Semangat Menegakkan Peraturan Di Rumah

7dfcdf3fe89de4fb926b17eca3c7b3c057382f94.jpeg

Kita pasti punya kesimpulan yang sama tentang hal ini. Kita akan mengatakan bahwa memang tidak mudah untuk bisa menegakkan disiplin buat si kecil di rumah.

Membuat disiplin memang gampang, tapi untuk bisa menegakkannya dan menjadikannya dipatuhi,  ini dia yang sulit. Cuma, pilihan kita memang bukan soal mudah atau susah.

Susah atau mudah tetap perlu kita lakukan. Disiplin sangat berguna buat perkembangan anak. Disiplin akan membentuk karakter dan karakter ini akan membentuk nasib.

Agar disiplin itu bisa dipatuhi, memang ada beberapa hal yang perlu kita lakukan. Yang paling mendasar di antaranya adalah:

Keseimbangan

Jangan semuanya didisplinkan, nanti akan terasa kaku dan ketat. Seimbang antara apa yang harus didisiplinkan dan dibiarkan (untuk melatih kreativitas)

Kemaslahatan anak

Disiplin itu kita buat untuk kebaikan / kemaslahatan anak, bukan untuk memenuhi ego kita. Kita menjadi orang yang menekan anak, bukan menjadi pengembang.

Berproses / Bertahap

Buatlah disiplin setahap demi setahap. Hindari memberondong anak dengan seabrek disiplin. Ini akan membingungkan dan sulit ditaati.

Bersahabat namun tegas

Komunikasikan disiplin itu dengan cara-cara yang bersahabat, namun harus ditegakkan dengan tegas (bukan dengan kasar). Ketika pelanggaran terjadi, harus ada konsekuensi / pertanggung jawaban.

Konsisten

Ini memang harus ada contoh dari kita. Mana mungkin anak bisa konsisten kalau kita sendiri tidak konsisten. Disiplin bangun pagi harus dicontohkan dari kita.

Idealnya, disiplin apapun yang akan kita tegakkan itu sudah kita komunikasikan atau sudah kita sepakati lebih dulu. Kesepakatan akan sangat membantu dan akan terasa lebih bersahabat.

Yang juga penting adalah memberikan reward, dalam bentuk apapun, baik ucapan, perlakuan, atau pemberian hadiah, jika si anak berhasil menaati disiplin tertentu.

Jangan sampai kita hanya menghukumnya ketika melanggar, tapi dingin-dingin saja ketika anak berhasil mematuhinya. Reward juga akan membuat anak semakin “pede” bahwa dia mampu.

Hal yang penting lagi adalah perlu pendukung. Misalnya kita mendisiplinkan anak harus belajar malam. Tentu, kita perlu menciptakan pendukung. Katakanlah kita sepakat untuk tidak ada yang menyalakan televisi atau bikin acara yang mengganggu.

Semoga bisa kita jalankan.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini