Kenali dan Cegah Anemia

909f6e1048ba1c0908741675e6f24b14de668088.jpeg

Anemia berarti kekurangan darah. Penyebabnya karena kualitas sel-sel darah merahnya menurun, selain jumlah cairan darahnya berkurang namun sel darah merahnya normal. Mari kenali seperti apa anemia, dan bagaimana mencegahnya.

SEL darah merah bertugas menyerap oksigen dari udara yang memasuki paru-paru, lalu mengedarkan ke seluruh tubuh untuk kehidupan sel-sel seluruh tubuh. Bila kerja sel darah merahmenurun, maka pasokan oksigen yang diterima sel-sel tubuh akan berkurang. Penurunan kerja sel darah merah dapat diakibatkan oleh menurunnya kualitas sel darah merahnya atau karena jumlah sel darah merahnya yang berada di bawah normal.

 

Kekurangan zat besi

Faktanya, saat sel darah merah tidak utuh diproduksi oleh tubuh maka secara otomatiskualitas sel darah merah atau erythrocyt pun akan ikut menurun. Selain itu, kualitas sel darah merah juga menurun bila kekurangan asam folat, vitamin B12, atau pasokan menu protein yang rendah.

Agar dapat melakukan tugasnya dengan sempurna,sel darah merah memerlukan kecukupan zat besi (Fe). Kekurangan asupan zat besi oleh tubuh,sel darah merah yang diproduksi bermutu rendah. Untuk melihat apakah sel darah merah yang diproduksi dalam tubuh adalah bermutu baik atau tidak, kita dapat mengukurnya dengan melihat satuan haemoglobin (Hb) dalam darah yang di bawah normal.

Penyebab anemia itu sendiri dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah di laboratorium.Namun, anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah sewaktu kecelakaan, melahirkan, pembedahan, atau perdarahan kandungan, telah dapat diketahui secara langsung jenisnya tanpa pemeriksaan laboratorium.

Di Indonesia, penyebab anemia yang paling sering dijumpai adalah kekurangan zat besi akibat rendahnya asupan zat besi dari menu harian. Sehingga untuk kasus tersebut, penanganan yang paling tepat adalah dengan memberikan tambahan pil zat besi,termasuk juga untuk semua ibu hamil.

Selanjutnya, jenis anemia tersering kedua disebabkan oleh perdarahan menahun sepertikasus haid berlebihan, wasir lama, tumor kandungan, myoma, dan sering mimisan. Untuk mengatasi anemia akibat hal ini, diperlukan asupan menu berprotein yang cukup untuk memproduksi sel darah merah, selain zat besi, asam folat, dan vitamin B12 juga.

 

Sebab cacingan

Mengatasi kasus anemia tak cukup hanya menambahkan asupan yang menjadi penyebab utamanya. Selain melakukan penambahan nutrisi dari zat utama yang dibutuhkan, kita juga perlu melacak hal-hal yang menjadi penyebab anemia.

Kehilangan darah banyak secara mendadak memerlukan transfusi darah. Namun kehilangan darah yang sedikit-sedikit tapi berlangsung lama, umumnya cacing penyebabnya.

Cacing tambang yang ditularkan lewat kulit telapak kaki paling rakus mengisap darah di usus kita. Cacing gelang, cacing cambuk, kremi, hanya mencuri jatah makanan yang kita konsumsi, sehingga jenis anemianya kekurangan protein. Hanya dengan membasmi penyakit cacingnya, anemianya bisa tuntas diselesaikan. Sedangkan menambah suplemen pada kasus cacingan, tanpa membasmi cacingnya, anemianya akan kembali berkepanjangan.

Pada umumnya, gejala utama penderita anemia adalah keluhan letih, lesu, dan lemah karena muatan oksigen sel darah merah berkurang.Sehingga,asupan yang diperoleh tubuh tak cukup memasok kebutuhan sel akan zat asam. Akibat anemia yang berat, katakan Hb di bawah 5 Gr% (Normal 14 Gr%), dapat berdampak pada pembengkakan jantung.

Sedangkan dampak yang perlu diperhatikan lagi adalah anemia pada ibu hamil karena dapat berisiko mengganggu pertumbuhan bayi yang dikandungnya, seperti gangguan ari-ari, atau timbul perdarahan pasca melahirkan.

Lain jenis anemia, lain jenis obatnya. Bantuan dokter diperlukan untuk melacak siapa berada di balik anemianya.***

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini