Anak Demam, Sebaiknya Kompres Air Dingin atau Air Hangat?

0ced91cc0d0173d844a91977e7a6614f94d656ab.jpeg

Saat demam, tubuh si kecil akan merasa sangat tidak nyaman karena terjadi peningkatan suhu di atas normal. Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengobati demam pada anak, namun biasanya kompres menjadi pertolongan pertama saat demam melanda. Walaupun terkesan jadul, namun cara ini dipercaya efektif untuk menurunkan demam pada anak.

Cara setiap orang untuk mengompres pun berbeda-beda. Ada yang menggunakan air dingin atau air hangat. Begitu pula untuk penanganan masing-masing kompres juga berbeda. Cara mengompres pun juga harus diperhatikan dengan tepat. Jangan sampai salah mengompres sehingga mengakibatkan suhu tubuh makin tinggi dan demam tak kunjung sembuh. Jadi sebaiknya menggunakan kompres air dingin atau hangat saat si kecil demam?

Seringkali masih ditemukan banyak orang tua yang salah kaprah memberikan kompres air dingin ketika demam pada anak melanda. Dengan tujuan untuk melawan suhu tubuh yang panas dengan memberikan suhu yang dingin. Tetapi cara ini tidaklah tepat karena kompres dengan air dingin akan membuat pori-pori mengecil, sehingga panas dalam tubuh tidak bisa menguap dan keluar dari tubuh.

Selain itu, kompres air dingin juga tidak tepat sebagai penanganan demam pada anak, karena di dalam tubuh manusia terdapat pusat pengatur suhu yang disebut thermoregulator. Pusat pengatur suhu tubuh bekerja dengan menangkap sinyal suhu di luar tubuh untuk mengimbangi suhu di dalam tubuh. Jika Ibu memberikan kompres air dingin kepada si kecil yang sedang demam, maka yang terjadi bukannya suhu tubuh menurun malah tubuh si kecil akan semakin tinggi suhunya, karena pusat pengatur suhu menangkap sinyal kompres yang dingin dengan menaikkan suhu tubuh si kecil untuk mengimbanginya.

Penanganan yang tepat untuk demam pada anak adalah mengompres dengan air hangat. Sebaiknya gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas. Suhu air yang disarankan untuk kompres hangat adalah sekitar 40-500C. Kompres air hangat dapat membuka pori-pori, sehingga panas pada tubuh bisa keluar melalui pori-pori tersebut. Kompres hangat bekerja dengan menggunakan sistem evaporasi, yakni perubahan proses perubahan molekul dari air menjadi gas (uap). Ketika kompres air hangat diletakkan pada kulit maka pori-pori akan terbuka sehingga panas tubuh akan keluar dari sana bersamaan dengan keringat.

Dengan pemberian kompres hangat, tubuh akan menangkap sinyal bahwa suhu di luar tubuh lebih panas dibandingkan dengan suhu tubuh, sehingga tubuh melakukan mekanisme kompensasi berupa penurunan suhu tubuh.

Oleh karena itu, saat pemberian kompres dengan air hangat, si kecil sangat dianjurkan untuk lebih banyak minum agar terhindar dari dehidrasi. Juga jangan menggunakan pakaian yang terlalu tebal karena proses evaporasi tidak berjalan dengan baik. Tak hanya itu, kompres air hangat juga memiliki beberapa keuntungan, tak hanya membantu menurunkan suhu tubuh yang demam, kompres air hangat juga menjadikan tubuh terasa lebih nyaman.

Selain dengan air hangat, Ibu juga perlu ketahui cara mengompres yang benar, agar upaya menurunkan demam pada anak terasa lebih efektif. Selama ini, Ibu mengira mengompres hanya bisa dilakukan di bagian dahi saja. Padahal mengompres di bagian dahi sebenarnya kurang efektif karena terhalang tulang tengkorak.

Menurut dr. Mulya Rahma Karyanti, SpA, Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan FKUI, mengompres yang paling efektif adalah di bagian lipatan-lipatan pembuluh darah besar, seperti di bagian ketiak atau lipatan paha. Di bagian tersebut pembuluh darah lewat dan terjadi penguapan. Tujuannya, agar panas keluar lewat pori-pori tubuh.

Tidak hanya pada satu bagian saja, perlu Ibu ketahui bahwa teknik mengompres yang benar dapat adalah dengan menyeka seluruh tubuh anak. Ibu bisa mengompres dan menyeka bagian punggung yang juga sangat efektif karena bagian tersebut paparannya sangat luas. Dengan menghangatkan seluruh permukaan kulit, terjadi pelebaran pembuluh darah di seluruh kulit sehingga aliran darah bertambah dan panas tubuh makin cepat dibuang ke udara.

Jadi, mulai sekarang tinggalkan kompres dengan air dingin dan gunakan air hangat untuk mengkompres saat menangani demam pada anak ya Bu.