Meditasi Saat Pagi Hari

6edc6b3f70a948d3b5ea3aa943e5fdb6652e3053.jpeg

Meditasi bukan lagi menyangkut urusan keagamaan saja, namun sudah diterima ranah ilmu pengetahuan. Bukan saja memiliki manfaat terhadap jiwa, meditasi juga dapat memberikan efek baik pada kesehatan tubuh. Untuk itu, meditasi sebagai upaya menyehatkan jiwa-raga kini sudah menjadi tren kesehatan yang mendunia. Mengapa tidak mulai kita praktikkan?

MEDITASI merupakan bagian dari olahraga dimana kita mencoba untuk melatih pikiran dan memicu alam sadar. Intinya, meditasi membawa tubuh dan jiwa ke dalam suasana relaksasi, membangun energy internal (prana),  mempertebal tenggang-rasa (compassion), rasa kasih, kesabaran, kemurahan hati, serta pemaaf.

Selain itu, meditasi juga mengantarkan manusia menemukan rasa sejahtera. Pikiran dan jiwa diatur dan dikendalikan, sehingga menjadi semakin jernih. Imbasnya terhadap badan, tekanan darah dinormalkan, depresi dikendurkan, dan rasa was-was ditekan, selain menurunkan rasa amarah serta kebencian.

 

 

Kebutuhan manusia modern

Melihat serangkaian manfaat meditasi, sangat bersesuaian dengan apa yang menjadi kebutuhan rata-rata orang sekarang. Kehidupan dan penghidupan yang kian dihadapkan pada situasi yang bermuatan stressor, apakah dalam bentuk tekanan, frustrasi, konflik, ataukah krisis. Dominasi keluhan orang sekarang acap bersumber dari besar dan beragamnya stressor yang mendera hampir di setiap waktu. Sehingga, beban jiwa dihibahkan kepada badan. Akibatnya, yang sakit tidak hanya jiwa, melainkan juga badan (psychosomatic disorder).

Sebagian besar orang sekarang merasa tidak sehat lantaran stressor yang dipikulnya datang bertubi dan terus-menerus. Keluhan lambung, tidak bisa tidur, mudah tersinggung, berkeringat dingin, jantung berdebar, umumnya lebih karena ada yang mengganggu ketenangan jiwa. Untuk keluar dari masalah-masalah tersebut, meditasi bisa menjadi salah satu pemecahannya.

Situasi kondisi dunia sekarang yang begitu hiruk-pikuk, kehidupan yang demikian bergegas, orang menjadi kurang sabar, dan cara bersikap yang gampang berang, serta sangar, saatnya meditasi mengintervensi. Maka seyogianya meditasi harus menjadi bagian dari aktivitas keseharian kita. Keluhan gangguan kejiwaan yang kita idap sering tidak kita sadari, namun membuat kita tampak berubah.

Tidak sekadar menjernihkan jiwa, meditasi juga telah dibuktikan secara ilmiah (evidence bace) melalui proses neurologic mampu meningkatkan performa, meninggikan konsentrasi sehingga dalam kinerja apa pun menjadi lebih fokus, lebih peka dalam berpersepsi, sehat dalam memori, serta mampu melakukan pengendalian diri dengan lebih mudah. Kesemuanya itu adalah jalan menuju puncak penampilan diri.

Meditasi yang tepat dan benar juga mampu menyembuhkan semua keluhan dan penyakit terkait dengan jiwa. Asma dan encok yang kambuh kalau sedang stress, misalnya.

Jadi, meditasi yang dilakukan secara rutin dapat berimbas tidak hanya pada tingkat religiusitas, namun juga mampu untuk menenangkan jiwa. Perlu diketahui bahwa tak ada yang salah dengan meditasi. Setiap Agama memiliki proses meditasi yang berbeda-beda sesuai dengan ajaran yang diyakininya. Contohnya, dalam agama Islam kita mengenal sholat dan dzikir dimana diperlukan gerakan tubuh dan konsentrasi yang harus dilakukan. Kemudian dalam agama Buddha yang mengajarkan umat agamanya untuk melakukan meditasi dengan duduk fokus dan berkonsentrasi memusatkan fikiran selama beberapa waktu yang ditentukan.

Bermeditasi juga melakukan kegiatan “olah napas”. Kebanyakan orang sekarang kurang optimal gerak pernapasannya, sehingga oksigen tidak penuh mengisi sel-sel tubuhnya.

Bermeditasi ikut membantu membugarkan badan, sehingga kulit kelihatan cerah berbinar tanpa perlu make up, tidak pucat, dan semua organ tubuh juga akan berfungsi optimal.

Mari beramai-ramai bemeditasi, obat mujarab bagi semua lapisan orang sekarang yang kesehariannya terus dirundung aneka ragam stressor, serta berbagai polusi terhadap badan dan jiwa yang tak kunjung henti ini.***