0ae7665e727e2a17f8ebcf0b19bee20d61756f2c.jpeg

Tidak dapat diabaikan, pertumbuhan jenis restoran makin beragam dan berkembang di banyak kota, termasuk Jakarta. Rasanya, berbagai jenis masakan baik lokal dan lainnya, berjejal mengundang untuk dikunjungi segera. Kali ini fokusnya adalah area Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tepatnya di jalan Cikajang. restoran

Restoran Cut The Crab, buka sekitar empat bulan silam, berlokasi di antara Jalan Wolter Monginsidi dan Jalan Tirtayasa. Seperti namanya, restoran ini spesifik menyajikan hidangan kepiting dan udang, buka mulai dari pukul 11.30. Tampilan restoran simple saja dengan kursi berbahan plastik warna cerah, sementara desain interior menyerupai lambung kapal lengkap dengan pelampung, juga beberapa akuarium berisi kepiting Papua. Mungkinkah ini salah satu indikasi jika restoran ini lebih fokus kepada hidangan dibanding tampilan? Semoga saja demikian.

Dari selembar menu, kita bisa memilih jenis hidangan yang terbagi dua antara a la carte dan paket makan siang seharga Rp75.000 termasuk minuman. Karena ingin mencicipi beberapa jenis makanan, pilihan jatuh pada fish n’ chips, calamari dan louisiana combo yang berisi 4-5 lobster rebus air dengan saus khas.

Tidak lama kemudian, pramusaji menutup meja dengan selembar kertas seukuran meja, rupanya ini adalah cara bersantap yang unik di restoran Cut the Crab. Nama restoran ini sepertinya adalah plesetan dari ekspresi bahasa asing yaitu cut the crap, yang kira-kira berarti: tidak perlu bicara basa-basi. Ah, jadi tidak sabar menanti kira-kira seperti apa cita rasa hidangan yang akan disajikan.

Ternyata, hidangan yang datang adalah ikan dan calamari, yaitu cumi-cumi dalam potongan besar yang digoreng tepung dan disajikan dengan saus bawang putih. Calamari seharga Rp70.000 per porsi ini, adalah hidangan pas yang menyenangkan karena citarasa lezat dan daging cumi-cumi yang lembut hingga mudah dikunyah, apalagi kalau disantap selagi hangat dan garing. Karena mendadak cuaca berubah dari panas terik ke hujan lebat, hidangan ini jadi pembuka yang meyakinkan untuk lanjut ke hidangan berikut.

Fish n’ chips dengan daging ikan dori yang segar memiliki lapisan tepung yang tidak terlalu tebal. Dengan tambahan mayonaise dan sambal, sensasinya tidak berbeda dengan calamari. Tidak ada tambahan bumbu yang dominan membuat tiap gigitan hidangan ini menghasilkan kelezatan asli seafood yang baik. Jika umumnya chips adalah kentang goreng ala french fries, ternyata ada satu tambahan berupa ubi goreng yang berwarna oranye. Paduan keren dalam warna dan tampilan yang menggugah selera, membuatnya cepat lenyap dari atas meja, tandas dan tuntas total!

Sebelum hidangan andalan tersaji, segelas es teh lemon (refillable) berhasil membantu kelancaran dua hidangan sebelumnya untuk mendapat tempat rapih dalam perut. Lalu datanglah sang pramusaji dengan sebuah kantung plastik dan gunting. Terus terang bukan pemandangan yang diharapkan dalam sebuah restoran, yang ternyata itu adalah hidangan pesanan berupa lobster air tawar lengkap dengan jagung dan ubi ungu. Dengan cekatan, plastik digunting dan dipotong melebar sehingga semua isi kantung bebas digapai tangan di atas meja lalu siap disantap! Inilah alasan kenapa meja ditutup seluruhnya dan disulap menjadi ‘piring’ super besar, agar semua dapat dinikmati lengkap tanpa kesulitan.

Sekilas sempat terpikir untuk memesan nasi atau kentang goreng mendampingi hidangan lobster air tawar ini, hanya saja dengan kesibukan tangan yang sulit dihentikan, ide ini akhirnya tidak terlaksana. Tanpa perlawanan berarti, daging lobster terlepas dengan mudah, sekaligus menandakan kesegarannya. Rasa juga tekstur tidak berbeda jauh dari udang galah, hanya saja ini lebih lembut. Sedangkan saus ala Louisiana serta kelengkapan seperti ubi ungu, jagung dan sosis cukup jadi penutup sesi bersantap siang. Porsi besar dari hidangan seharga Rp110.000, boleh jadi pilihan ketika ada banyak waktu untuk menikmatinya secara lengkap.

Lalu, jika ingin bersantap kepiting Papua yang dapat mencapai berat dua kilogram, pastikan kepiting tersedia dan Anda memiliki beberapa rekan yang bersedia menemani bersantap besar di restoran Cut The Crab ini. Jika tidak, sesi kali ini segera ditutup dengan mencuci tangan bersih karena hanya ada satu jenis hidangan pencuci mulut yaitu es krim. Satu hal yang jarang ditemui di restoran lainnya adalah tersedianya pasta gigi (tanpa sikat) di wastafel tempat mencuci tangan. Mungkin Anda bisa merasakan manfaatnya, jika sempat berkunjung.

Nah, sekarang terjawab sudah pertanyaan di atas, sesuai judulnya, tidak perlu bicara basa basi (cut the crap), restoran ini menyajikan apa adanya seperti janjinya. Sekarang giliran Anda untuk membuktikannya dengan mencicip masakan yang tersedia di restoran ini selagi masih belum banyak tamu yang mengejar kelezatan kepiting Papua dan lobster dengan harga sesuai. Mungkin saja tidak lama lagi restoran ini akan jadi tempat favorit. Segera kunjungi dan selamat bersantap!

Cut The Crab

Jl. Cikajang 32

7206810, 081585857117

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini