Pentingnya Ruang Menyusui di Tempat Umum

8d0a6257b9cb2663350be08e54d62a754950cd87.jpeg

Meski hampir semua orang memiliki naluri untuk menyayangi anak kecil dan kehadiran anak adalah sumber kebahagiaan, tapi jangan heran kalau orang dewasa seringkali kurang peduli dengan hak-hak anak kecil.

Hal ini bisa dibuktikan dari minimnya kesadaran orang-orang dewasa untuk memikirkan ruang menyusui bagi anak kecil ketika hendak membangun gedung sampai ke minimnya anggaran pendidikan untuk anak kecil.

Bahkan, sebagian besar orang dewasa tidak membekali diri dengan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana membesarkan anak kecil ketika hendak memutuskan untuk memiliki anak. Hal ini banyak kita ketemui, bahkan di negara maju sekali pun.

Hak bagi seorang bayi kecil adalah mendapatkan ASI yang bagus dari ibunya kapanpun itu dibutuhkan. ASI dan bagaimana seorang ibu memberi ASI, menurut sejumlah penelitian,  tidak saja mempengaruhi kesehatan fisik si anak, tapi akan terkait dengan pembentukkan karakter si anak. Ibu yang kurang “sepenuh-hati” dalam memberikan ASI akan berdampak pada tingginya tingkat agresivitas si anak.

Sedangkan bagi si ibu, menurut beberapa penelitian pemberian ASI dapat membantu ibu terhindar dari kanker rahim, mempercepat kenormalan ukuran rahim, dan lain-lain. Atas alasan inilah maka sudah semestinya fasilitas ruang menyusui menjadi wajib di gedung-gedung perkantoran atau fasilitas umum.

Seperti apa ruang menyusui yang ideal?

 

Memang sudah banyak Peraturan Daerah atau bahkan Peraturan Menteri yang mengatur ketentuan tersebut. Peraturan pembangunan di Solo, Yogja, DKI, Aceh, dan lain-lain sudah mewajibkan para developer untuk menyediakan ruang khusus bagi ibu menyusui.

 

Namun sayangnya, yang menjadi masalah adalah konsep peraturan yang telah dibuat dengan baik belum terimplementasikan sebagaimana mestinya. Dalam artian bahwa sudah banyak ditemukan ruang khusus menyusui, seperti di mall-mall atau perkantoran, tapi apakah ruang tersebut telah memenuhi ketentuan ideal yang harus dipenuhi?

 

Padahal, kalau melihat aspirasi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), yang diminta sebetulnya ruang menyusui yang ideal itu cukup simpel dan murah. Yaitu ruang tertutup yang kira-kira cukup untuk 2-5 orang ibu dengan sekat kain untuk memberikan ruang privasi satu sama lain.

Privasi menjadi penting karena begitu ibu tidak nyaman, maka ASI-nya tidak lancar. Alat pendingan seperti AC idealnya pun sangat penting. Selanjutnya untuk letaknya sebaiknya tidak bersebelahan dengan toilet ataupun tempat wudhu karena bisa menjadikan ruangan terasa lembab dan berbau apek.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah lokasi yang tidak jauh dan nyaman untuk ditempuh dan informasi yang dimasukkan ke dalam denah.

 

Semoga bisa dijalankan.