Saat Si Kecil Mengenal Makanan Padat

896a5dbf224106ba225e170e13bbf5d681956ca5.jpeg

Perlahan tapi pasti buah hati Anda akan tumbuh dan berkembang hingga menjadi dewasa. Tahap demi tahap pertumbuhan bakal dia alami, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja sampai dewasa. Semua akan terlalui dengan proses dan penyesuaian. Salah satu yang hal yang akan dilalui si kecil sebagai proses penyesuaian pertamanya adalah perubahan asupan. Jika saat bayi, si kecil hanya akan menerima ASI, maka berikutnya dia juga harus dikenalkan dengan makanan padat.

Meski begitu, tak mudah mengenalkan makanan padat pada anak, karena tak jarang anak akan menangis ketika diperkenalkan dengan makanan yang teksturnya berbeda dengan ASI.. Menurut Dr. Handrawan Nadesul, salah satu kontributor Nestle, makanan padat pertama diberikan saat anak sudah mencapai usia enam bulan. Pada waktu tersebut, sistem perncernaan anak sudah cukup siap untuk menerima sumber makanan selain air susu ibunya.

Untuk memulai proses makanan padat pertama ini, bisa Anda sajikan bubur susu. Anda dapat memilih produk Nestle CERELAC Beras Merah dan Susu yang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil. Bubur susu ini dibuat dari susu bubuk skim, tepung beras merah, gula, minyak nabati, minyak ikan dan beragam vitamin dan probiotik yang baik untuk pencernaan si kecil.

Pentingnya menyediakan bubur susu, agar sistem pencernaan si kecil mengenal beragam makronutrisi seperti karbohidrat, protein dan lemak dan mikronutrisi seperti mineral dan vitamin, tanpa menghilangkan rasa sumber makanan pokok si kecil sebelumnya, yaitu susu. Di samping itu, bubur susu juga berfungsi menggantikan kebutuhan nutrisi dari ASI, bilamana sudah tak memadai lagi pada usia di atas enam bulan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pembuatan bubur susu yang tepat. Seduh dengan menggunakan air panas, hingga bubur susu benar-benar pas untuk konsumsi buah hati Anda. Jangan sampai terlalu encer ataupun terlalau padat, karena bisa menyusahkan proses pencernaan anak. Perhatikan pula porsi penyajian makanan padatnya agar tidak sampai berlebihan. Anda bisa mengikuti saran penyajian yang ada dalam label nutrisi kemasan atau meminta saran langsung dari dokter.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini