Pilih-pilih Dokter Kandungan

85770b93cc5aa8eacd3780816bc20c49e7562f31.jpeg

Semua yang menyandang predikat dokter kandungan secara kemampuan dan kapasitas mestinya tidak berbeda. Kalau ada wacana pilih-pilih dokter kandungan, barangkali lebih pada kondisi non-medik masing-masing dokter sehingga tidak sampai harus merugikan pihak pasien. Oleh karena yang ditangani bukan hanya kasus persalinan, melainkan juga penyakit sehubungan dengan kandungan, pilih-pilih dokter kandungan sesungguhnya tidak selalu harus menjadi bahan pertimbangan.

BAGI kebanyakan wanita, bukanlah soal siapa dokter kandungan yang memeriksanya. Hanya sebagian kecil wanita yang lebih nyaman tidak diperiksa dokter kandungan pria. Sayangnya tidak banyak, kalau bukan amat langka dokter kandungan wanita.

Ketepatan dokter menegakkan diagnosis berlaku juga untuk dokter kandungan. Diagnosis bisa meleset kalau gejala dan tanda penyakit belum muncul nyata secara penuh (full blown). Siapa pun dokternya belum tentu bisa membangun diagnosis kalau gambaran penyakitnya belum lengkap. Ibarat menebak pohon mangga hanya dengan melihat batangnya, begitu juga penyakit pada manusia. Keputihan banyak penyebabnya. Begitu juga haid tak teratur. Kalau belum nyata gejala dan tanda lain yang mengiringinya, diagnosis apa di balik gejala keputihan dan haid tak teratur, belum tentu bisa tepat didiagnosis.

 

Untuk keperluan bersalin

Lebih perlu mempertimbangkan dokter kandungan yang hendak dipilih kalau tujuannya untuk persalinan. Mengapa? Oleh karena kasus persalinan itu spesifik dari aspek kedaruratannya. Saat anak akan lahir tidak selalu bisa persis diramalkan kapan detiknya anak akan keluar. Kita hanya bisa meramalkan hari harapan lahirnya (harapan partus). Sering terjadi ibu hamil kecewa karena saat detik anak sudah akan lahir, ketika pembukaan rahim sudah lengkap (10 Cm), dokter belum tiba di tempat bersalin. Alasannya karena dokter masih melayani di tempat lain, atau sebab lalu lintas padat sehingga dokter terlambat tiba. Kejadian seperti ini bisa dialami kalau dokternya sudah kebanyakan pasien, atau berpraktik di lebih dari satu tempat bersalin.

Dokter terlambat tiba saat persalinan sudah pembukaan lengkap bukan keadaan yang menguntungkan ibu hamil. Tak sehat menunda anak lahir kalau saat kelahiran sudah jatuh waktunya. Anak tak boleh dibiarkan berlama-lama berada di dasar panggul ibu kalau memang sudah waktunya harus keluar. Anak yang berada lama di dasar panggul ibu, bisa saja otaknya terancam kekurangan oksigen. Anak yang mengalami kekurangan oksigen bisa merugikan keutuhan otaknya setelah dilahirkan.

Bahaya itu timbul kalau selagi menunggu dokter tiba, ibu diminta untuk menahan mengedan supaya anak tidak dilahirkan dulu. Menahan anak yang sudah waktunya lahir bukan pilihan yang baik, selain berpotensi merugikan anak nantinya. Maka sebenarnya tidak perlu memilih dokter yang pasiennya banyak berlabel laris untuk melahirkan kasus persalinan normal.

Dokter kandungan berpengalaman baru diperlukan kalau persalinan bermasalah. Selama persalinan diramalkan tidak bakal memerlukan tindakan, seperti harus tindakan cunam (forcep), atau vacum, atau pembedahan, atau kehamilan dengan komplikasi penyakit lain, tak perlulahmemilih dokter yang laris. Selama persalinan tidak ada masalah, cukup dokter kandungan muda, karena sebetulnya bidan saja pun sama kemampuannya dalam menolong persalinan.

Tanpa mengurangi penghargaan kepada dokter kandungan senior yang pasiennya banyak dan praktiknya laris, dokter kandungan muda yang pasiennya masih terbatas malah bisa lebih telaten, lebih sabar, dan lebih teliti dalam menempuh proses persalinan. Kalau pasien dokter terlalu banyak, layanan medik berisiko kurang memuaskan, kalau bukan risikonya malah berujung merugikan pasien.

Tentunya Ibu selalu mempunya pertimbangan pribadi ketika memilih dokter. Termasuk apakah dokter tadi membuat si Ibu hamil merasa nyaman, dan ini tidak ada salahnya.

 

Beberapa Ibu memilih dokter yang informatif dan ‘enak’ diajak bicara. Selain itu, lokasin praktik dan rumah sakit juga perlu menjadi pertimbangan. Jangan pula memilih rumah sakit tempat dokter praktik yang jauh sekali dari rumah. Kita tidak akan pernah tau kondisi jalanan pada saat waktu melahirkan tiba.

 

Memilih dokter kandungan, seperti juga pilihan lain dalam berkeluarga tentunya diiringi berbagai pertimbangan untuk dapat selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga, dan tentunya si Kecil, bahkan sebelum ia dilahirkan ke dunia.***