Pintarnya Si Kecil Membaca Label Nutrisi

ac4c8259239e6e943baf2b04e75bb7b207f9be10.jpeg

Saat ditanya tentang label nutrisi sebagian besar orang akan menjawab sejenis label yang selalu ada di balik setiap kemasan makanan. Namun, ketika ditanya lebih spesifik, apakah paham dengan maksud label nutrisi, kebanyakan orang mungkin akan menjawab tidak begitu mengerti. Maka dari itu, supaya buah hati Anda bisa memahami label nutrisi sejak dini, cobalah untuk mengajarinya dari sekarang.

Anda dapat mengajarkan si kecil tentang label nutrisi secara lebih mudah dengan langkah sebagai berikut ini.

Periksa Saran Penyajian
Poin pertama yang perlu Anda ajarkan pada anak-anak adalah tentang saran penyajian. Label ini menjelaskan tentang jumlah sajian yang diperlukan agar bisa mencukupi gizi harian. Biasanya dituliskan ke dalam satuan gram. Masing-masing kemasan memiliki saran penyajian yang berbeda. Cobalah untuk memperhatikannya agar tidak sampai mengonsumsi berlebihan. Demikian yang dilansir dari
Food and Drugs Administration, Amerika Serikat.

Jumlah kalori total
Berikutnya, ada jumlah kalori total. Menurut Family Doctor, Kalori sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan banyaknya jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Informasi Jumlah Kalori Total berguna untuk mengetahui berapa besar kalori yang akan didapat dengan mengonsumsi makanan tersebut. Penghitungan jumlah kalori total biasanya sudah ditentukan dengan membandingkan kebutuhan gizi harian.

Kandungan nutrisi
Isi label nutrisi yang terakhir menjelaskan tentang kandungan nutrisi yang ada dalam setiap makanan maupun minuman kemasan. Biasanya mencakup, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang penting dibutuhkan oleh tubuh. Jumlah takaran zat gizi ini digambarkan dalam bentuk persentase. Tinggal dilihat, semakin besar persentasenya maka semakin tinggi pula kandungannya.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah kandungan lemak dan gula. Amati baik-baik, apakah persentase lemaknya tinggi atau tidak. Demikian pula dengan kandungan gula yang dimasukkan dalam karbohidrat. Bila persentase karbohidrat tinggi, maka gula dalam makanan tersebut juga tinggi. Apabila kandungan keduanya cukup tinggi, bisa dikatakan makanan tersebut kurang baik bagi kesehatan. Khususnya lagi, bagi anak-anak yang sedang mengalami proses tumbuh kembang. Hal ini sesuai dengan penjelasan American Heart Association.