Manfaat Makan Bersama Keluarga

2e31938320dd9536754d4a7d3cdd666d44a6883c.jpeg

Kebiasaan makan bersama seluruh anggota keluarga merupakan kebiasaan yang baik. Namun sayang, kesibukan masing-masing anggota keluarga membuat acara makan bersama semakin jarang dilakukan. Padahal, manfaat makan bersama sangat banyak. Selain dapat mengontrol asupan nutrisi anak, saat makan juga bisa menjadi momen saling bercerita, mendengarkan, dan mencari solusi masalah seluruh anggota keluarga.

Coba kita ingat, kapan terakhir kali makan bersama keluarga? Seminggu yang lalu, dua minggu yang lalu atau bahkan mungkin dalam waktu sebulan ini belum pernah sekalipun makan bersama seluruh anggota keluarga. Ayo, luangkan sejenak waktu Anda untuk makan bersama keluarga karena banyak manfaat positif berawal dari meja makan.

Mengontrol asupan nutrisi anak

Anak-anak dan remaja umumnya belum memiliki pengetahuan yang baik akan kebutuhan zat gizi tubuhnya. Padahal usia anak-anak adalah masa pertumbuhan.

Kekurangan zat gizi tertentu dapat membuat anak terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Ajang makan bersama bisa menjadi tempat orang tua mengontrol asupan nutrisi anak.

 

Apalagi jika acara makan dilakukan di rumah dengan menu masakan buatan Ibu. Tentu akan lebih bergizi, sehat, terjaga kebersihannya, dan hemat tentunya.

 

Mencegah anak mengonsumsi junk food

 

Anak-anak biasanya menyukai  jajanan yang tinggi lemak, kalori, dan garam namun rendah serat dan vitamin. Kebiasaan jajan di luar rumah memungkinkan anak mengonsumsi bahan kimia berbahaya, seperti pewarna, pengawet, dan penguat rasa. Makanan di luar rumah juga tidak terjaga kebersihannya sehingga dapat menyebabkan anak terkena penyakit gangguan pencernaan bahkan keracunan makanan. Dengan makan bersama, meskipun dilakukan di luar rumah, orang tua bisa memilihkan menu yang sehat. Seperti menyarankan jangan minum soft drink tetapi memilih jus buah yang lebih sehat. Atau jangan terlalu banyak makan makanan yang digoreng, tetapi memilih menu masakan rebus atau kukus yang lebih sehat.

 

Saat tepat mengenalkan nutrisi makanan

 

Saat makan adalah saat yang menyenangkan. Di saat kondisi anak-anak senang, mereka akan mudah menerima apa yang dijelaskan oleh orang tua.

Sambil menikmati makanan, coba jelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti anak tentang manfaat makanan yang sedang dimakan.

Misalnya daging, telur, dan tempe adalah sumber protein agar badan menjadi tumbuh tinggi dan sehat. Atau menjelaskan tentang pentingnya makan sayuran dan buah yang kaya vitamin agar badan tidak mudah sakit.

 

Mengajarkan etika makan

 

Saat makan bersama, orang tua juga bisa sambil mengajarkan etika makan yang baik. Seperti cara mengunakan alat makan yang benar, makan harus sambil duduk, tidak boleh menyuap makanan terlalu banyak atau jangan makan dengan berdecap. Ajarkan pula tata krama dengan contoh langsung menggunakan kata-kata yang bijak. Misalnya dengan meminta tolong mengambilkan makanan yang jauh, dan jangan lupa mengucapkan terima kasih sesudahnya. Biasakan untuk selalu membaca doa sebelum dan sesudah makan agar anak belajar rasa bersyukur atas nikmat Tuhan.

 

Tempat berbagi masalah

Ajak anak berinteraksi dengan percakapan yang tidak terlalu berat. Misalnya tentang aktivitas kegiatan mereka di sekolah, atau mengajak anak bercerita tentang permasalahan yang sedang dihadapi. Anak biasanya akan bercerita dengan senang hati dan sebagai orang tua menjadi tau permasalahan anak, perkembangannya, serta mencarikan solusi. Dengan cara ini, jalinan kasih sesama anggota keluarga akan semakin terjalin erat.