Hebat Di Kantor, Hebat Di Rumah

a5c823f0540b8cfaaba144206d11dde91d4e7098.jpeg

Secara global, kebangkitan kaum perempuan memang sedang berlangsung, Inilah yang disimpulkan para ahli, sebagaimana dikutip oleh Gordon Dryden dalam buku Learning Revolution (1999). Di bidang akademik pun kaum perempuan menunjukan tanda-tanda kemajuan yang luar biasa. Riset di Jogjakarta menunjukkan secara umum kaum perempuan berhasil memenangi prestasi akademik, mengungguli kaum laki-laki (Jurnal Psikologi UGM: 1998 / 2 / 16-24)

Seiring dengan perubahan mindset masyarakat terhadap perempuan dan berbagai bukti prestasi yang ditunjukan perempuan di berbagai bidang, kini tak jarang  perempuan mendapatkan kepercayaan menduduki posisi kunci di perusahaan, organisasi, atau birokrasi.

Dengan tugas-tugas di kantor yang begitu menumpuk, perempuan juga tetap diharapkan menjadi orang penting dalam rumah tangga. Keberadaan dan peranan ibu nyaris tak bisa digantikan.

 

 

 

Jika ada seorang bapak atau ayah yang sudah sibuk di luar untuk berbagai urusan, biasanya si ibu di rumah tidak mengizinkan lagi si ayah mengerjakan pekerjaan lain. Cukup ditangani asisten. Tapi tidak demikian halnya dengan perempuan. Sebagian besar perempuan mampu memainkan berbagai peran dengan sangat bagus. Selain sebagai atasan di kantor, di rumah juga tetap menjadi ibu rumah tangga yang lihai mengurus dapur.

 

 

 

Masalah yang kerap dihadapi perempuan, terutama yang bekerja di luar rumah adalah, bagaimana supaya bisa berperan optimal di kantor dan juga optimal di rumah? Ini memang tidak ada teori atau konsep yang bisa menjelaskan sampai sempurna. Masing-masing orang punya kurikulum sendiri dari Tuhan. Tapi, panduan umum di bawah ini mudah-mudahan bisa menginspirasi atau membantu.

 

 

 

1.      Yang pertama adalah temukan contoh. Kita perlu menemukan perempuan yang bisa kita contoh (benchmarking) dan kita pelajari cara hidupnya. Inilah cara belajar yang paling simpel bagi orang dewasa. Kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak?  Orang yang bisa kita contoh bisa siapa saja, mungkin ibu sendiri, mertua, atau tokoh yang riwayat hidupnya kita baca.

 

 

 

2.      Kedua, selalu meningkatkan kemampuan untuk mengontrol stress. Semakin tinggi posisi di pekerjaan, maka semakin banyak stressor. Stressor ini tidak mungkin dihilangkan atau dihindari. Yang bisa kita lakukan adalah mengelolanya supaya tidak sampai merusak atau menghancurkan.

 

 

 

3.      Ketiga, tetap terjaga (connected). Inilah prinsip yang paling mendasar. Terjaga dalam arti kita menyadari nilai-nilai atau kewajiban kita. Terjaga dalam arti kita paham apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita hindari. Terjaga dalam arti bagaimana kita bertindak dan bersikap saat di rumah dan di kantor. Terjaga adalah sumber keseimbangan.

 

 

 

Semua orang sebetulnya bisa terjaga selama tidak kalah oleh nafsu, kalah oleh godaan setan atau kalah oleh tekanan dari luar, entah itu sistem atau manusia. Di sinilah pentingnya berdoa meminta pertolongan karena sejatinya kita tidak benar-benar  kuat.

 

 

 

Semoga bermanfaat!