Bikin Tempe Sendiri, Begini Triknya

31d9ddb1ba2d4b7437993a85b610fb73558e4de1.jpeg

Tempe merupakan makanan khas Indonesia yang sering dijadikan lauk. Rasanya yang gurih dan kaya akan protein, membuatnya sering tersaji di atas meja makan. Sesekali, daripada membeli tempe, kenapa tidak mencoba membuatnya sendiri di rumah? Walau membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha, tapi dijamin rasa produk fermentasi ini lebih sedap dan penuh rasa.

Simak trik-trik mudah berikut ini ya.

Bahan Pembuat Tempe

Siapkan 1 kg kedelai dan ragi khusus untuk pembuatan tempe sebanyak 2 gram. Cuci bersih kadang kedelai dan rendam selama 24 jam hingga mengembang. Mulailah meremas-remas kedelai agar kulit arinya lepas. Selain menggunakan kedelai, bisa juga bereksperimen dengan kacang hitam, kacang polong, dan chickpeas. Tingkatkan nilai nutrisinya dengan menambahkan biji wijen, flax seeds, atau biji bunga matahari.

Proses Fermentasi

Setelah kedelai bersih, tuangkan dalam panci dan beri air secukupnya. Rebus selama kurang lebih 30 menit dan muncul busa putih. Buang air yang tersisa dan masak kedelai sambil diaduk-aduk untuk mengeringkan kacang kedelai. Jangan terlalu lama ya, karena kedelai mudah hangus. Tuang ke wadah yang cukup lebar agar cepat dingin, kemudian taburi ragi tempe dan aduk rata. Membuat tempe adalah salah satu proses fermentasi terkontrol. Kedelai diberi jamur Rhizopus oligosporus atau Rhizopus oryzae yang kemudian difermentasi pada suhu hangat. Lama-lama, spora akan mengikat kedelai menjadi satu dan memadat.

Membentuk Tempe

Setelah kedelai ditaburi ragi, siapkan wadah untuk memasukkan kedelai. Bunda bisa menggunakan plastik dengan ukuran sesuai selera, alumunium foil, wadah kedap udara, atau dibungkus daun pisang. Tutup dan biarkan sedikit lubang untuk sirkulasi udara. Agar spora tumbuh dengan baik, campuran kedelai dan ragi harus disimpan pada ruang bersuhu hangat selama 24-48 jam. Jika disimpan pada ruang bersuhu rendah, jamur tidak akan tumbuh. Sebaliknya, jika terlalu panas, spora bisa mati. Periksa kedelai setelah 12 jam, biasanya proses fermentasi akan menyebabkan panas, sehingga Bunda harus menyiasati agar sirkulasi udara berjalan dengan baik. Setelah 24 jam, kedelai mulai ditutupi lapisan putih dan mulai tercium bau khas fermentasi. Setelah 48 jam, tempe siap digunakan atau masukkan ke dalam lemari pendingin agar tahan lama.

Ternyata tidak sulit ya membuat tempe sendiri, cobain di rumah yuk!

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini