Serunya Bergabung dengan Komunitas Basket Lokal

3d8933022c69a9a309f807e6eed58c5542cfa39c.jpeg

Si Kecil sedang senang-senangnya bermain basket? Kenapa tidak memberinya sedikit dorongan untuk berlatih bersama komunitas lokal di kota Anda? Selain menjaga anak-anak sehat secara fisik, juga melatih kepercayaan diri yang dimilikinya. Menurut psikolog olahraga Amerika yang juga menulis buku Positive Pushing, Dr. Jim Taylor PhD, olahraga dalam tim telah ditemukan dapat meningkatkan IQ, membangun kepercayaan diri, mengembangkan fokus, dan mengajarkan tentang pengendalian emosi.

Ikuti trik-trik berikut agar si Kecil dapat bergabung dan diterima dalam komunitas basket lokal ya.

Jangan Memaksanya

Pertama-tama tanyakan pada si Kecil tentang olahraga yang disukainya dan keinginannya untuk bergabung dengan salah satu komunitas olahraga tersebut. Berikan dorongan seperlunya saja, menurut Dr. Jim, anak-anak tidak menyukai ketidaknyamanan. Aneka aktivitas di luar zona nyamannya, akan dilakukan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki hingga mencapai tantangan atau hambatan, kemudian mereka akan mencari suatu jalan untuk mengetahui apakah harus diteruskan atau berhenti sampai sini saja. Jika didorong terlalu keras, ada kemungkinan untuk memberontak dan gagal mencapai tujuan yang diinginkan, sedangkan jika minim peran dari orangtua, si Kecil juga cepat berpuas diri.

Kurangi Kecemasan Si Kecil

John McCormick, MA, psikolog anak termasuk salah satu penulis buku Dad, Tell Me A Story, How to Revive the Tradition of Storytelling with Your Children, memberikan saran agar si Kecil dapat merasa lebih mudah masuk dalam lingkungan sosial yang baru, misalnya dengan membiasakannya melihat teman-temannya yang lain bermain dalam satu komunitas lokal bola basket dan temani saat awal-awal bergabung dengan berlatih sendiri di pinggir lapangan. Ayah atau Bunda juga bisa membiarkannya mengenakan seragam yang didapat di sekitar rumah untuk membantunya beradaptasi lebih cepat sebagai bagian dari sebuah tim olahraga.

Make It Fun!

Biasanya, saat bermain bersama teman-temannya yang lain, Anda akan tergoda untuk ikut berteriak dari pinggir lapangan untuk memberikan instruksi atau sekedar menyemangati si Kecil. Walau berniat baik, melakukan hal tersebut dapat memberikan beban dan kebingungan pada anak-anak. John menyarankan pada orangtua untuk memberikan kesan bahwa olahraga merupakan pengalaman yang menyenangkan. Daripada mengkritisi kemampuannya setiap latihan, tanyakan bagaimana perasaan mereka. Fokuskan pada kesenangan dan seberapa keras usaha untuk mencoba daripada harus ditekan untuk mendapatkan hasil tertentu.

Tidak mudah memang mendorong anak-anak memasuki lingkungan sosial yang baru dan asing baginya. Terus berada di samping si Kecil ya, untuk memberinya motivasi, mengembangkan kemampuan sosial dan adaptasinya, serta membangun kepercayaan diri.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini