Berkenalan dengan Antioksidan

752911a187643f37d431806f48a7b3aa4e9cbdf0.jpeg

Istilah antioksidan semakin akrab di telinga kita belakangan ini. Kalau dahulu kita masih berkutat menghadapi kebanjiran mikroorganisme bibit penyakit berseliweran di sekitar kita, kini kehidupan kita kian kebanjiran radikal bebas (free radical) sebagai musuh utama. Bibit penyakit membuat kita terinfeksi, radikal bebas membuat kita jatuh sakit juga. Hampir segala penyakit sekarang ini kalau dilacak bisa berawal dari banjirnya radikal bebas dalam tubuh. Kanker, gangguan jantung, menjadi lekas menua, bisa terjadikarena radikal bebas. Lalu antioksidan dihadirkan untuk meredam radikal bebas yang membanjir dalam tubuh itu.

TUBUH sendiri sebetulnya memproduksi antioksidan. Sejak dahulu, radikal bebas memang sudah hadir, baik sebagai sampah metabolisme tubuh, maupun yang datang dari luar tubuh berupa apa yang kita konsumsi, obat dan herbal yang kita minum, serta polusi lingkungan sendiri. Namun tidak sebanyak yang dipikul orang sekarang.

 

Perlu suplemen antioksidan

Dengan kondisi lingkungan sekarang ini, kita benar-benar kebanjiran radikal bebas yang datang dari segala penjuru lingkungan, selain akibat pilihan gaya hidup yang salah. Stressor jiwa selain stres fisik sama buruknya bagi tubuh sehingga tubuh membutuhkan antioksidan sebagai penawar racun radikal bebas dengan takaran lebih tinggi.

Antioksidan buatan tubuh kini sudah tak mencukupi kebutuhan tubuh lagi manakala kehidupan dan penghidupan orang sekarang kian didera oleh serangan radikal bebas dari segala penjuru. Tanpa bantuan antioksidan tambahan, tubuh sudah kewalahan untuk meredam bahaya radikal bebas. Itu alasan mengapa orang sekarang perlu suplemen antioksidan kalau tidak mau tubuhnya kian dirusak oleh bahaya kebanjiran radikal bebas.

Hampir tidak ada gangguan dan penyakit orang sekarang yang bukan akibat kebanjiran radikal bebas. Tanpa kita sadari radikal bebas sudah memasuki tubuh kita setiap hari. Tumpukan radikal bebas itu yang lama-kelamaan memunculkan masalah pada tubuh. Sekadar pembentukan karat lemak pada dinding pembuluh koroner jantung atau kita sebut plaque, ada peranan radikal bebas juga.

Tak cukup dari menu harian

Paling menyehatkan kalau antioksidan diperoleh dari menu harian. Namun melihat kualitas menu harian orang sekarang semakin krisis gizinya, tentu menu harian ini perlu diperbaiki agar kandungan nutrisinya dapat memenuhi kebutuhan tubuh.Adapun antioksidan terdepan bisa kita dapatkan dari vitamin C, vitamin E, dan beta-carotene. Tak cukup dosis lama (sebagaimana daily recomended allowances dalam buku teks) bahwa kebutuhan vitamin C cukup 100 Mg sehari. Rata-rata tubuh orang sekarang butuh jauh lebih banyak vitamin C. Sekadar asap rokok yang diterima bukan perokok (passive smoker) sama buruknya dengan perokok sendiri,  maka keduanya butuh vitamin C dosis tinggi agar terhindar dari bahaya kebanjiran radikal bebas. Dosis tinggi (megadoses) vitamin C pada kasus ini bertindak sebagai terapi, bukan takaran pemeliharaan semata.

Tak perlu khawatir mengonsumsi vitamin C dosis tinggi untuk berjaga-jaga terhadap ancaman yang tidak kita inginkan, daripada sampai kekurangan, karena kelebihan vitamin C akan dibuang bersama urine. Begitu juga halnya dengan vitamin E, dan beta-carotene. Bedanya kelebihan vitamin E sebagai vitamin yang larut dalam lemak, tak aman kalau dikonsumsi berlebihan, maka secukupnya saja. Termasuk mereka yang rutin minum obat pengencer darah (tablet salisilat) dosis vitamin E tidak diperkenan berlebihan karena kalau berlebihan bisa menimbulkan perdarahan.

Memang segala kebutuhan tubuh jika memang harus bisa kita dapatkan dari berbagai suplemen, asal kita cermat memilihnya. Tetapi tentu akan lebih baik apabila kita bisa mendapatkannya dari sumber yang alami.

Karena itu, menu harian seluruh anggota keluarga perlu selalu diperhatikan, juga menjaga kualitas dan gaya hidup agar kita terlindungi dari serangan radikal bebas. Manjaga pola makan dan gaya hidup itu ibarat investasi, bukan? ***