Nikmati Kebahagiaan Anda Sepenuhnya

acde81892237cbc8c07ae0b443b4dbe3ea6d045a.jpeg

“Menikmati matahari pagi? Mana sempat! Lebih baik cepat mandi, nanti terlambat dan kena macet!”

“Mendengar cerita anak-anak tentang pengalaman baru di sekolah? Aduh, lagi sibuk, tidak ada waktu! Nanti saja, ya!”

Beban tanggung jawab seringkali mengalihkan perhatian kita dari peristiwa-peristiwa kecil. Bunga mawar akan layu dan berkembang lagi. Matahari selalu terbit dan tenggelam. Tapi jika mau jeda sejenak dan meresapi keindahan dari peristiwa itu, kita bisa mendapat kebahagiaan lebih mendalam. Dan tentu saja, kesehatan yang lebih baik.

Menghayati kebahagiaan dengan penuh kesadaran tak hanya baik untuk jiwa, tapi juga tubuh kita.

 

Orang yang menghadapi  pertambahan usia dengan sukacita cenderung jarang sakit, cepat pulih dari sakit, dan  lebih awet muda, bahkan menurut studi Yale University, bisa sampai 7½ tahun!

 

Untuk kita yang sebagian besar waktunya terikat pada tugas-tugas, kebahagiaan sering dianggap sebagai barang mahal. Tapi, jika tahu cara mencapainya, kita akan bisa mereguknya lebih lama.

 

Berikut 10 strategi yang bisa kita gunakan agar hidup bisa lebih dipenuhi

 

rasa bahagia.

 

1. Berbagi perasaan positif

 

Jangan pelit bicara pada orang rumah. Nyatakan rasa senang Anda karena bisa meluangkan waktu bersama anak. Ceritakan ke suami tentang pujian dari atasan di kantor hari ini. Berbagi kenangan dan pengalaman indah dengan orang lain adalah cara efektif agar emosi positif bertahan lama, bahkan bertambah besar. Suasana hati yang redup bisa terdongkrak dan jadi lebih baik. Jadi jangan ragu, katakan terus terang isi hati Anda. Angkat telepon dan langsung hubungi seorang kawan lama yang sudah tak kedengaran kabarnya. Tidak pakai nanti.

 

2. Ciptakan kenangan

 

Hubungkan segala hal yang kita alami dan miliki dengan pengalaman indah. Hidup akan lebih nyaman dalam lingkup kebahagiaan. Saat menggenggam syal berwarna merah yang tebal, pejamkan mata dan ingat. Anda suka syal itu karena hangat atau karena teringat pada pemberinya, sang nenek tercinta? Rekam semua kejadian berkesan di hari itu, lalu ingat kembali keesokan harinya. Tapi, jangan berlebihan, agar kita tidak mati rasa. Psikolog bidang sosial dari University of Virginia, Timothy D. Wilson, Ph.D menganjurkan, resapi bagaimana suatu peristiwa ikut membentuk pribadi dan cara pikir kita, lalu biarkan semuanya larut dalam diri. “Ingin kenangan lebih lekat? Renungkan apa yang membuat pengalaman tadi  menjadi spesial. Manfaat yang didapatakan makin besar,” saran Wilson.

 

3. Puji diri sendiri

 

Akhirnya berat badan bisa turun setelah latihan setahun penuh? Sebelum menyebarkan kabar sukses ini pada keluarga dan teman dekat, katakan pada diri sendiri, “Aku tahu, aku bisa melakukannya. Aku memang hebat!” Jarang orang mau memuji atau berterima kasih pada diri sendiri. Padahal, hal ini sering dilakukan pada orang lain. Mengapa bisa demikian? Karena kita merasa kurang pantas memuji diri sendiri. Padahal, sah-sah saja melakukannya. Siapa lagi yang paling peduli terhadap kita selain diri sendiri?

 

4. Dengarkan indra berbicara

 

Pejamkan mata saat sedang mengulum sepotong dark chocolate. Hirup udara khas di tepi laut dan rentangkan tangan lebar-lebar. Dengarkan anak kecil bermain dan tertawa lepas. Yang paling sederhana: Nikmati saat sedang menggeliatkan tubuh selepas bangun pagi. Tutup salah satu indra, fokuskan diri pada indra lainnya. Pengalaman positif akan terserap optimal. Hidup jadi lebih “hidup”!

 

5. Lihatlah ke bawah

 

Selalu memandang ke atas membuat kita merasa rendah dan kecil. Padahal saat melihat ke bawah, rasa syukur akan memenuhi hati. Apa yang membuat kita lebih sering melihat ke  atas? Karena cahaya lebih menarikdilihat daripada kegelapan. Tapi, cobapikirkan, terutama saat menghadapikejadian buruk. Apa rasanya jika yang terjadi lebih buruk? Bersyukurlah, maka hari-hari dalam hidup kita akan jadi lebih maksimal.

 

6. Resapi hingga dasar hati

 

Terkadang, kita bisa pakai logika dan pikiran untuk tahu kita sedang bahagia. Tapi, kadang bahagia baru terasa saat logika mundur sejenak dan rasa lebih berperan. Tak perlu menghakimi, juga menilai. Dengarkan musik favorit lewat earphone, sambil duduk di ruangan gelap. Baca novel favorit dan hayati ceritanya sampai menangis. Anggap dunia ini milik Anda. Orang lain tak perlu ikut campur.

 

7. Lihat dari kacamata anak

 

Ekspresi apa yang tampak di wajah anak kecil saat melihat hal baru? Mata berbinar, berkata kagum, “Waaaaahh….” Sangat antusias! Sudah lama kita tidak melihat dengan ‘kacamata’ ini. Sikap itu sering dianggap berlebihan. Padahal, jika dilakukan, bisa memancing rasa sukacita di dalam hati. Bahkan, saat kita sebenarnya sedang tidak mood. Jadi, silakan seekspresif dan seceria mungkin. Santap stroberi merah yang manis dan katakan, “Hmmm….”Tertawalah lepas saat menonton film komedi. Lihat bayangan wajah di cermin, tersenyumlah.

 

8. Jangan biarkan lekas berlalu

 

Berapa kali kita berkata, waktu lewat dengan begitu cepat, sampai tidak terasa? Penelitian menunjukkan, semakin cepat pengalaman positif menghilang, semakin sulit kita menikmatinya. Namun, bila kita mau menikmati setiap menit yang berjalan dengan hati bahagia, rasa itu akan terus lekat. Bahkan ketika segalanya telah usai, sisa-sisa kegembiraan itu masih tertinggal.

 

9. Hindari pikiran negatif

 

Bahkan yang hanya datang sekelebat saja! Misalnya, kita bersorak senang karena dapat hadiah ulang tahun dari teman. Tiba-tiba hati kecil berkata, “Ah, hadiahnya biasa-biasa saja!” Pikiran ini bisa mengganggu totalitas perasaan kita juga mematahkan semangat. Jadi, saat merasa senang, fokuskan diri dan jangan hiraukan yang lain. Termasuk ‘bisik-bisik’ yang berasal dari orang lain.

 

10. Katakan terima kasih

 

Setelah bisa melihat hidup dengan mata dan hati lebih terbuka, saatnya menyebarkannya. Ekspresikan rasa terima kasih pada apa pun yang diberikan orang lain. Undangan pesta, kiriman kue dari teman, apa saja. Bahkan, pada orang asing yang membantu kita turun dari bus. Semua membuat kita makin senang, makin menghayati, makin bersyukur. Hidup ini begitu indah!