Jajan Sembarangan dan Kebiasaan Lain yang Menyebabkan Diare pada Anak

59efbcedeed9d21348ec19b3029212c6c1c376a7.jpeg

Diare adalah salah satu penyakit yang paling sering menjangkit tubuh anak. Ditemukan juga fakta bahwa sekitar 30-70 persen pasien anak di rumah sakit mengalami masalah diare. Bahkan ternyata diare menjadi penyebab ke-2 tertinggi kematian pada anak terutama anak di bawah usia 5 tahun, seperti yang tertera dalam jurnal kesehatan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) oleh dr. Made Ratna Dewi.

Oleh karena itu, jangan sampai diare pada anak mengganggu proses tumbuh kembangnya ya Bu. Sebaiknya Ibu kenali lebih dalam lagi, apa saja hal yang sering menjadi penyebab si kecil terjangkit diare. Apalagi ternyata penyebab tersebut berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang sering si kecil lakukan. Dengan demikian, upaya membentengi si kecil dari penyakit diare pun menjadi lebih mudah, jika Ibu sudah mengetahui penyebabnya berikut ini.

 

Jajan Sembarangan

Menurut Alexander Rapisarda, MD, seorang dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi di Rumah Sakit Robert Wood Johnson University di East Brunswick, Amerika Serikat menyatakan bahwa kasus terkontaminasi makanan menjadi penyebab terjangkitnya penyakit diare pada anak yang paling sering terjadi. Oleh karena itu, kebersihan makanan menjadi hal yang sangat penting.

Penyebab diare pada anak umunya terjadi karena faktor makanan yang dikonsumsi. Apalagi di usia sekolah, seringkali anak jajan sembarangan di sekolah. Kebersihan dan keamanan makanan jajanan sudah jelas tidak terjamin Bu, karena jajanan yang dijajakan oleh penjual disajikan secara terbuka, sehingga mudah terkontaminasi oleh polusi dan debu dari jalanan hingga lalat dan binatang lain yang hinggap di makanan.

Selain itu jajanan anak juga tidak mengandung kebutuhan gizi yang cukup dan juga dikenal berbahaya, karena biasanya mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh, mulai dari zat pewarna buatan hingga formalin yang dapat membahayakan kesehatan anak-anak.

Meskipun Ibu sebagai orang tua tidak bisa mengawasi atau memperhatikan kebersihan makanan si kecil di sekolah. Ibu bisa melindungi si kecil dari kontaminasi bakteri dengan menyediakan minum dan bekal makanan yang dibuat sendiri di rumah.

 

Tidak Mencuci Tangan Sebelum Makan

Kebiasaan sederhana ini bisa menyelamatkan si kecil dari berbagai ancaman penyakit, termasuk diare. Jadi sebaiknya Ibu selalu tanamkan kebiasaan mencuci tangan untuk si kecil. Terutama setelah menggunakan toilet atau setiap akan mengonsumsi makanan.

Tangan adalah organ tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda-benda juga orang-orang di sekeliling Ibu dan si kecil. Melalui sentuhan-sentuhan tersebut, kotoran, bakteri, virus dan lainnya yang dapat menyebabkan penyakit berpindah dari banyak tempat dan berkumpul di tangan Anda.

Maka dari itu biasakan cuci tangan dengan sabun untuk membersihkan kotoran di tangan, untuk menghindari risiko terjangkitnya penyakit diare pada anak.

 

Makan Makanan Tidak Matang atau Tidak Dicuci Bersih

Sebuah lembaga kesehatan di Amerika Serikat, yakni The Centers for Disease Control and Prevention, menyebutkan bahwa daging yang tidak dimasak hingga matang sempurna masih mengandung bakteri E Coli yang berkembang dan tidak mati oleh proses pemasakan, sehingga dapat menyebabkan si Kecil terjangkit penyakit diare.

Tak hanya daging saja yang harus dimasak hingga matang sempurna, sebaiknya Ibu juga menghindari menyiapkan sayuran mentah untuk si kecil, misalnya saja lalapan. Sayuran mentah bisa menularkan bibit penyakit yang dapat mengganggu saluran pencernaan.

Agar terhindar dari diare dan gangguan saluran pencernaan lainnya, pastikan Ibu memproses daging hingga matang sempurna berwarna kecokelatan. Sedangkan untuk sayuran, cuci sayuran hingga bersih dengan air yang mengalir, jika perlu gunakan larutan pembersih anti bakteri yang efektif membersihkan sisa pestisida yang masih menempel pada buah. Selain itu Ibu bisa juga menggunakan bahan-bahan yang ada di dapur untuk membersihkan sayuran, seperti garam dan juga air perasan lemon. Setelah itu masak sayur hingga matang, agar bakteri yang menjadi penyebab diare mati saat proses masak.

 

Tempat Bermain atau Mainan Anak yang Kotor

Penyebab diare pada anak juga ternyata berasal dari lingkungan terdekat lho Bu, yakni tempat ia bermain dan juga mainan favoritnya. Bayi dan balita seringkali masih suka memasukkan barang-barang ke dalam mulutnya. Padahal pada mainannya tersebut terdapat virus dan bakteri yang telah tercemar dari manapun bahkan mulut si kecil. Oleh karena itu, sebaiknya Ibu menjaga si kecil saat bermain agar ia tidak memasukkan barang-barang kotor ke dalam mulutnya.

Tak hanya mainan, tempat bermain pun juga bisa menyebabkan si kecil terjangkit diare. Jika si kecil bermain di tempat kotor sambil merangkak, menyandar, bergulang-guling kesana kemari, lalu kemudian memasukkan mainan kotor ke mulutnya, maka ia akan terkontaminasi kuman yang menyebabkan penyakit diare. Jadi pastikan mainan dan tempat bermain si kecil selalu terjaga kebersihannya ya Bu.