Gaya Hidup Ramah Lingkungan

alt-1b.jpg

Belakangan ini, istilah green living sering terdengar di telinga kita. Dunia memang tengah menaruh perhatian besar pada masalah lingkungan, dan green movement alias gerakan cinta lingkungan telah menjadi gerakan global yang dipraktekkan di seluruh dunia. Gerakan ini dipicu oleh memburuknya kondisi bumi akibat eksploitasi sumber daya alam dan polusi, yaitu suhu bumi yang terus meningkat dan makin menipisnya sumber daya alam. Bila dibiarkan, peningkatan suhu akan menyebabkan gunung es mencair dan permukaan laut akan naik, hingga menenggelamkan sebagian daratan. Selain itu, sumber daya alam yang penting bagi kehidupan seperti minyak dan air pun akan habis. Terbayangkah bagaimana hidup kita kelak jika hal tersebut terjadi?

Jangan berpikir tugas ”menyelamatkan” dunia ini hanya bisa dilakukan oleh para ahli atau organisasi besar. Justru tindakan sayang lingkungan di tingkat individulah yang berperan paling besar dalam mengurangi polusi dan menghemat sumber daya. Apa yang Anda pilih, beli dan gunakan, sangat menentukan masa depan dunia. Salah satu dukungan ditunjukkan oleh para selebriti Hollywood yang memilih menggunakan mobil ramah lingkungan dan menggunakan plastic free and flushable diapers untuk anak-anaknya.

Dunia fashion dan kosmetik pun merespon gerakan ini. Adidas menggandeng perancang Stella McCartney untuk meluncurkan koleksi pakaian olah raga yang memanfaatkan serat bambu. Model Josie Maran meluncurkan koleksi lipstik dari bahan-bahan alami, sementara Aveda memproduksi kosmetik yang berbahan dasar essential oils dari bahan organik Jika Anda sayang bumi, sudah saatnya ikut berpartisipasi. Rumusnya sederhana saja, batasi penggunaan bahan yang dapat menimbulkan polusi dan berhemat menggunakan sumber daya alam. Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan:

Mengurangi sampah plastik

  • Bawa tas sendiri saat berbelanja hingga tak perlu menggunakan kantung plastik dari supermarket. Pilih tas kain atau anyaman, selain bisa digunakan berulang kali juga terlihat lebih modis.
  • Bila membeli barang dalam kemasan/wadah plastik, pilih yang berukuran besar hingga bisa dipakai dalam waktu lama dan tidak berulang kali membuang kemasan plastik berukuran kecil.
  • Jika Anda coffee lover, bawa sendiri cangkir kopi dengan penutup saat membeli kopi favorit, tak perlu menambah sampah dengan gelas-gelas plastik dari kedai kopi.
  • Batasi penggunaan CD, karena CD terbuat dari campuran polikarbonat, plastik dan alumunium yang tidak dapat didaur ulang. Jika memungkinkan, download musik secara digital. Berikan CD yang sudah tidak digunakan pada teman atau jual pada toko second hand, dari pada menumpuk di pembuangan sampah.
  • Berikan barang-barang yang sudah tak digunakan pada orang yang membutuhkan, dari pada dibuang dan menumpuk jadi sampah.

Mengurangi Polutan

  • Rawat mesin mobil secara berkala untuk untuk mengurangi emisi gas buang.
  • Pilih pakaian, kosmetik, dan bahan pembersih dari bahan alami untuk mengurangi penggunaan bahan kimia. Misalnya tak perlu menggunakan pembersih kimia untuk membersihkan rumah sehari-hari, air jeruk dikenal ampuh untuk membersihkan noda.

Hemat Energi dan Air

  • Manfaatkan bukaan dan sirkulasi rumah untuk meminimalkan penggunaan pendingin udara dan lampu.
  • Pilih peralatan rumah tangga berkualitas dan efisien, meski harganya lebih mahal namun biasanya lebih hemat energi dan tidak mudah rusak.
  • Gunakan pemanas air tenaga surya.
  • Gunakan lampu fluorescent yang bisa menghemat energi hingga 25%.
  • Matikan air saat sedang menggosok gigi dan menyabun badan di shower.
  • Betulkan segera keran, pipa air, dan toilet yang bocor.
  • Pilih mesin cuci bukaan depan karena lebih hemat air, detergen dan energi.
  • Pilih toilet set dengan dual flush agar penggunaan air sesuai keperluan.