Berbagai Jenis Tanaman yang Mudah untuk Dicocok Tanam

b55276e1ca8bf28bcaaa4c708c5cb8463cfcde7a.jpeg

Yuk Bu, ajak seluruh anggota keluarga berkebun! Tentunya ini akan menjadi kegiatan menyenangkan apalagi jika dilakukan bersama. Tak hanya itu, bercocok tanam juga memiliki banyak manfaat untuk si Kecil, yakni lebih mencintai lingkungannya. Selain itu, si Kecil juga bisa membangun sebuah perspektif tentang dirinya dan alam. Si Kecil jadi tahu proses pertumbuhan sayuran yang ia makan, sehingga si Kecil memiliki orientasi pengetahuan alam yang positif. 

Tak perlu pekarangan luas untuk mengajarkan anak-anak bercocok tanam. Manfaatkan sedikit ruang di teras atau lahan di samping rumah yang agak kosong. Jika tak ada, media pot atau polybag pun juga bisa disesuaikan.

Saat bercocok tanam, sebaiknya pilih tanaman yang mudah ditanam dan cepat tumbuh, karena si Kecil kerap menginginkan hasil yang cepat terlihat. Hmm.. kira-kira tumbuhan apa saja yang mudah ditanam saat bercocok tanam? Tanaman-tanaman di bawah ini mungkin bisa menjadi referensi Ibu untuk mengajarkan si Kecil bercocok tanam, karena cara menanam dan perawatannya pun mudah untuk dilakukan.


Bunga Matahari

Tanaman yang satu ini termasuk ke dalam tumbuhan yang mudah perawatannya. Cara menanamnya pun juga sangat mudah, cukup dengan menabur benih secara langsung ke dalam tanah. Jika tidak mempunyai lahan yang luas, bunga matahari juga bisa ditanam di dalam pot gambut secara invidu, bahkan di dalam ruangan sekalipun. Bunga matahari tumbuh dalam waktu cepat dalam 2 minggu. Tentu si Kecil akan senang melihat keindahan bunga matahari saat bunganya sudah tumbuh mekar.

 

Cabai

Di tengah kenaikan harga cabai yang semakin mahal. Ibu bisa lebih mengirit pengeluaran dengan menanam cabai sendiri di pekarangan, sambil sekaligus mengajarkan si Kecil bercocok tanam. Cabai sangat mudah untuk ditanam. Cukup dengan menyemai biji cabe dalam pot yang sudah berisi tanah. Setelah tumbuh, pisahkan dan tanam tanaman ini dalam beberapa pot yang berbeda. Dalam kurun waktu dua bulan, cabai yang Ibu tanam dan rawat dengan baik sudah bisa dipanen.

 

Selada

Si Kecil tidak suka makan sayur? Yuk Bu, ajak si Kecil menanam sayuran. Ibu bisa mengajak si Kecil mencoba menanam sayuran selada dengan teknik hidroponik, yakni dengan menggunakan pipa paralon bekas yang diberi lubang kemudian dicampur dengan campuran sekam bakar dan pasir kerikil sebagai media hidroponik. Dalam jangka waktu 25-30 hari, sayur selada pun siap untuk dipanen. Si Kecil pun pasti akan semangat dalam mengonsumsi sayur, karena panen sayur selada hasil jerih payahnya terasa lezat untuk dimakan.

 

Tomat Cherry

Tomat cherry pasti disukai si Kecil, karena rasanya yang lebih manis dibandingkan dengan tomat biasa. Tomat cherry juga sering disajikan Ibu sebagai salad. Cara menanam tomat cherry juga tidak terlalu sulit. Karena tanaman tomat cherry sifatnya merambat, maka diperlukan batang kayu untuk menopang tanaman cherry agar bisa tumbuh dengan optimal. Selain menyiram dengan teratur, Ibu juga perlu mengajarkan si Kecil untuk rutin memangkas anak daun yang sering tumbuh di antara ketiak daun agar batang tanaman tomat tidak tumbuh miring. Tomat cherry siap panen dalam jangka waktu 2-3 bulan.

 

Selamat bercocok tanam!