Rumah Bebas Kuman

6f0f474fb9cf1cc0b486a38e2af6151203a18264.jpeg

Tip menumpas kuman di seluruh penjuru rumah kita.

Seberapa sering kita membersihkan rumah, tidak bisa menjadi patokan bahwa rumah kita sudah bisa terbebas dari segala bakteri serta virus. Sebab membiarkan 1 persen jenis kuman di dekat kita saja sudah mampu menimbulkan masalah kesehatan bagi kita sekeluarga, seperti mata berair, bersin, kulit gatal, sampai reaksi alergi, asma, serta terjadi infeksi serius.

Yuk.. Temukan spot kuman di rumah kita dan lenyapkan segera dengan solusi yang tepat.

Ruang tamu.

Spot kuman: Sofa adalah biang keladi untuk kuman-kuman bersarang di ruangan ini. Sebab sofa diduduki oleh lebih banyak “tamu” dibanding tempat duduk di ruangan yang lain. Belum lagi, jika kita memiliki binatang peliharaan yang suka bersantai-santai di sekitar sofa. Ini akan memperbesar kemungkinan kuman-kuman tinggal di ruangan ini.

Solusi: Basmi kuman di sofa dengan menggunakan vacuum cleaner. Baca instruksi pemakaian dengan benar. Pemakaian yang salah malah akan membuat debu berhamburan dan menyesakkan pernapasan kita. Bagi penderita asma dan alergi, melapisi sofa dengan kain yang mudah dicuci.

Ruang keluarga.

Spot kuman: Rak buku. Kebiasaan menyimpan banyak buku di berbagai tempat dalam ruang keluarga akan sebabkan mikroorganisme dari debu pada setiap buku ikut berkumpul dimana-mana. Dan kondisi ini akan menjadi lebih parah jika kita jarang membersihkan buku-buku tersebut. Buku yang tertumpuk lama akan menjadi lembap dan memicu jamur untuk berkembang biak.

Solusi: Pilihlah rak buku dengan penutup kaca untuk menyimpan berbagai koleksi buku kita. Lalu, gunakan lap lembap untuk memudahkan pembersihan debu yang menempel pada rak, buku dan pajangan lainnya.

Dapur.

Spot kuman: Seluruh bagian dapur. Ruangan favorit para ibu-ibu ini ternyata menduduki peringkat ke dua sebagai sumber kuman di rumah. Memang tidak aneh jika dapur bisa dihinggapi banyak kuman, karena di ruang ini kita sering melakukan beragam aktifitas, seperti menaruh, menyimpan, mengolah, memasak, serta mencuci bahan makanan. Tidak hanya debu dan kuman, sirkulasi udara yang kurang baiknya  juga bisa memicu terjadinya asma. Maka jangan heran jika aroma masakan yang menyengat dapat membuat kita bersin bahkan jadi pilek.


Solusi: Pisahkan bak air untuk mengolah dan mencuci makanan dengan bak air untuk mencuci piring dan gelas yang sudah terpakai. Selalu bersihkan segala lemak yang menempel pada bak air dengan menggunakan air panas. Usahakan setiap habis dipakai, sabut cuci untuk gelas dan piring kita rendam di dalam air panas, tiriskan dan simpan dalam kondisi kering.

Kamar tidur.

Spot kuman: Kasur. Karena biasanya kita menghabiskan lebih dari 8 jam setiap hari di kamar tidur, maka kotoran, debu dari kulit akan menempel pada kasur dan bantal serta membangun sarang bagi tungau debu berkembang biak . Selain itu, hangatnya suhu badan kita membuat tungau betah tinggal di sela-sela bantal.  Bahayanya, kotoran tungau debu adalah pemicu alergi dan asma yang paling sering dijumpai.

Solusi: Cucilah sprei, sarung bantal dan guling seminggu sekali secara berkala dengan suhu 60 derajat Celsius (suhu untuk membuat tungau mati). Bila memungkinkan, rendam dalam air panas usai di cuci. Pilihlah bantal bulu angsa, karena bantal serat polister mengandung kadar tungau 8 kali lebih tinggi.

Kamar mandi.

Spot kuman: Seluruh ruangan. Tingkat kelembapan yang lebih tinggi dari ruangan lain membuat kamar mandi menjadi tempat yang paling nyaman bagi jamur untuk berkembang biak. Terutama pada pojok kamar mandi dan keset.

 
Solusi: Bersihkan kamar mandi dan bak air secara rutin seminggu sekali. Biarkan sinar matahari masuk dengan mengganti beberapa genting tanah liat kita dengan kaca. Untuk mengurangi kadar kelembapan udara dala ruangan, buatlah ventilasi udara yang cukup. Dan, pilihlah keset dari bahan kain yang mudah dicuci setiap minggu.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini