Agar tak Mudah Tertular Penyakit di Kantor

7df14e18298bfa4b00f63e165f87056ce79bc138.jpeg

Penyakit bisa datang dari mana saja. Termasuk yang berasal dari kantor. Penyakit kantor sendiri bisa berarti dua. Penyakit di lingkungan kantor, dan penyakit gedung (sick building syndrome). Keduanya bisa menimpa orang yang bekerja di gedung perkantoran. Seperti tempat umum, kantor juga sebuah lingkungan kumpulan orang. Belum tentu semuanya selalu dalam kondisi sehat. Bila ventilasi buruk saja, berbagai penyakit mudah tersebar. Flu, misalnya.

 

Infeksi lewat udara

Penyebaran penyakit yang terjadi di kantor umumnya adalah golongan penyakit yang ditularkan lewat udara (air-borne infection). Flu yang terbanyak. Virus flu sendiri banyak jenisnya. Ada yang ganas, selain ada pula yang jinak. Namun sama-sama mudah ditularkan.

Paling ditakuti kalau penyebaran virus jenis yang mematikan, seperti virus yang menyerang otak (encephalitis). Walau jarang, serangan virus ini paling ditakuti. Juga apabila jenis kuman penyerang paru-paru yang menyebar. Infeksi paru-paru pneumonia juga fatal.

Di antara infeksi paru-paru, di Indonesia paling sering ancaman penularan basil TBC. Disadari kasus TBC di Indonesia masih cukup banyak, selain pemberantasan TBC masih belum tuntas. Tempat-tempat umum seperti pasar, terminal bus, stasiun, termasuk di kantor ikut terancam penularan TBC.

Pengidap TBC yang buang ludah dan dahak sembarangan, dan ludah dan dahaknya berisi basil TBC, basil akan terbang ke udara setelah mengering. Basil yang terbang di udara ini bila terirup pernapasan orang di sekitarnya, dengan cara itu penularan TBC umumnya berlangsung.

Perlu regulasi orang kantoran yang positif TBC, khususnya TBC terbuka (pemeriksaan dahaknya poisitf) tidak membuang dahak sembarangan, selain segera meredakan batuknya jika ada. Kasus TBC terbuka yang bila batuk dan berdahak, yang berpotensi menyebarkan basil TBC-nya ke udara di sekitar.

Untuk penyakit yang kita anggap ringan seperti flu pun jangan sampai dianggap enteng. Sebaiknya menggunakan masker ketika sedang flu atau jika parah, tidak usah masuk ke kantor agar tidak menularkan penyakit ke orang lain.

 

 

 

 

 

Sick building syndrome

 

Berbeda dengan penyebaran infeksi lewat udara kantor, kita mengenal yang disebut penyakit gedung (sick building syndrome). Bukan hanya udara kantor tidak sehat bila dirancang kedap udara, gelombang elektromagnetik dari semua peralatan kantor, termasuk dari mesin fotokopi, berpengaruh buruk terhadap kesehatan penghuni kantor.

 

Kita tahu paparan gelombang elektromagnetik dalam waktu yang lama itu tidak menyehatkan. Keluhan sering pusing, nyeri kepala, dan sejenisnya diduga keras akibat struktur gedung yang seringkali kekurangan udara sehat dari luar

 

Ruangan kantor yang dirancang kedap udara luar, mengurangi sirkulasi udara. Udara kantor kekurangan pasokan oksigen, maka mulai banyak model kantor modern sekarang dibangun lebih terbuka (green building). Selain dirancang membiarkan lebih banyak udara luar yang masuk, pencahayaan juga mengandalkan matahari.

 

Ruangan kantor yang telanjur kedap udara luar diatur malam hari terbuka terhadap aliran udara luar, supaya sirkulasi udara miskin oksigen dan sudah berpolusi bibit penyakit, sempat bertukar sepanjang malam hari.

Bahaya lain bagi orang yang bekerja di gedung kantor   berasal dari saringan AC bila tidak rutin dibersihkan.

Penyakit jamur bisa berasal dari saringan AC juga, yang bila beredar di udara masuk pernapasan, lalu terjadi infeksi jamur pernapasan. Infeksi jamur paru tidak ada juga yang mematikan.

Untuk mengurangi bahaya penularan bibit penyakit apa pun di udara ruangan kantor, kenakan masker selama sedang banyak yang batuk pilek, siapa tahu ada bibit penyakit ganasnya. Begitu pula apabila kita yang sedang sakit. Kita juga perlu bijak dan melindungi orang lain dari penyakit yang sedang kita derita, jangan sampai orang lain jadi tertular. Selain itu, tentu kita harus senantiasa menjaga kesehatan dan ketahanan tubuh kita dengan asupan vitamin yang tepat. Selain itu biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan cara yang benar.***