DUKUNG SI KECIL MEMBANGUN SELF IMAGE POSITIF

2c9c9850e3024d8bbc359199c1b0d648a50b9a2f.jpeg

Masa kanak-kanak adalah masa terpenting untuk membangun self image positif. Mengapa? Karena otak kanak-kanak dapat merekam informasi dengan cepat dan menyimpannya sebagai memori jangka panjang. Karenanya, kita perlu  terus memberikan penguatan pada anak, bahwa dirinya berharga, bisa dipercaya melakukan tugas-tugas tertentu (sesuai usia), bisa diajak bekerja sama, dan seterusnya yang membuat anak merasa positif.

Jika anak sudah merasa nyaman terhadap dirinya sendiri, ia akan tumbuh dalam energi positif. 

Energi ini akan membuatnya terkoneksi dengan lingkungan dan memiliki self image positif, sehingga ia berkembang menjadi anak yang penuh percaya diri dengan self esteem yang baik.

Berikut ini adalah poin-poin tentang betapa pentingnya self image positif bagi anak:

  • Self image positif mendasari pembentukan rasa percaya diri pada anak, sehingga ia mampu melakukan tugas, meraih cita-cita, dan menjadi sukses nantinya. 
  • Self image memengaruhi seluruh aspek dan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga sangat menentukan pembentukan karakternya.

   KAPAN DIBERIKAN?

   Mulailah dari hal-hal kecil dalam keseharian:

  • Pada dasarnya setiap anak butuh rasa aman dari orang-orang dan lingkungan terdekatnya. Untuk itu penuhi selalu kebutuhannya akan sentuhan kasih sayang dan kenyamanan fisik. Dengan merasa aman, akan tumbuh rasa percaya yang mendasar pada diri anak terhadap lingkungan. Membangun rasa aman harus dimulai sejak anak lahir dan berlanjut hingga usia selanjutnya.
  • Selanjutnya, berikan afirmasi positif terhadap perilaku anak yang juga positif. Pusatkan perhatian seutuh mungkin pada anak. Tunjukkan keterlibatan kita dengan sering memberikan komentar yang membangun.
  • Jika pada saat-saat tertentu orangtua tak dapat mendengarkan sepenuhnya, jelaskan sebabnya agar anak yakin tak ada penolakan terhadap pribadinya. Jika anak melakukan sesuatu yang tidak kita harapkan, katakan apa  akibatnya tanpa harus membuatnya merasa jelek dan kecil hati.
  • Setiap kali anak berhasil melakukan sesuatu, ingatlah untuk mengucapkan "terima kasih" dibarengi ciuman atau peluk sayang.

·         Jadilah pendengar yang baik, termasuk ketika kita merasa ceritanya bertele-tele. Jangan pernah meremehkan pendapat anak. Diskusikan tentang berbagai hal yang ingin diketahui anak.

·         Tidak menghakimi. Biarkan anak mengungkapkan perasaannya, yang baik ataupun buruk, secara bebas.

PENYEBAB SELF IMAGE NEGATIF

Ingatlah selalu, anak-anak sejatinya ingin dihargai  dan punya harga diri. Ia ingin diakui keberadaannya oleh lingkungan, terutama oleh orang-orang yang spesial baginya, yaitu ayah dan ibu. Jika ada yang mengatakan hal-hal buruk mengenai dirinya, maka kata-kata negatif itu akan melekat dan memunculkan self image negatif. Karenanya, kita perlu bijak  dalam memperlakukan anak.

Berikut ini adalah hal-hal yang membantu terbentuknya self image sekaligus self esteem negatif pada diri anak:

·    Rasa tidak aman: takut diabaikan oleh orangtua.

·    Dikritik terus-menerus oleh orang-orang terdekat.

·    Diberi label negatif, seperti “si nakal”, “si rewel”, “si rakus”, “si pemalu”

dan sebagainya.

·    Jarang mendapat penghargaan dan pujian.

·    Tidak mendapat cukup kasih sayang, rasa hormat, dan dukungan.

·    Sering di-bully, diledek, dan ditertawakan.

·    Pernah disiksa, dihukum berat di luar kepantasan usia. 

·    Selalu dibanding-bandingkan dengan saudaranya atau anak lain dan

dinilai lebih buruk.

·    Tidak diizinkan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sekolah dan permainan dengan anak-anak lain.

·    Kerap mendapat nilai buruk di bidang akademik.

·    Dianggap sebagai penyebab masalah orangtua.

·    Tidak diajari mengenai keterampilan bersosialisasi yang pantas.

·    Tidak didorong untuk mencapai prestasi belajar dan prestasi pribadi.

·    Sakit-sakitan di usia belia.

·    Selalu dikritik karena penampilan atau bobot tubuhnya yang tidak ideal (terlalu kurus ataupun terlalu gemuk).

·    Memercayai hal-hal yang tidak realistis yang ditangkap dari media (umumnya seputar penampilan selebriti dan model).

Mengingat pembentukan self image ini terbentuk semenjak anak berusia dini, orangtua perlu benar-benar bersikap bijak agar dapat selalu memberikan yang terbaik bagi anak. Ini berarti selain kita memperhatikan ucapan dan sikap kita terhadap anak, kita juga perlu menekankan hal ini pada orang-orang di lingkungan terdekat anak, selalu mendorong terbentuknya energi positif di dalam kehidupan keluarga kita.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini