Behind The Networking

ab1403d1206de3c69fd8bb30cdce8f28fdc5e0c6.jpeg

Membangun networking itu jelas tidak semata kita mengenal orang dari sisi yang paling luar, seperti nama dan di mana kerjanya, dengan cara membagi kartu nama atau kenalan di pesta.

Meminjam istilah dalam dunia karier, membangun networking itu bukan semata menciptakan “connecting-to”, tetapi harus sampai pada “connecting-with”. Pengertian yang bisa dijabarkan dari istilah connecting-with ini antara lain:

  • Kita mengenal orang yang mengenal kita mengenai bidang kita dan bidang dia. Orang yang kita kenal itu mengetahui apa kelebihan kita, apa keahlian kita, dan apa bidang kita. Demikian juga kita terhadap dia.
  • Ada komitmen yang kita bangun mengenai apa yang kita lakukan atau apa yang kita rencakan. Atau dengan kata lain, sudah ada kecocokan (chemistry) dengan kita.
  • Ada keterlibatan (involvement) antara kita dengan dia, baik secara personal atau profesional.

 

Tentu saja untuk membangun connecting-with itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Di samping itu, perlu ada kelapangan dada untuk menerima kenyataan bahwa tidak semua orang yang kita kenal itu harus sampai ke level connecting-with.

 

Bentuk perjuangan dan pengorbanan yang dibutuhkan itu antara lain perlu memiliki kejelasan dalam diri mengenai apa kelebihan kita, bidang apa yang kita kuasai, apa rencana kita, apa kemauan kita, dan seterusnya.

Intinya adalah having clear vision and understanding about ourselves. Bila kita tidak jelas melihat diri sendiri, orang lain juga tidak jelas memperlakukan kita. Ini bisa membuat networking kurang berkualitas.

Penting juga untuk melakukan eksplorasi secara terus menerus dan bertahap, sesuai kebutuhan dan tantangan. Kita perlu menyediakan waktu untuk memperluas dan memperdalam network, tapi harus terukur dan teratur.

Jangan sampai kita hanya fokus untuk membangun networking lalu menjalin banyak urusan, tapi ujung-ujungnya membuat kita bingung sendiri. Perlu ada manajemen prioritas yang baik menurut keadaan kita.

Mengenai tehnik bereksplorasi, kita bisa pakai cara langsung dan tidak langsung (mengenal orang baru melalui orang yang sudah kita kenal). Ini sangat manjur.

Yang wajib kita miliki lagi adalah kapasitas yang besar untuk memahami atau memaafkan orang. Tidak akan bisa kita membangun network yang kuat dan langgeng jika ini tidak kita miliki. Tapi, jika terlalu pemaaf pun harus lebih waspada.

Network ini perlu dimiliki oleh siapapun yang aktif ingin mengembangkan dirinya di segala bidang. Kesalahan umum yang terjadi adalah kita ingin menemukan orang yang baik, tapi kita lupa untuk memperbaiki diri. Padahal ini sangat tidak mungkin.

Jadi, marilah kita mulai dari diri sendiri dulu. Semoga bermanfaat.