Menuju dan Menyiapkan Sarapan Praktis bersama Anak di Rumah

10db8b1231071cf19ca303b512520dbf29cb39ed.jpeg

Setiap keluarga pasti memiliki aturan masing-masing. Bagaimana sebaiknya aturan tersebut ditentukan agar setiap anggota keluarga konsisten menerapkannya. Salah satunya adalah hal sarapan. Tulisan dibawah mencoba memberi gambaran juga tips untuk menjalankan kebiasaan sehat ini. Semoga berguna untuk Anda dan keluarga.

Sarapan bersama seluruh anggota keluarga di akhir pekan bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Karena di akhir pekan sarapan bisa dinikmati dengan santai, tidak terburu-buru karena harus segera berangkat ke sekolah atau ke kantor. Karena waktunya yang santai ini pula maka anak bisa diikutsertakan dalam proses persiapannya. Hal ini bisa mendorong anak untuk semangat menyantap sarapan dan kemudian terbiasa untuk selalu menyantap sarapan yang sehat setiap hari.

Sarapan memang penting dalam pola makan harian kita, tanpa perlu melihat usianya. Logiknya setiap hari kita mengkonsumsi hidangan sebanyak tiga kali, jika dibagi tiap hidangan, ambil rata-rata menyumbang 33% kebutuhan nutrisi tubuh. Hanya saja, sarapan sangat penting, memiliki bobot lebih karena tubuh sangat memerlukan asupan hidangan setelah 6 jam (atau lebih) kita beristirahat. Sehingga melewati hari tanpa sarapan bukanlah hal bijak karena dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi Si Kecil.

Sebuah studi kesehatan menyimpulkan bahwa sarapan yang dilewatkan membuat anak menjadi lebih rentan terhadap obesitas atau kegemukan. Usia muda adalah usia pertumbuhan, pencernaan mereka masih dalam tahap penyesuaian karena tubuh terus melakukan kalkulasi asupan kalori dan metabolisme mereka. Akibatnya, si kecil merasa perlu mengisi perut pada waktu bersantap berikutnya atau sebelum jam-nya malah, dengan hidangan yang lebih banyak untuk kenyang. Jika hidangan yang didapat merupakan hidangan sehat, mungkin tidak bermasalah; tapi apa yang terjadi jika diisi dengan kalori berlebih a la junk food?

Ada baiknya sekarang sarapan dijadikan sebagai kebiasaan dalam keluarga untuk masa depan yang sehat & umur panjang. Waktu pendek atau tidak waktu sama sekali selalu jadi alasan bagi banyak keluarga untuk tidak melakukannya. Kuncinya ada pada disiplin dan aturan jelas dalam keluarga, tentunya dimulai dari orang tua sebagai kepala rumah tangga. Untuk meringankan beban juga membangun kebiasaan baik ini, Anda bisa memulai beberapa langkah dibawah.

Informasikan kepada semua anggota keluarga tentang rencana dari kebiasaan sarapan, jangan lupa jelaskan tujuannya sehingga mudah diterima. Lalu, kumpulkan kebiasaan atau selera dari tiap anggota keluarga dan putuskan jenis hidangan yang dapat dibuat. Ini penting untuk memberi waktu persiapan agar sarapan segera terhidang tanpa menunggu terlalu lama. Terakhir, variasikan jenis sarapan yang dibuat. Tidak perlu terlalu banyak; sekedar mengganti jenis roti, bentuk hidangan, kemasan atau menambahi bahan hidangan untuk membuatnya lebih berselera.

Sedang langkah penerapannya, mungkin bisa juga Anda lakukan seperti tips dibawah ini. Hidangkan sarapan didalam box atau wadah bertutup, jika diperlukan hidangan dapat dibawa pergi sehingga sarapan tetap dapat dihabiskan dan jadi kebaikannya. Anda dapat menghadiahi si kecil sebuah kotak hidangan lengkap dengan peralatan makan, ini akan membangun semangatnya dan menambah rasa ceria.  Pilih jenis hidangan yang cepat disajikan dan dapat disantap tanpa perlu banyak peralatan makan seperti roti sandwich. Bosan dong? Jangan kawatir, ada banyak jenis roti dan isinya, termasuk bapau yang bisa disajikan hangat jika berpikir sandwich kurang berselera karena temperatur penyajian dan tampilannya yang polos.

Cara lain yang layak dicoba adalah melibatkan sikecil untuk menentukan jenis sarapan yang hendak disantapnya. Ini dapat dimulai dari mengajaknya bebelanja bahan sarapan, Anda dapat membantu memberi penjelasan atau saran agar ia memilih yang sehat sesuai dengan kebutuhannya. Dan sewaktu menyiapkannya, si kecilpun juga dilibatkan sehingga ia dapat melihat dan menikmati hasilnya. Ini akan menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan dan memposisikan dirinya sebagai anggota keluarga yang lengkap, berpengaruh tanpa perlu mengecilkan faktor umur mudanya. Kegiatan ini bisa dilakukan di akhir pekan, disaat seluruh anggota keluarga berkumpul dan bersantai di rumah.

Terakhir, seperti sudah disebut; kunci dari kebiasaan adalah disiplin untuk melancarkan kebiasaan ini. Atur waktu Anda lebih baik dan rencanakan dengan lebih matang, diatas ini semua: beri contoh secara langsung dan jelas. Ingin sikecil menghabiskan sarapan? Pastikan Anda juga bersantap bersama dan tidak sibuk membaca surat kabar ataupun membalas pesan lewat ponsel dimeja makan. Selamat bersantap sarapan bersama untuk hidup lebih sehat dan memulai hari dengan semangat tinggi tiap pagi!