Review Chatter Box

da94a9df6f826c21211876eece0712e702f942a0.jpeg

Chatterbox adalah sebuah resto unik yang lengkap menyajikan berbagai pilihan. Unik karena ternyata sudah hadir di Jakarta sejak 1988 dan sekarang ada didalam grup MAP yang juga memiliki banyak gerai hidangan juga belanja seperti Sogo. Jadi jika Anda berkesempatan mampir ke mall, Chatterbox bisa dijumpai bersamaan kehadiran Sogo walau bukan satu keharusan. Kali ini saya berkunjung ke Mall Kelapa Gading, agak berbeda karena lokasi resto berseberangan jauh dengan Sogo. Chatterbox ada disisi Lapiazza lantai dasar.

Tampilan restoran yang sederhana tidak mencerminkan tawaran menu yang lengkap dan beragam, hidangan asia, barat dan Indonesia siap disajikan kehadapan Anda. Kali ini saya mencoba beberapa hidangan mulai dari pembuka sampai pencuci mulut. Dimulai dengan chef caesar salad, cucur udang, char kway teow sapi, prawn laksa dan diakhiri dengan cing teng juga es delima. Satu pilihan minuman yang menyenangkan adalah botomless iced tea atau es teh yang selalu diisi kembali oleh pramusaji jika kosong.

Mencermati susunan menu yang lumayan beragam, tidak salah jika resto ini bisa jadi pilihan ideal bagi kunjungan sekeluarga ataupun sekedar makan siang cepat. Variasi menu juga bertambah dengan promosi berkala pada pilihan hidangan dan pilihan pembayaran dengan potongan harga dari penerbit kartu kredit tertentu. Menilik dari harga yang dicantumkan, hidangan tersedia mulai dari Rp. 20.000 sampai Rp. 95.000 diluar pajak dan layanan yaitu 15.5%.

Saya memulai sesi makan dengan menikmati chef caesar salad, porsi salad berukuran medium. Kombinasi sayuran segar, potongan ayam dan diberi saus mayonaise sangat terasa gurih. Bagi saya memang agak sedikit asin, tapi karena berfungsi sebagai hidangan pembuka; mudah diterima dan akhirnya menggugah selera untuk hidangan berikut yaitu cucur udang. Dengan rasa dan tekstur mirip bakwan sayur, cucur udang disajikan dengan saus tomat yang menyeimbangkan rasa, pas dilidah walau hanya terdiri dari beberapa potong dalam piring saji.

Sejenak memberi kesempatan pada perut beristirahat, teh es yang segar segera membasahi kerongkongan dan melancarkan proses makan siang. Saya memilih prawn laksa yang adalah hidangan khas dari chatter box karena hidangan negeri jiran ini selalu tampil serba lengkap. Laksa seperti menjawab kebutuhan akan hidangan berkuah hangat dan sedikit pedas sangat pas untuk menyiasati udara dingin dari cuaca mendung yang sering hadir. Saran saya, pesan dengan versi udang yang sudah dikuliti agar lebih mudah menikmati semua isi laksa tanpa harus sibuk mengupasnya.

Satu hal yang memudahkan tiap hidangan disantap sesuai selera adalah kehadiran saus atau tambahan cabai potong yang mengiringi pilihan hidangan asal asia ini. Jika terasa kurang pedas dengan mudah 3 pilihan cabai siap diatas meja untuk digunakan. Tapi untuk saya pribadi pilihan char kway teow sapi sudah memuaskan, tanpa kehadiran sambal, 1 porsi disajikan dalam satu wajan kecil. Kway teow sendiri adalah bahan makanan sejenis mie yang lebih lebar berwarna putih susu yang dan dibuat dari tepung beras; dikenal luas dinegara seperti Malaysia, Singapura, Brunai dan pastinya Indonesia. Anda dapat memilih isi dari hidangan ini yaitu seafood, sapi dan ayam. Jika Anda tidak punya banyak waktu untuk bersantap siang, ini adalah salah satu menu ideal karena segera disajikan setelah dipesan dengan ukuran yang tidak terlalu banyak juga.

Ada catatan yang menyenangkan dari restoran ini, hidangan selalu menggunakan bahan segar dan terpilih untuk memberikan hasil yang terbaik. Yang penting lagi, bumbu penyedap jenis MSG tidak digunakan karena kita pasti tahu jika hidangan asal asia, kebanyakan menggunakannya. Bagi individu yang sensitif, kadang malah akan menimbulkan efek yang tidak baik. Dan jika Anda masih memerlukan substitusi atau pengurangan bahan yang digunakan karena alasan diet, cukup memberitahukannya pada pramusaji agar hidangan yang disantap memberi kebaikan bagi Anda tanpa harus mengganggu program diet dan pantangan.

Karena pilihan hidangan saya berbau oriental, saya memutuskan untuk mencoba menutup dengan rasa manis yang sudah saya kenal. Es delima dan cing teng adalah pilihan pas karena disajikan dingin dengan bahan hidangan yang sederhana namun memberi kepuasan rasa yang baik. Es delima disajikan dalam gelas setengah bundar dengan irisan daging kelapa muda juga santan dan pastinya delima berwarna merah. Sedang cing teng (cheng teng) adalah pencuci mulut a la cina berisi jamur putih, kacang ginko biloba, lengkeng, red plum yang dimasak dalam air gula batu. Rasanya unik karena kombinasi bahan hidangan antara manis dan asam yang segar. Hanya kali ini karena ketidakhadiran batu es, rasa manis agak dominan tapi secara keseluruhan dapat saya nikmati dengan baik.

Chatterbox juga menyediakan layanan delivery tanpa minimum order tapi ada biaya extra sebesar Rp 10.000 dengan cakupan wilayah antar 5 km dari outlet. Mungkin bisa jadi opsi jika Anda tidak sempat datang tapi tetap ingin mencicip hidangan aneka jenis dirumah atau kantor. Outlet chatterbox terdapat dibeberapa tempat seputaran Jakarta : Cilandak Town Square, Plaza Senayan, Setiabudi Building, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Lapiazza, Mal Emporium Pluit, Kebon Jeruk, dan Central Park.

Optional remarks:

Food/makanan              :           4/5

Value/harga makanan    :           4/5

Ambience/suasana        :           3/5

Service/layanan             :           2/5