Anda Mengantuk ? Tidurlah

5230ad793d6db6151fc60ccdcc5c391eff30d86c.jpeg

KEBUTUHAN tidur berbeda karena umur, dan pola tidur yang dimiliki seseorang. Bayi baru lahir paling banyak tuntutan waktu tidurnya. Hampir sepanjang hari dihabiskan untuk tidur dan menyusui. Makin bertambah usia, makin menurun kecukupan tidur. Rata-rata tidur orang dewasa dinilai memadai bila 7-8 jam sehari.

Tidur terpola oleh irama harian (sirkadian) yang sudah disetel di otak antara siang dan malam. Hormon mellatonin yang mengatur kapan waktu jatuh tidur dan kapan jaga. Gangguan pada hormon ini, pola tidur mengalami perubahan. Contoh bila kita melintasi garis waktu bumi, tubuh beradaptasi selama menempuh hari-hari jet lag.

Bagian otak di pangkal saraf bolamata chiasma opticus yang memberikan sinyal, oleh ada tidaknya stimulasi cahaya sehingga kita mengantuk, ataukah terjaga. Ketika matahari terbenam, secara alami tubuh diajak untuk tidur. Namun paparan cahaya yang berlebihan oleh lampu dapat menekan rangsangan untuk jatuh tidur. Maka kamar tidur yang lebih gelap dan temaram membantu kita lebih lekas masuk ke dalam suasana jatuh tidur.

Mendengarkan suara tubuh

Kebutuhan tidur pada orang yang sama untuk waktu berbeda belum tentu sama. Adakalanya pada hari ketika aktivitas berlebihan, dan kondisi tubuh sedang melemah, tubuh minta tidur lebih banyak. Permintaan itu dirasakan sebagai rasa kantuk yang bukan pada jadwal tidur.

Kurang tidur pada hari sebelumnya, sering membuat kita mengantuk esok harinya. Dan ini wajar. Artinya secara alami tubuh menuntut waktu tidur yang lebih untuk pembayar utang tidur. Kekurangan tidur memunculkan gangguan bukan saja fisik jadi lesu, lemah dan kurang bisa berkonsentrasi, melainkan juga secara kejiwaan jadi uring-uringan, mudah tersinggung, dan nafsu makan mungkin malah berlebih.

Suara tubuh dalam manifestasi rasa kantuk yang datang tiba-tiba, perlu kita dengarkan agar tubuh tidak menjadi buruk performance-nya. Kinerja juga bisa menurun kalau kondisi tubuh perlu tidur lebih banyak tapi tidak dikabulkan. Bijaknya kita wajib mencukupi keperluan tidur yang diminta lebih oleh tubuh.

Tubuh meminta tidur dalam bentuk rasa kantuk yang tidak biasanya, bukan hanya karena sebelumnya kekurangan tidur, bisa juga sebab kondisi tubuh sedang menurun. Sedang masuk angin atau mau flu, misalnya. Kalau saja kita mendengarkan suara tubuh itu, lalu kita membawanya tidur, dengan cara sesederhana itu tubuh diberi kesempatan untuk memulihkan kondisinya, dan memampukannya melawan jatuh sakitnya. Kita jadi batal jatuh sakit. Itu maka, cara gampang melawan flu itu dengan membawa tidur. Obat belum tentu diperlukan.

Orang yang terus melawan permintaan tubuh untuk tidur, lama-lama akan menumpuk pemburukan kondisi tubuhnya. Atau sering jatuh sakit, kalau bukan malah semakin memperburuk kondisi penyakit lama yang sudah diidap. Kekurangan tidur melemahkan fungsi organ tubuh. Proses detoksifikasi, atau pembuangan racun-racun metabolisme tubuh, misalnya, tidak berlangsung lancar bila kekurangan tidur.

Tubuh yang terus dipacu beaktivitas sejak muda termasuk menanggung kekurangan tidur puluhan tahun, berbeda kondisinya dengan tubuh yang tertib teratur jam tidurnya.

Salah satu cara sederhana untuk panjang umur dan tetap sehat (healthy ageing), tidur teratur sekurang-kurangnya 7-8 jam sehari, dengan nyenyak.

Tidur berkualitas

Tidur berkualitas berarti cukup durasinya, selain harus lelap pula. Dan itu bisa diperoleh kalau hidup kita sudah terbentuk tertib jadwalnya. Jadwal makan, jadwal bekerja, jadwal jeda, dan jadwal tidur. Perubahan dari pola jadwal harian yang tertata begitu, sering mengganggu kinerja tubuh.

Tidur bermasalah bukan saja sebab fisik kelewat letih (fatigue), terlebih sering pula sebab jiwa yang letih. Stres fisik dan jiwa yang berkepanjangan acap menjadi penyebab susah tidur, atau tidur menjadi tidak berkualitas.

Tidur berlangsung sehat apabila selama tidur malam menempuh empat sampai lima kali fase gelombang tidur REM (rapid eye movement), pada masa tidur menjadi dalam, dan terlelap. Rangsangan pada otak pada fase tidur ini tidak akan menggugah tidur. Kita melihat seseorang sedang memasuki tidur yang lelap bila kelopak mata yang bergetar.

Di luar fase tidur REM di sepanjang tidur malam, lebih banyak masa tidur NREM (non rapid eye movement), pada masa mana tidur tidak lelap, dan otak mudah terangsang untuk tergugah. Pada fase tidur ini suara kecil saja, atau sentuhan ringan saja, sudah bisa menggugah tidurnya. Ada suara maling di rumah selama fase NREM, orang gampang terjaga. Tidak demikian bila sedang fase tidur REM.

Apabila tidur malam fase tidur REM-nya kurang, atau tidak muncul, berarti tidurnya tidak lelap. Tidur yang tak lelap ditandai dengan tak pernah bermimpi. Mimpi berlangsung selama fase tidur REM. Pada pria, fase tidur REM ditandai dengan terjadinya ereksi penis.

Orang yang kekurangan beraktivitas fisik, yang kurang makan, atau berdiet berlebihan, mengganggu tidurnya. Orang yang sedang banyak masalah, yang tengah stres, yang kelewat tegang (tension) susah pula jatuh tidurnya.

Jadi susah tidur sendiri dipilah apakah susah dalam hal jatuh tidur, atau bisa jatuh tidur tapi mudah terbangun. Apa pun masalah susah tidur, perlu diatasi, karena awal dari semua gangguan jiwa bermula dari gangguan tidur.

JADI selalu bijaksanalah terhadap suara tubuh. Senantiasa bukan saja mendengar suara tubuh, melainkan juga melaksanakan permintaan tidurnya. Kapan pun rasa kantuk itu datang, bawalah ia ke peraduan. Jangan paksakan masih beraktivitas, karena rasa kantuk itu merupakan jeritan tubuh minta dibawa beristirahat. Pemberitahuan kepada kita bahwa kondisi tubuh sedang perlu dipulihkan.

Satu hal penting lainnya, bahwa tidur siang meningkatkan performance tubuh, dan kinerja kita. Di mana-mana negara maju ada fasilitas untuk jeda tidur barang sejenak. Prestasi dan kinerja meningkat bila pekerja, siapa pun dia, menempuh tidur siang 10-15 menit saja.***