a96af799db7683a37ae9b6c18801fff92d69a7ae.jpeg

Melihat potongan buahnya yang berwarna kuning menyala saja sudah membuat lidah seolah meneteskan air liur. Apalagi, kalau sudah mencicipinya, Anda mungkin tak mau berhenti untuk memakannya. Di mulai satu potong, dua hingga satu buah mangga habis tak tersisa. Buah ini memang menjadi primadona semua kalangan masyarakat. Lebih lagi bila musim mangga telah tiba, Anda akan menjadi satu di antara berjuta orang yang ingin menikmatinya.

Terlepas dari rasanya yang asam segar, buah ini juga mengandung banyak gula di dalamnya. Baru tahu kan? Benar sekali, walau rasanya manisnya tidak begitu terasa dibandingkan rasa asamnya, mangga tetap berisiko menyumbangkan banyak gula dalam tubuh manakala dikonsumsi secara berlebihan. Dalam satu cangkir potongan mangga atau setara 85 gram, buah ini mampu menyumbangkan 12,5 gram karbohidrat.

Dari angka tersebut, mangga mampu menyumbangkan kalori hingga 98 persen dari total kalori yang dihasilkan. Namun begitu, Anda perlu tahu bahwa karbohidrat ini merupakan salah satu sumber gula. Dalam prosesnya, karbohidrat akan diuraikan menjadi gula yang lebih sederhana. Apabila Anda tahu, dari 98 persen tersebut gula yang dihasilkan dalam mangga sebesar 90 persen atau setara 11,3 gram. Sebuah sumber gula yang cukup besar bilamana Anda mengonsumsi mangga dalam porsi yang besar.

Sementara itu, jenis gula yang banyak disumbangkan dalam buah ini adalah sukrosa. Gula ini lazim ditemukan dalam permen, cookies, kue dan sajian manis lainnya. Mangga sendiri mengandung 5,7 gram sukrosa dalam setengah cangkir sajiannya. Sedangkan untuk kandungan fruktosa, yang notabene adalah gula buah lebih sedikit. Fruktosa dalam mangga hanya ditemukan sebanyak 3,9 gram dalam separuh takaran sajinya.

Bukan hanya itu saja, mangga ini juga memiliki kandungan gula yang paling sederhana dari semua jenisnya. Tak lain adalah glukosa. Dalam takaran yang sama atau separuh cangkir sajian, buah ini dapat menyumbangkan glukosa sebanyak 1,7 gram. Walau memiliki jumlah yang paling sedikit jika dibandingkan dengan sukrosa dan fruktosa, namun glukosa merupakan jenis gula sederhana yang paling berpengaruh terhadap kenaikan gula darah. Demikian yang disampaikan Melodie Anne Coffman, praktisi kesehatan Amerika dalam tulisannya di SFGate.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini