak manfaatnya bagi anak berkebutuhan khusus. Ketika bicara kebutuhan khusus, bukan hanya sebatas autism, down syndrome, atau cerebral palsy saja, tetapi juga  kesulitan belajar sepertu speech delay atau kesulitan berkonsentrasi. Tentunya pendekatannya akan berbeda lagi sesuai kebutuhan si anak.

Yoga Berpasangan Ibu dan Anak

Kemudian, di dalam yoga ada yang dikenal sebagai partner pose atau pose berpasangan, dan ini bisa dimanfaatkan untuk dilakukan oleh Ibu dan anak. Dalam pose yang dilakukan berpasangan ini yang menjadi intinya adalah komunikasi. Karena Ibu dan anak tentunya memiliki postur tubuh, pengertian, dan persepsi yang berbeda. Jadi, bagaimana caranya agar terjadi keselarasan antara kedua orang yang melakukan yoga bersama ini.

Kenyataannya, selama ini komunikasi yang terjadi antara Ibu dan anak kebanyakan adalah komunikasi satu arah. Ibu merasa lebih tau, sehingga akhirnya merasa perlu mengarahkan anak. Ini juga terjadi ketika mereka melakukan yoga bersama. Si Ibu akan sibuk memperbaiki pose Si Kecil dan cerewet memberi arahan. Padahal, tidak harus begitu. Anak pun tau kemampuannya. Ada kalanya Ibu perlu membiarkan anak yang memberitahu dirinya, sebatas mana kemampuan si anak. Dan Ibu harus mendengarkan.

Jadi, yoga berpasangan ini  bisa membantu komunikasi dan rasa percaya antara Ibu dan anak. Si Kecil bisa merasa didengar dan si Ibu menjadi siap mendengar anak.

 

Bukan hanya  untuk anak-anak usia dini, yoga perpasangan Ibu dan anak juga banyak manfaatnya bagi orangtua dan anak-anak usia praremaja. Masa-masa praremaja ini sangat membutuhkan komunikasi yang baik antara Ibu dan anak, tentunya. Selain itu, pose-pose pada yoga bisa membantu anak praremaja untuk lebih fokus, percaya diri, juga mengenali karakter mereka sendiri, dan ibu sebagai orang yang paling dekat dapat membantu mereka.

 

Yoga untuk Keluarga

 

Tina juga menjelaskan bahwa sangat mungkin untuk melakukan yoga bersama-sama seluruh anggota keluarga. Khususnya di akhir pekan, dimana semua anggota keluarga lengkap ada di rumah, maka yoga bisa dijadikan media untuk bonding, mempererat hubungan antar anggota keluarga. Selain itu, sekali lagi, juga untuk meningkatkan komunikasi dua arah antara orangtua dan anak-anak.

 

Yoga sekeluarga yang dilakukan di rumah tidak perlu dilakukan dalam 1 jam penuh seperti kelas yoga. Bisa saja dilakukan dalam waktu 10 menit melalui ‘permainan’ napas balon. Atau jika anak-anak masih kecil usianya bisa memanfaatkan cerita. Tina member contoh misalnya mengajak anak berhayal pergi berpetualang ke dalam hutan menjadi sekeluarga singa. Ada ayah singa, ibu singa, dan anak singa. Bagaimana sih, suara singa? Lalu mereka beramai-ramai meniru suara singa. Ini bukan hanya meniru suara, tetapi sesungguhnya juga belajar bernafas. Kemudian, tentu ada banyak pohon di dalam hutan. Setiap anggota keluarga bisa memilih mau menjadi pohon apa, apakah pohon yang tersenyum, pohon yang serius, atau pohon yang suka tertawa? Mereka pun melakukan tree pose dari yoga sesuai karakter pohon yang mereka pilih. Tanpa disadari anak belajar mengenali karakter diri mereka. Kegiatan yoga bersama keluarga ini menjadi kegiatan bermain yang terstruktur.

 

Jadi, sesungguhnya yoga yang melibatkan seluruh anggota keluarga itu sangat mungkin dilakukan, dan banyak manfaatnya. Yuk Sahabat, coba lakukan yoga bersama anak-anak di rumah. Selain tubuh jadi sehat, dapat membangun komunikasi dan kebersamaan dengan anggota keluarga, kegiatan ini juga seru sekali. 

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini