Bijak Melindungi Anak dari Sebaran Virus

8622459f42d331a46d911ca6f985ca4764f4c3d1.jpeg

Ada lebih seratus virus yang bisa hinggap di tubuh manusia. Selain di udara, virus juga ada di air dan apa-apa yang keluar dari tubuh pengidapnya.  Apa pun jenis virusnya, berpotensi menular, atau ditularkan ke orang di sekitarnya. Anak lebih rentan tertular dibanding orang dewasa, maka perlu dilindungi. Bagaimana caranya, kita membicarakannya di sini.

BOLEH dibilang virus ada di mana-mana. Juga di udara tempat kita menghirup napas, virus pun hadir. Di udara terbuka yang kelihatannya bersih pun virus bertebaran tanpa kita bisa melihatnya. Apalagi di sekitar yang ada pengidap virusnya. Orang sedang flu salah satu sumber penular virus juga. Maka bayi dan anak sebaiknya dijauhkan dari orang flu.

Tata kramanya, kalau sedang flu sebaiknya tidak berada di dekat bayi dan anak. Jangan anggap cuma flu, karena virus flu bisa saja berujung komplikasi. Pada bayi dan anak, infeksi paru-paru salah satu komplikasinya.

 

Lewat udara, air, makanan dan minuman

Lumayan banyak jenis virus yang beredar dan ditularkan lewat udara yang kita hirup. Selain virus flu, virus cacar, dan virus yang menyerang otak juga ditularkan lewat udara.

Sudah tentu udara di area yang banyak penderita infeksi virus harus dijauhkan dari tempat bayi dan anak beraktivitas. Itu sebab kenapa anak-anak dilarang ikut menjenguk orang sakit di rumah sakit. Penyakit nosocomial, yakni infeksi yang ditularkan di rumah sakit, tidak boleh sampai menyerang anak.

Anak tidak diajak selagi menjenguk orang sakit infeksi kendati bukan di rumah sakit. Selain udara, juga semua barang dan alat yang tercemar virus, menjadi sumber penular virus. Ketika virus flu burung dan SARS (severe acute respiratory syndrome) berjangkit, bahkan gagang telpon umum, pegangan pintu, dan semua benda di tempat-tempat umum, seperti di pasar, mal, stasiun, atau terminal bandara, jangan sampai terpegang anak.

Membasuh tangan sepulang bepergian merupakan cara jitu mencegah penyebaran virus.

 

Tentu semua pengidap penyakit virus baik cacar air, herpes, hendaknya tidak bersentuhan dengan bayi dan anak. Kebiasaan orang dewasa mencium bayi dan anak perlu memastikan kalau dirinya tidak sedang mengidap virus herpes di mulut (herpes simplex). Termasuk ketika ada anak yang sedang batuk rejan (pertussis), campak (measles), dan gondongan (parotitis) tidak berada di sekitar bayi dan anak sehat.

 

Pada musim basah, virus banyak menumpuk dalam sampah busuk. Maka perhatikan makanan minuman yang berpotensi tercemar virus, seperti jajanan mentah, es, buah dingin, berisiko membawa virus hepatitis A, selain virus penginfeksi perut lainnya. Diare dan penyakit kuning, bisa virus juga penyebabnya.

 

 

 

Waspadai sehabis perawatan gigi

 

Satu yang sering luput dari perhatian kita. Sehabis perawatan gigi sebaiknya perlu memperhatikan agar langsung berkumur dengan larutan antiseptik. Maksudnya berjaga-jaga kalau-kalau peralatan gigi yang dipakai belum cukup steril dan bekas pengidap hepatitis B atau hepatitis C kalau bukan HIV.

 

Karena itu semua peralatan dokter gigi harus disterilisasi dengan cara pemanasan bertekanan tinggi (autoclaf), sebab peralatan gigi yang hanya sekadar mencucinya dengan sabun atau alkohol, belum tentu virusnya sudah mati.Selain itu, dengan langsung berkumur-kumur memakai larutan antiseptik, diharapkan virusnya terbasmi, dan anak tercegah dari penularan yang tak perlu.

 

Orangtua harus jadi pihak yang cermat

Memang kita tidak bisa mengandalkan orang lain yang berlaku sebagaimana mestinya saat mereka sakit sehingga jika mereka mengidap suatu virus, maka virus itu tidak akan menular ke anak kita. Begitu juga jika anak lain di sekitar anak kita yang sedang sakit. Maka, kita sebagai orangtua yang harus cermat dalam bersikap dan berlaku agar anak kita terlindung dari virus orang lain. Memang tidak rasional apabila kita mengurung anak di rumah terus agar ia tidak tertular penyakit, tetapi ada cara-cara dan kebiasaan baik yang bisa kita terapkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan anak. Salah satunya dengan mengajak anak rajin mencuci tangan, tentunya dengan cara yang benar. ***