Suntik HPV Cegah Kanker Cervix

948eb6bfc5542b627affe4cd0cd35ad6096ebcdc.jpeg

Kanker cervix atau kanker leher rahim merupakan momok ketakutan bagi semua perempuan karena tergolong dalam penyakit yang ganas dan juga dapat menyebabkan kematian. Gejala dan keluhan awalnya tidak selalu nyata sehingga sering kali terdiagnosa ketika kanker memasuki stadium lanjut. Apakah dengan adanya vaksinasi dapat menekan tingginya kasus penderita kanker cervix?

 

UMUMNYA kanker leher rahim ini jarang terdeteksi dini, kecuali jika rutin melakukan pemeriksaan Pap’s smear. Akan tetapi, pemeriksaan berkala Pap’s smear tidak dapat mencegah ancaman terhadap kanker serviks jika upaya pencegahan lain tidak dilakukan, termasuk dengan mencegah pola hidup seks bebas.

 

Angka kanker cervix meningkat seiring dengan melonjaknya seks bebas. Mengapa?

 

 

Virus papilloma

Telah lama diketahui bahwa cikal bakal kanker leher rahim adalah virus HPV (humanpapilloma virus) yang merupakansejenis virus kutil yang muncul pada organ vital.

Bukan seperti penyakit dadakan umumnya, pertumbuhan kanker cervix berlangsung lamban. Baru setelah bertahun-tahun, bisa puluhan tahun kemudian, kanker di ujung mulut rahim itu menampakkan diri. Pada stadium yang masih sangat awal (carcinoma in situ), hanya bisa dideteksi lewat pemeriksaan Pap’s smear (mikroskopik). Padahal pada stadium masih sangat dini ini justru kemungkinan untuk disembuhkan masih sangat besar.

Setahap lebih lanjut dari stadium nol ini, kanker sudah menampakkan diri sebagai luka, yang mungkin mudah berdarah. Keluar darah sehabis melakukan hubungn seksual, pada pasangan yang sudah menikah, dan bukan malam pengantin, harus dicurigai sebagai satu gejala kanker cervix. Terlebih bila disertai dengan nyeri goyang dimana istri merasakan nyeri kalau menggoyangkan pinggul.

 

 

 

Vaksin HPV

Terdapat vaksin yang dapat meningkatkan tingkat kekebalan tubuh terhadap serbuan virus HPV yang menyerang leher rahim.

Vaksin ini merupakan suatu upaya memasukkan virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh dengan harapan bahwa tubuh akan memproduksi zat anti terhadap virus yang menyerangnya. Dengan demikian, kemungkinan serangan virus HPV dapat digagalkan secara diniberkat peningkatan kekebalan tubuh.

Namun,terdapat beberapa jenis strain yang ada dan tidak semua strain virus HPV dapat dijadikan bahan pembuat vaksin. Artinya, apabila virus kutil yang menyerang leher rahim bukan yang diliput oleh bahan vaksin (type 6, 10, 16, dan 18), kekebalan yang diperoleh tak mampu membendung serangan virusnya. Dengan kata lain,masih terdapat kemungkinan terkena kanker jika type virus yang menyerang bukan type yang dibuat menjadi vaksinnya.

Namun meski begitu, tetap saja vaksinasi yang dilakukan tiga kali selang sebulan dan 6 bulan ini tetap saja perlu, karena sekurang-kurangnya sudah melindungi sebagian besar kemungkinan terserang virusnya. Harga yang dibayar untuk itu hampir tak ada artinya dibanding kerugian yang ditimbulkan akibat mengidap kankernya.***

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini