Toscana (Restoran Italia)

eec2ae4d5e3243dd92a95cf27e06a5a02c6053ed.jpeg

Bagi penggemar kuliner di Jakarta, area atau daerah Kemang mirip  lorong panjang yang mengasyikan penuh dengan beragam jenis hidangan lezat. Ini dikarenakan jumlah resto yang sudah merambah sampai keluar ruas jalan utama yang merupakan salah satu urat nadi penting di Jakarta Selatan.

Toscana adalah salah satu resto yang berdiri diakhir tahun 2000an dan mengkhususkan pada hidangan Italia. Terletak dijalan utama Kemang, tempatnya tidak terlalu sulit ditemukan, walau tampilan dimuka lumayan sederhana dan hanya memiliki beberapa tempat parkir kendaraan mobil. Ini juga yang jadi pertimbangan untuk berkunjung disiang hari sebelum keramaian waktu bersantap dimulai.

Cuaca cerah (baca: panas) menjelang siang, mendadak tenggelam sewaktu memasuki resto. Cahaya lampu sedang dan kombinasi warna gelap dari furniture berhasil menciptakan atmosfer tenang juga nyaman. Tiap meja ditutup dengan kain putih siap dengan gelas diatasnya, ditambah vas kecil dengan setangkai mawar merah; tampilan klasik dan khas Eropa.

Buku menu dan berbagai jenis minuman yang didominasi anggur juga cocktail beragam langsung diberikan oleh pramusaji. Kali ini konsentrasi akan lebih ditekankan pada hidangan karena minuman beralkohol kurang cocok pada siang hari apalagi nanti harus mengemudikan mobil. Rupanya buku menu cukup sederhana, penuh dengan hidangan favorit asal negeri pasta dan pizza ini. Ditambah beberapa paket lunch berisi 3 jenis hidangan termasuk minuman ringan, seakan Toscana memberi janji lebih dari yang dibayarkan. Semoga…

Kali ini beberapa jenis hidangan termasuk pizza dan pasta sudah siap dipesan. Dimulai dari sop sayur bernama Minestrone, dengan rasa segar yang didominasi oleh bahan tomat dan kaldu memang memberi paduan yang berbeda. Sayuran dalam sop sedikit berbeda pada sop sejenis yang khas ini, tidak terlalu empuk dengan potongan yang besar. Sesendok sop ditambah sepotong roti dari berbagai jenis pilihan sebagai sajian standar resto Toscana ditiap meja, rasanya tidak salah jika beberapa penghargaan sebagai resto terbaik pernah diraihnya.

Tidak lama sepiring pizza Capricciosa yang dibakar didalam oven berbahan kayu bakar siap diatas meja. Berkulit tipis, pizza bertaburan tomat, ham, jamur, bawang bombay dan tentunya buah zaitun. Bisa jadi karena ukurannya tidak begitu besar, pizza-pun hanya dipotong jadi empat bagian. Tiap bagian terasa istimewa sewaktu disantap hangat, keju mozzarela yang masih meleleh  sangat menyenangkan apalagi dengan banyak isi lainnya. Jika masih kurang berselera, ada tambahan keju parmesan atau bubuk cabai yang pedas menyengat.

Sedang untuk pasta, Ravioli ala Toscana; pasta segar berisi daging giling anak sapi dengan saus tomat juga keju mozzarella.  Tampilannya sekilas kurang meyakinkan karena berwarna kuning pucat, tapi semua berubah pada gigitan pertama. Kesegaran bahan dan rempah yang pas mewujudkan rasa Italia yang otentik, menyenangkan sekali.

Untuk lebih memantapkan pengalaman, ada satu pizza lagi yang akan diicip. Ini adalah jelmaan 4 bahan berbeda yang dikombinasi dalam 1 hidangan seakan mewakili 4 musim dibenua Eropa: Quatro Stagioni. Didominasi artichoke, jamur, buah zaitun, keju mozzarela dan daging asap, rasa pas dan unik karena semua bahan dapat dikatakan memiliki rasa gurih tapi tidak membuat pizza terlalu asin. Adonan pizza hangat hasil bakaran oven yang pas juga menambah sensasi garing yang pas. Sedikit saran, sharing atau berbagi akan lebih menyenangkan karena ukuran pizza lumayan besar dan hanya terdiri dari 4 potong.

Sebagai penutup, merupakan favorit yang muncul dalam berbagai versi: Tiramisu. Sedikit berbeda jika dibanding penyajian yang umum yaitu berbentuk cake potong. Tiramisu disiapkan dalam gelas individual seperti pudding, lebih dari cukup untuk 1 porsi manakala berkeinginan untuk sesuatu yang manis dimulut. Nuansa rasa kopi dan krim dari keju mascarpone segera tercecap, apalagi ada taburan bubuk coklat mengimbangi rasa manis yang mungkin berlebih. Tanpa tunggu lama, Tiramisu-pun berpindah tempat dan menyisakan kesenangan yang menyenangkan.

Akhirnya  santap siang kali ini benar-benar ditutup dengan Coffee Latte. Sepertinya ini perlu karena perjalanan menuju tempat lain dengan berkendara agar tidak mengantuk. Kopi susu terasa lembut tapi dengan efek kuat khas kafein segera memberi semangat baru. Jadi apakah janji Toscana akan hidangan bernilai lebih bisa dipenuhi? Kali ini jawabannya lebih meyakinkan setelah tegukan Coffee Latte. Terbukti dengan makin banyaknya pengunjung resto disiang hari; Anda layak mencoba untuk pengalaman bersantap yang menyenangkan.

Restaurant remarks:

Food/makanan                    :        4/5

Value/harga makanan       :        3/5

Ambience/suasana            :        5/5

Service/layanan                  :       3/5