Olahraga Tepat untuk Kesehatan Jantung

76cf53a2a10b5637445e55ed6012ad347d38818c.jpeg

Olahraga yang menyehatkan itu bukan sekadar menggerakkan tubuh saja, bukan pula sekadar berkeringat. Di sini kita akan membahas olahraga yang seperti apakah yang menyehatkan bagi jantung kita.

 

BEROLAHRAGA yang menyehatkan itu perlu mengejar debaran jantung sampai tangkapan oksigen oleh darah lewat paru-paru mencapai kadar optimal sesuai umur. Itulah yang kita sebut olahraga yang sudah memasuki zona aerobic. Hanya apabila olahraga atau kegiatan fisik sudah mencapai zona aerobic, tubuh akan memetik manfaat kesehatan. Termasuk bila tujuannya demi menyehatkan jantung sendiri.

 

Cardiofriendly

Upaya menyehatkan jantung hendaknya sudah dimulai sejak usia kanak-kanak. Kegiatan anak yang banyak melibatkan aktivitas berlari merupakan bagian pokok bentuk berolahraga. Selain menambah tebal otot jantung, berlari juga mengokohkan tulang dan otot anggota gerak. Lebih dari itu, juga menguatkan otot dinding perut, sehingga mengurangi risiko perut buncit setelah dewasa nanti.

Otot jantung dibentuk oleh kegiatan fisik sejak anak masih kecil. Maka kita bisa melihat otot jantung para atlet lebih tebal dibanding mereka yang bukan atlet. Begitu pula otot jantung anak yang sejak kecil sudah dibiasakan berolahraga.

 

 

 

Kita tahu otot jantung yang lebih tebal akan lebih kuat dibanding yang tidak. Otot jantung yang tidak terbentuk tebal perlu bekerja lebih keras, yang kelak berisiko pada terjadinya gagal jantung (heart failure atau decomensatio cordis).

 

 

 

Otot jantung yang tebal lebih efisien dalam memompakan darah, Karena untuk memenuhi kebutuhan darah tubuh, dalam satu menit otot jantung yang terlatih hanya perlu berdegup lebih sedikit dibanding yang tidak terlatih. Itu pula sebabnya jantung atlet bekerja lebih efisien. Pada umumnya jantung memompa sekitar 70 degup per menit. Kalau degup jantung per menit bisa lebih sedikit dari itu, maka jantung tidak terlalu lelah memompa. Jantung atlet bisa berdegup lebih sedikit dari itu karena sudah terlatih sehingga otot jantungnya tebal. Karena itulah alangkah sehatnya bila jantung sudah terlatih sejak usia dini.

 

 

 

Namun sekarang dikhawatirkan permainan dengan berlari sudah semakin jarang dilakukan anak.  Anak lebih sering duduk bermain games, atau di depan komputer. Akibatnya pada kebanyakan anak sekarang ini jantungnya menjadi kurang terlatih, ditambah risiko berat badan anak juga cenderung berlebih karena kurang bergerak. Dua kondisi ini yang menambah risiko terkena penyakit jantung di saat dewasa

 

 

 

.

 

 

 

Brisk walking

 

 

 

Olahraga low impact selalu bisa menjadi pilihan untuk mencapai zona aerobic, misalnya berenang, berlari, atau yang lainnya. Memang bagi yang sudah berusia di atas 40 tahun, yang kondisi persendian lututnya sudah menua, rawan sendi sudah menipis, dan minyak sendi sudah berkurang, olahraga yang menambah berat beban pada lutut perlu dibatasi. Gangguan lutut (osteoarthritis) sering terjadi karena kita salah memperlakukan lutut, antara lain dengan masih berlari pada umur sudah lanjut. Cooper, penggagas aerobics menganjurkan untuk berjalan kaki dengan cepat atau brisk walking supaya mencapai zona aerobic.

 

 

 

Zona aerobic tercapai apabila degup jantung sudah meraih frekuensi sesuai dengan umur. Rumus penghitungannya adalah sebagai berikut:

 

 

 

60-80% dari (220 – umur) degup per menit.

 

 

 

 

 

 

 

Misalnya untuk orang yang berumur 50 tahun, bila paling sedikit sudah 60 persen dari 170 degup/menit atau sekitar 102 degup/menit tercapai, berarti sudah masuk zona aerobic. Pertahankan degup itu selama 45-50 menit.

 

 

 

Yang penting, olahraga apa pun yang meraih zona aerobic dilakukan rutin setiap hari, bukan hanya beberapa kali seminggu. Idealnya seminggu 6 kali, durasi 45-50 menit. Yang menyehatkan itu bukan lamanya melainkan rutinitasnya. Makin lama berolahraga sampai berjam-jam tanpa diikuti dengan rutinitas bukannya makin menyehatkan, malah ada kemungkinan overtraining. Bahaya overtraining adalah dapat merusak badan juga karena radikal bebas (free radical) membanjir dalam tubuh. Kita tahu radikal bebas merupakan cikal bakal kanker, penyakit jantung, dan gangguan tubuh lainnya. Maka berolahraga lah dengan porsi yang sesuai agar jantung kita tetap terjaga kesehatannya.***

 

_

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini