Kebiasaan Sehat untuk Tulang Sehat

7185d631fbb2e013e597b3f104714ca174cfe433.jpeg

Tulang belulang kita ibarat kerangka besi bangunan rumah kita. Bersama otot-otot yang menunjangnya, tulang berfungsi baik untuk membuat tubuh jadi kokoh untuk melakukan aneka pergerakan. Berbeda dengan kerangka bangunan rumah, tulang sama halnya dengan akar pohon. Ia bertumbuh dan tetap hidup. Begitu sudah mencapai pertumbuhan optimal, setelah anak memasuki usia pubertas, tulang tak bertumbuh lagi. Untuk memelihara kehidupan tulang belulang agar tetap kokoh sampai akhir hayat, perlu kebiasaan hidup sehat. Apakah sajakah itu, kita membahasnya di sini.

KALSIUM atau zat kapur merupakan bahan utama pembentuk tulang, selain fosfor. Maka kalsium menjadi penting bagi tulang di sepanjang hayat kita kalau menginginkan tulang tetap hidup dan normal. Kekurangan asupan kalsium akan mengganggu kehidupan tulang, kalau bukan merusaknya.

 

Tak cukup hanya kalsium

Betul. Kalsium bukan satu-satunya. Tak benar kita hanya fokus mencukupi asupan kalsium tubuh belaka tanpa memerhatikan kebutuhan tulang lainnya. Sebut saja kehadiran vitamin D. Tanpa kecukupan vitamin D, metabolisme tulang tidak berlangsung sempurna.

Pemberian provit D belaka pun belumlah cukup apabila kita tidak rutin terpapar cahaya matahari setiap hari. Sekurang-kurangnya 15 menit berjemur matahari pagi, sebaiknya matahari sebelum pukul 10.00 yang akan membantu pembentukan vitamin D di dalam tubuh. Upayakan agar berjemur setelah kita mandi. Baru mandi sehabis berjemur meniadakan pembentukan vitamin D.

Metabolisme kalsium juga membutuhkan tekanan pada tulang (weight bearing) dengan melakukan gerak badan ringan (low impact exercise). Cukup dengan rutin berjalan kaki setiap pagi, proses penekanan pada tulang, khsusnya tulang panjang, dinilai memadai.

Jadi asupan kalsium dengan takaran memadai saja menjadi tidak berarti kalau tidak dibarengi dengan asupan vitamin D. Asupan kalsium dan vitamin D saja pun belum memberikan hasil sempurna apabila tidak dibiasakan terpapar cahaya matahari pagi yang cukup. Keempat upaya itu yang akan menyempurnakan metabolisme kalsium tubuh.

Kebutuhan kalsium berbeda-beda takarannya sesuai dengan umur, jenis kelamin, dan kondisi kehamilan serta menyusui. Sumber kalsium terbaik berasal dari sumber alam antara lain diperoleh dari susu dan tulang ikan teri. Minum susu dan mengonsumsi ikan teri pilihan terbaik karena kalsium anorganik berupa tablet kalsium tidak seluruhnya diserap oleh usus seutuh sumber kalsium alami. Kalau ada sumber kalsium alami, termasuk bubuk tulang sapi, bukan tablet kalsium yang kita pilih.

Susu sendiri merupakan sumber kalsium alami terbaik karena diserap sempurna oleh usus anak maupun usia lanjut. Maka susu tidak boleh dilupakan untuk mencukupi asupan kalsium tubuh harian khususnya bagi usia anak.

 

Fondasi tulang dan remodelling tulang

Ibarat membangun rumah, tulang juga memerlukan fondasi. Pembentukan fondasi tulang selesai sebelum anak mencapai usia pubertas. Maka pembentukan fondasi tulang tubuh perlu dikejar sebelum anak pubertas. Sekali lancung kekurangan pemberian kalsium sebelum umur pubertas, tak ada kesempatan kedua untuk fondasi tulang anak yang kokoh. Tulang anak telanjur terbentuk tidak cukup tebalnya. Tulang begini yang berisiko lebih lekas keropos kelak setelah anak dewasa.

Setelah fondasi tulang anak terbentuk, kebutuhan tubuh akan kalsium masih terus perlu dicukupi untuk pemeliharaan karena tulang itu hidup. Tulang senantiasa berdaur dengan cara mencerap dan membuang atau bone remodelling yang berlangsung sepanjang hayat.

Proses berdaur remodelling tulang akan berlangsung normal apabila kecukupan asupan kalsiumnya juga. Sementara metabolisme kalsium sendiri terbilang kompleks, melibatkan sistem endokrin selain fungsi usus yang normal. Terganggunya salah satu unsur dalam sistem yang terkait metabolisme kalsium, akan mengganggu proses remodelling tulang. Apabila ada penyakit gondok (thyroid), atau gangguan kelenjar anak gondok (parathyroid), misalnya.

Makin bertambah umur, makin berkurang kemampuan usus menyerap kalsium yang dikonsumsi. Tidak seluruh kalsium anorganik dalam tablet kalsium diserap oleh usus. Maka perlu takaran lebih besar untuk memperoleh dosis kalsium yang diminta tubuh. Tidak demikian dengan kalsium organik, yang diserap utuh seluruhnya. Maka makan ikan teri, minum susu, bengkuang, dan semua sumber kalsium alami harus menjadi pilihan.

 

Koreksi hormon juga

Oleh karena metabolisme kalsium melibatkan sistem hormon tubuh, maka penyelesaian masalah tulang keropos atau osteoporosis tak cukup hanya dengan cara menambahkan asupan kalsium semata. Tak juga cukup melengkapi semua faktor yang memperlancar metabolisme kalsium sebagaimana sudah diungkapkan di atas. Perlu ada koreksi lain.

Buat tulang yang sudah menipis selain melengkapi seluruh kebutuhan yang menunjang lancarnya metabolisme kalsium, diperlukan pula hormon yang terlibat dalam metabolisme kalsium. Tanpa tambahan hormon tersebut, pemberian suplemen kalsium dan kegiatan penunjang metablolisme kalsium lainnya, tidak membuahkan hasil.

Barang tentu lebih mudah mencegah supaya tulang tidak perlu dikoreksi lantaran telanjur keropos. Kuncinya, perhatikan pembentukan fondasi tulang sebelum anak pubertas. Hanya bila fondasi tulang kokoh, tulang tidak berisiko keropos kelak setelah anak dewasa.

Pembentukan fondasi tulang anak sejak awal bagian dari kebiasaan dan sikap hidup sehat setiap anak. Juga untuk kesehatan kelak setelah dewasa dan berusia uzur. Kunci untuk ini ada di tangan ibu, pada masa-masa anak sendiri belum mampu memilih dan menentukan yang terbaik bagi tubuhnya.***