Kiat Menyiapkan Sarapan yang Bergizi dan Menarik untuk Anak

56166d534e2b93b83776245ae2e4942b68fe8398.jpeg

Sejumlah penelitian di luar negeri menunjukkan sarapan bagi anak terutama anak sekolah sangat penting untuk proses pengembangan otak dan daya tahan tubuh. Dibandingkan anak-anak yang terbiasa menyantap sarapan, anak-anak yang tidak pernah makan pagi ternyata lebih sulit berkonsentrasi.


Nah, bagi para Ibu, menyiapkan sarapan untuk si buah hati memang diperlukan kecermatan khusus. Baik dalam memilih menu, bahan, hingga teknik pengolahan. Selain aspek gizi, pertimbangan rasa dan penampilan yang menarik perlu diperhatikan agar hidangan sarapan disukai anak. Belum lagi sarapan tersebut dianjurkan memenuhi semua unsur gizi seimbang.

Baca Juga : Menu Sarapan Bergizi Bebas Gorengan

Setelah tidur selama 8 hingga 9 jam di malam hari, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan. Sarapan pagi sangat penting dilakukan anak pada waktu pagi hari. Sarapan berfungsi untuk memenuhi unsur gizi tubuh selama beraktivitas dari pagi hingga waktu makan siang tiba. Selain belajar di sekolah, berolahraga serta bermain, anak juga dalam masa pertumbuhan. Karena itu kecukupan gizi harus terpenuhi. Dengan sarapan, anak lebih berkosentrasi saat belajar dan badan tidak lemas karena kebutuhan kalori tubuh tercukupi. Idealnya menu sarapan anak memiliki komposisi nutrisi seimbang.

Para Ibu terkadang menghadapi banyak kendala ketika menyiapkan menu sarapan. Di antaranya keterbatasan waktu. Dalam waktu singkat, Ibu harus menyajikan sarapan dengan penampilan yang menarik agar menggugah selera makan anak. Rasa hidangan juga harus disukai si buah hati. Dan yang utama, menu sarapan harus mengacu ke pola menu seimbang sehingga semua kebutuhan gizi anak bisa tercukupi. Berikut tip yang bisa dijadikan pedoman para Ibu dalam menyusun menu sarapan untuk si buah hati.

Baca Juga : Yuk Ajak Si Kecil Sarapan

  1. Menu sebaiknya dipilih yang praktis dan mudah dibuat. Pasalnya, menyiapkan sarapan waktunya sangat singkat. Anak akan segera pergi ke sekolah dan para Ibu juga biasanya segera berangkat kerja.
  2. Selalu berpedoman dengan pola menu seimbang di dalam menyusun menu sarapan anak. Pemilihan bahan harus mengandung zat gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, energi, vitamin, mineral, air, dan serat.
  3. Pilih satu menu hidangan namun yang mengandung unsur gizi lengkap. Seperti sandwich isi sayuran dan tuna, nasi goreng campur telur dan sayuran, mi rebus dengan telur dan sayuran, burger dengan isi daging dan sayuran, makaroni panggang isi daging, bubur ayam, atau bubur cereal dengan campuran susu dan buah. Dengan satu hidangan bergizi lengkap, Ibu tidak perlu repot menyiapkan beberapa jenis makanan.
  4. Variasikan menu sarapan pagi dengan beragam bahan. Misalnya nasi, roti dan kentang sebagai sumber karbohidrat. Telur, ikan, daging, ayam dan susu sebagai sumber protein hewani. Tahu, tempe dan kacang-kacangan sumber protein nabati. Serta sayuran dan buah sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
  5. Buat jadwal menu sarapan dengan hidangan yang berbeda selama 10 hari sehingga anak tidak bosan menyantap hidangan yang itu-itu saja. Dengan jadwal menu yang terancang, para Ibu juga menjadi lebih mudah dalam menentukan daftar belanja.
  6. Sajikan makanan dengan piranti saji serta penampilan makanan yang menarik. Tujuannya agar selera makan anak bertambah. Hal ini penting mengingat di pagi hari biasanya anak-anak kurang berselera makan.
  7. Jika memungkinkan, ajak anak berdiskusi tentang menu sarapan yang diinginkan serta diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan makanan. Dengan cara ini, anak akan lebih nafsu makan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dengan menu pilihannya.
  8. Agar lebih praktis, bahan yang perlu persiapan khusus seperti memotong, mengupas, dan menghaluskan sayuran atau bumbu-bumbu bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di dalam kulkas. Dengan cara ini, Ibu tidak perlu menyiapkan bahan terlalu lama saat membuat menu sarapan.
  9. Ciptakan suasana menyenangkan di saat sarapan agar anak lebih lahap menyantap hidangan.
  10. Bekali anak dengan makanan dan minuman yang sehat ketika ke sekolah. Contohnya puding, potongan buah-buahan, lemper isi ayam atau sandwich dengan aneka isi. Makanan bekal berfungsi sebagai makanan selingan antara waktu makan pagi dan makan siang.
  11. Hindari memberikan makanan sarapan dengan bumbu tajam seperti cabe, asam, atau lada yang terlalu banyak. Makanan berbumbu tajam bisa mengganggu sistem pencernaan anak.