Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan

5d9573f22fbb512d9ba9f5ed7db8b2b833cf1ed0.jpeg

Anda suka cokelat? Sepertinya hampir semua orang menyukainya. Bahkan ada yang "mengilainya". Sangatlah beralasan jika dalam mitologi Yunani cokelat disebut sebagai makanan para dewa atau "Theobroma cacao".

Walaupun ada sebagian orang yang menganggap cokelat dengan hal negatif seperti membuat gemuk dan memicu jerawat, sebenarnya manfaat cokelat bagi kesehatan sangat banyak. Bahkan American Research Institute menemukan bukti bahwa dark chocolate justru dapat mendorong penurunan kadar kolesterol karena kandungan antioksidannya.

Antioksidan Cokelat
Buah cokelat kaya akan antioksidan alami yang disebut polifenol. Epichatechin adalah jenis polifenol yang paling penting pada cokelat. Sekitar 13 persen dari biji kokoa mengandung polifenol. Polifenol inilah yang memberikan warna cokelat dan rasa pahit yang khas. Proses pengolahan cokelat mempengaruhi kandungan polifenolnya. Antioksidan berperan mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Kandungan antioksidan ini bermanfaat bagi kesehatan seperti mengurangi resiko berkembangnya penyakit kardiovaskular. Antioksidan juga terbukti bermanfaat untuk mencegah terjadinya penuaan dini, pembentukan kanker, menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol.

Baca Juga : Daftar Sayuran yang Mengandung Antioksidan
 

Mengapa cokelat dianggap tidak sehat?
Harus dipahami bersama, cokelat sebenarnya adalah makanan sehat. Bahan lain yang ditambahkan dalam cokelatlah yang menimbulkan masalah. Untuk mengurangi rasa pahit dari polifenol cokelat, maka ditambahkanlah gula dan juga lemak hidgogenasi. Kedua bahan ini memberikan rasa lezat pada produk akhir cokelat. Namun bahan itu pula yang berdampak buruk pada kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Karena kadar lemaknya yang tinggi, cokelat dituding menimbulkan jerawat. Lemak dianggap pencetus timbulnya jerawat. Namun tudingan ini tidak terbukti secara ilmiah. Ensiklopedia dermatologi menjelaskan bahwa makanan bukanlah pemicu utama jerawat. Jerawat lebih berhubungan dengan peningkatan hormon terutama saat masa remaja. Karenanya para remaja tidak perlu khawatir jika makan cokelat. Tapi, tentu saja jangan mengkonsumsi secara berlebihan.
Mitos yang juga banyak muncul adalah cokelat menyebabkan kegemukan. Faktanya, National Food Consumption Survey (1987-1998) menyebutkan kalori dari cokelat hanya berkontribusi sekitar 1 persen dari rata-rata diet orang Amerika. Bukan cokelat, melainkan diet yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik orang tersebut yang menyebabkan kegemukan. Memang tidak bisa disangkal, produk cokelat mengandung kalori yang tinggi. Karena itu makanlah cokelat secukupnya.

Baca Juga : Minuman Cokelat Penambah Energi
 

4 Kelebihan cokelat :

  1. Cokelat mengandung flavonoid jenis polifenol yang merupakan antioksidan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Polifenol bagus untuk kesehatan jantung. Zat ini juga bisa membantu menurunkan tekanan darah.
  2. Cokelat mengandung theobromine (kafein dalam cokelat) yang berfungsi sebagai stimulan. Minum cokelat panas mengawali hari, akan membuat lebih semangat.
  3. Gula alami dalam cokelat akan melepaskan serotonin suatu zat kimia yang berhubungan dengan perasaan senang, menenangkan dan suasana hati positif. Karenanya makan cokelat sering ditujukan untuk menangkal stres.
  4. Cokelat mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan seperti protein, serat, vitamin B kompleks, kalsium, tembaga dan zat besi. Susu cokelat merupakan minum sehat, lezat, dan bernutrisi.

Baca Juga : Wafer Cokelat yang Bikin Ketagihan

Manfaat suatu produk cokelat bagi kesehatan tergantung dari jumlah cokelat, gula, maupun lemak yang ditambahkan pada produk tersebut. Susu cokelat atau minuman cokelat malt adalah minuman yang kaya zat gizi dari bahan susu dan cokelatnya, dipadu dengan kandungan gula dan lemaknya yang tidak berlebihan. Minuman ini rasanya lezat, kaya akan protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang menyehatkan.