Alergi - Kaligata

alt-1b.jpg

Kaligata itu adalah salah satu manifestasi dari reaksi alergi pada kulit. Bisa berupa gatal-gatal, kemerahan, bentol-bentol (biduran), dapat juga berbentuk kulit yang melepuh yang muncul karena terpapar obat, atau cuaca yang merupakan pencetus alergi. Bisakah kaligata dicegah dan disembuhkan?

Alergi bukan didapat melainkan diwariskan secara genetik. Bila salah satu dari orangtua, apalagi kalau keduanya mengidap alergi, maka sebagian atau semua anak-anaknya akan mewarisi bakat alergi.

Muncul kemudian
Pada awal-awal, kendati berbakat alergi, reaksi alergi bisa saja belum muncul. Kemunculan reaksi alergi adanya faktor pencetus, terutama protein bisa bertindak sebagai pencetus alergi (disebut alergen). Paling sering faktor debu rumah (house dust), karena pada debu rumah banyak terkandung tungau (macam kutu kecil). Mungkin juga dari makanan, minuman, obat-obatan atau kosmetik. Bukan tak mungkin karena faktor cuaca, dan keringat, atau bahkan rambut diri sendiri.

Selama tidak terkena faktor pencetus, umumnya reaksi alergi tidak muncul. Mereka yang berbakat alergi kelihatan normal saja selama tidak sedang dalam serangan. Pada saat reaksi alerginya tercetus, serangan asma misalnya, mungkin muncul. Begitu juga kemungkinan serangan bentol-bentol kaligata.

Reaksi alergi paling awal pada bayi berupa kulit merah di pipi yang disebut eksim air susu. Munculnya merah di kulit pipi itulah sebetulnya petunjuk kalau seorang anak benar berbakat alergi (atopic).

Orangtua yang anaknya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda atopic, perlu lebih mewaspadai anaknya sebagai berbakat alergi. Artinya tidak sembarang memilih bedak, baby-oil, sabun, popok sekali-pakai, minyak telon, dan bahan kimiawi lainnya, termasuk bahan cita/kain untuk pakaiannya, serta kosmetik lainnya. Jangan lupa tidak sembarang memilihkan obat, minuman dan makanan tertentu.

Mengatasi kaligata
Bila setiap kali memakai atau mengonsumsi sesuatu muncul bentol-bentol merah gatal dan terasa panas, makin lama makin menjalar ke sekujur tubuh, hampir pasti reaksi alergi penyebabnya. Jangan tunda melakukan sesuatu untuk meredakannya. Selalulah sedia obat anti-alergi dari resep dokter di lemari obat rumah. Segera beri obat golongan anti-alergi antara lain antihistamin, bentuk tablet atau sirup dari berbagai merk.

Serangan alergi bisa terjadi kapan saja. Makin sepat obat diminum, makin ringan derajat serangan alerginya. Untung kalau reaksinya tidak hebat. Reaksi alergi hebat bukan cuma bentol-bentol sekujur badan, sering pula disertai mual, muntah, dan pusing, sesak napas. Bukan jarang sampai syok juga.

Kaligata, dapat mengganggu tidur dan waktu istirahat. Anak jadi gelisah dan merengek terus menahan gatal-gatalnya. Selain perlu obat supaya reaksi alergi tidak berlanjut, bentol-bentol di kulit perlu dibalur dengan bedak salisyl yang dijual bebas guna meredam rasa gatal. Kendati sangat gatal, upayakan agar tidak menggaruk supaya bentol-bentolnya tidak meluas. Bungkus jemari tangan anak dengan sarung tangan agar kulit tak lecet sehabis menggaruk.

Tak dapat disembuhkan, tapi bisa dicegah
Bakat alergi tak mungkin dihapus dari tubuh, namun dapat dicegah agar reaksi alergi tidak muncul. Waspadalah terhadap alergen agar dapat mengindarinya. Untuk itu, mengetahui kepastian jenis alergen itu harus. Dokter dapat membantu dengan melakukan serangkaian tes medik, dan orang tua melakukan "pegamatan" penyebab alergi dan mencatatnya. Amati makanan, minuman, atau suplemen dan obat-obat tertentu. Amati pula kosmetik, jika sudah cocok dengan satu merk, apakah bedak, sabun, shampo, perlu hati-hati tukar dengan merk baru.

Jangan cepat berasumsi penyebab alerginya, seperti terhadap makanan misalnya. Terlebih bila itu terjadi pada anak dalam masa pertumbuhan. Ia butuh kecukupan gizi dan energi. Perlu pula mengetahui makanan pengganti yang sejenis, untuk memenuhi kebutuhan gizi. Ahli gizi dapat membantu, supaya kelangsungan pertumbuhan anak tidak terhambat.

Menghindari alergen dari non-makanan, perlu dilakukan. Rumah yang memiliki penghuni berbakat alergi perlu diupayakan agar debu rumah minimal. Misal tak usah ada boneka kain, tak ada karpet agar semua lantai dapat di pel. Tak memakai kasur kapuk, obat nyamuk semprot, bakar, atau elektrik. Jangan biarkan ada tumpukan koran, majalah, buku, dan barang-barang di kamar tidur. Jangan pakai sapu atau bulu-ayam untuk menyingkirkan debu, guna mencegah tungau ikut terbang. Pakailah penyedot debu dan lap lembab.

Debu rumah, juga sering melekat di korden, baling-baling kipas angin, dan saringan AC. Maka perhatikan bagaian-bagian itu semua termasuk kolong dan celah belakang lemari. Kalau kaligata hanya muncul sehabis bangun tidur, hampir pasti sumber alerginya debu rumah di kamar tidur.

Perlu diingat, apa pun bisa menjadi pencetus kaligata. Maka catatlah, setiap kali habis mengonsumsi makanan/obat, atau memakai sesuatu, atau terpapar apa, kaligata muncul. Lalu hindari dan jauhi pemuncul kaligatanya itu. Minta bantuan dokter untuk konfirmasi dengan tes alergi secara medik dan pengobatannya. Karena hanya dengan cara begitu saja serangan kaligata bisa dicegah.

Daftarkan email Anda untuk informasi terkini